Perusahaan Startup Menyediakan Layanan Makanan dan Minuman Gratis untuk Penumpang Uber

24/01/2018

Pasar mobil
Share this post:
Perusahaan Startup Menyediakan Layanan Makanan dan Minuman Gratis untuk Penumpang Uber
Bisnis transportasi daring saat ini sudah menjadi bisnis yang menguntungkan, contohnya Uber. Setelah Uber dan Lyft menawarkan pengisian baterai smartphone dan air putih gratis dalam perjalanan, salah satu startup Amerika, Cargo, berencana menggratiskan snack atau minuman kepada penumpang.

Cargo sebenarnya merupakan sebuah startup yang bergerak di bidang perdagangan dalam mobil, menurut CEO Cargo, Jeff Cripe. Startup ini tertarik untuk menjual barang dan beberapa diantaranya diberikan gratis kepada pembeli.

Seorang pengemudi Uber dengan penumpang dan smartphone yang menunjukan aplikasi Uber

Uber merupakan salah satu transportasi daring terbesar di dunia

Untuk mengubah mobil Uber dan Lyft menjadi sebuah pusat perbelanjaan, Cargo berminat untuk menghadirkan sebuah kotak “Cargo” yang berisi barang-barang dagangan, mulai dari snack sampai penutup telinga.

>>> Baca juga Review Honda Jazz 2012 yang cocok untuk Uber

Penumpang yang naik mobil Uber yang sudah dilengkapi dengan Cargo hanya harus memasukan kode ID kotak Cargo di dalam mobil dan melakukan pengecekan pada website Cargo. Beberapa barang, seperti kabel pengisian iPhone bisa dibeli. Tapi, barang lain seperti makanan atau minuman bisa didapatkan dengan gratis. Barang tersebut biasanya sampel makanan Cargo sampai snack yang cukup terkenal, seperti Pringles atau Skittles.

Setiap penjualan juga memberikan komisi bagi pengemudi Uber yang bersangkutan. Pengemudi mendapatkan komisi 25% untuk setiap penjualan serta ditambah $ 1 untuk setiap pesanan. Bahkan pengemudi masih mendapatkan komisi meskipun penumpang hanya memilih satu makanan ringan yang cukp murah.

Gambar yang menunjukan kotak yang berisi makanan ringan yang diberikan oleh Cargo kepada penumpang

Kotak Cargo akan dipasang pada mobil pengendara Uber

Penumpang juga bisa memberikan tips kepada pengemudi melalui situs Cargo. Sebelum pengemudi kehabisan makanan ringan di dalam mobilnya, Cargo secara otomatis akan mengirimkan isi ulang kepada pengemudi yang bersangkutan.

Sebelumnya, Uber melarang perusahaan lain yang mencoba untuk mengiklankan kendaraanya. Menanggapi hal ini, Cripe mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki hubungan baik dengan Uber dan Lyft. Cripe mengatakan bahwa Cargo akan menggunakan informasi makanan yang disukai pelanggan untuk menyesuaikan dengan kotak yang ada pada mobil pengemudi.

>>> Baca juga berita pasar mobil lainnya disini

Untuk mendorong kerjasama ini, Cargo telah mengumumkan pada hari Senin kemaren bahwa pihaknya telah mengumpulkan dana $ 7.3 juta. Sebagian dari uang tersebut berasa dari modal eighteen94, investasi dari Kellog Company yang merupakan salah satu mitra kerja awal startup ini.

Gambar yang menunjukan tangan yang lebih besar memberikan snack pada tangan yang lebih kecil

Kotak Cargo merupakan layanan kerjasama pertama Uber dan Lyft

Tujuh juta merupakan uang yang banyak untuk memanfaatkan kecanduang penduduk Amerika dengan makanan cepat saji dan Uber. Startup ini percaya bahwa kotak Cargo yang ada pada mobil Uber hanyalah awal dari tren besar untuk membawa perdagangan ke dalam mobil. Di masa depan, dengan banyaknya mobil otonom, perusahaannya sudah memiliki data dan koneksi untuk mengetahui kesukaan pelanggan dan kapan mereka menginginkannya.

Saat ini, Cargo bahkan sudah berencana meluncurkan layanan lain, seperti wifi atau hiburan dalam mobil. Meskipun masih melakukan uji coba di Amerika, bisa saja kotak Cargo ini bisa didistribusikan kepada seluruh armada Uber di seluruh dunia, bahkan sampai ke Indonesia. Dan kita bisa menikmati makanan gratis yang diberikan sambil melakukan perjalanan dengan Uber.

>>> Baca juga berita otomotif lainnya disini

Share this post: