Pertamina Mengatakan Kemungkinan Kenaikan BBM Tahun Depan

01/12/2017

Pasar mobil
Share this post:
Pertamina Mengatakan Kemungkinan Kenaikan BBM Tahun Depan
PT. Pertamina mengumumkan akan mempertimbangkan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) seperti Premium dan bahan bakar diesel, Solar. Dengan tidak berubahnya harga bahan bakar minyak dari bulan April tahun lalu, maka Pertamina merasa terbebani dengan biaya yang harus dikeluarkan. Penetapan satu harga Premium untuk wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali) sebesar Rp. 6.550 dan Rp. 6.450 untuk luar Jamali sangat membebani Pertamina. Meskipun harga minyak terus mengalami kenaikan, harga tersebut

sebuah orang pekerja sedang mengecek mobil truk pertamina nya

Pendistribusian BBM memakan biaya besar

Direktur Pemasaran Pertamina, Muchammad Iskandar, sebagaimana dikutip dari kontan.co.id, mengatakan bahwa harga BBM seharusnya mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Ketika tahun lalu harga Solar ditetapkan sebesar Rp. 5.150, dengan harga minyak dunia hanya sebesar US$ 37 per barel. Dengan kenaikan minyak dunia sampai dengan US$ 60 per barel, Iskandar mengharapkan harga minyak Indonesia seharusnya menyesuaikan dengan harga minyak dunia.

Menurut Iskandar, harga Premium dan Solar seharusnya mengikuti harga minyak dunia yang sudah naik hampir dua kali lipat dari tahun lalu. Dengan mengikuti formula itu, Pertamina menginginkan harga Premium dinaikkan menjadi Rp. 7.150 per litar mulai dari awal tahun depan.

seorang pekerja memakai baju merah sedang memperkenalkan mesin bahan bakar nya

Pertamina mengharapkan kenaikan BBM awal tahun depan

Meskipun sebenarnya kenaikan harga minyak di Indonesia merupakan kewenangan pemerintah, Pertamania akan mengikuti kebijakan yang dikeluarkan olen Pemerintah. "Itu kewenangan pemerintah. Tapi jika ikut formula, harga harusnya naik," terangnya.

>>> Klik di sini untuk mengupdate berita baru tentang pasar mobil!

Yang membuat Pertamina menginginkan kenaikan harga adalah besarnya biaya yang harus dikeluarkan dalam mendistribusikan BBM Satu Harga untuk seluruh Indonesia. Menurut Iskandar, besarnya biaya penyaluran BBM melalui pesawat membutuhkan biaya Rp. 23.000 per liter, belum lagi ketika melakukan pengangkutan di darat. Hal ini jelas merugikan Pertamina yang hany menjual BBM jenis Solar sebesar Rp. 5.150.

sebuah mobil truk pertamina berwarna merah sedang berkendara keluar perusahaannya

Penyaluran BBM satu harga dinilai memberatkan

Pertaima sudah mempersiapkan dana sekitar 3 Triliun untuk BBM Satu Harga. Harga ini dinilai cukup untuk mengimbangi selisih defisit Rp. 17.850 pada setiap penyaluran BBM. Karena itu, biaya tambahan operating expenses (OPEX) pada tahun 2019 diperkirakan akan membengkak jika ditambah dengan pembanguan 52 lembaga penyalur BBM, menjadi 2- 3 Trilliun.

"Kami pernah submit Rp 800 miliar hingga Rp 1 triliun untuk operasi tambahan biaya opex-nya di luar yang rutin. Itu jika beroperasi penuh 54 lokasi," kata Iskandar.

>>> Klik di sini untuk mengupdate berita mobil terbaru!

Share this post:
 
back to top