76 SPBU Ramah Lingkungan Pertamina Beroperasi, Apa Kelebihannya?

01/09/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
SPBU Pertamina berkonsep ramah lingkungan kini sudah tersebar 76 titik di beberapa wilayah di Indonesia. Apa saja kelebihan yang dimiliki SPBU Pertamina ini?

PT Pertamina Patra Niaga, selaku Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) terus melakukan percepatan komitmen dan kontribusi transisi energi di sisi hilir dengan memperkenalkan puluhan Green Energy Station di beberapa wilayah di Indonesia. Program ini merupakan konsep baru untuk penyediaan energi ramah lingkungan di SPBU Pertamina.

>>> Pertamina Tambah 27 Titik BBM Satu Harga

Gambar menunjukan SPBU Pertamina

Terdapat 43 titik SPBU Pertamina yang sudah ramah lingkungan di provinsi Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat

Tersebar di 76 Titik 

Adapun SPBU Pertamina yang ramah lingkungan ini sudah ada 76 titik dan tersebar di beberapa wilayah, diantaranya 3 titik di Lampung, 43 titik di Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat, 13 titik di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, serta 17 titik di Jawa Timur. GES sendiri mengusung konsep utama, yakni Green, Future, Digital, dan High Tier Fuel sebagai  komitmen Pertamina dalam mendukung Grand Strategi Nasional.

“Ini adalah dukungan kami untuk memperkuat dan mempercepat penyiapan ekosistem hilir kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia. Saat ini sudah tersedia lima (5) Charging Station di SPBU Fatmawati II, SPBU MT Haryono, SPBU Lenteng Agung, SPBU Kuningan, dan SPBU Soekarno Hatta yang masih bisa dinikmati tanpa biaya,” kata Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina (Persero), Alfian Nasution dalam keterangan tertulisnya.

>>> Isi BBM Lebih Mudah Berkat 207 Outlet Pertashop di Jateng dan DIY

Gambar menunjukan Pertamina

Untuk masa depan Indonesia yang lebih baik

Empat Konsep Green Energy Station

Dalam rilis resminya Pertamina menjelaskan konsep Green ini terkait penggunaan Solar Photo Voltaic (PV) atau pembangkit listrik tenaga Surya (PLTS) sebagai salah satu sumber energi mandiri dan ramah lingkungan. Konsep kedua yakni Future menawarkan sebuah layanan baru yakni Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau Charging Station dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) atau Battery Swapping Station (BSS). Ini tentu menjadi solusi bagi para pemilik kendaraan listrik karena bisa melakukan pengisian ulang baterai di SPBU Pertamina. 

Konsep ketiga dan keempat sudah tidak asing lagi, yakni Digital dan High Tier Fuel. Digitalisasi dan edukasi berkelanjutan tentang bahan bakar berkualitas yakni Pertamax Series dan DexSeries sudah menjadi salah satu program utama SH C&T.

“GES akan menjadi sebuah one stop energy solution yang ramah lingkungan. Kami akan berlari mengikuti arah transisi energi dan harapannya GES di wilayah lain bisa terus kami percepat prosesnya, dan kehadiran GES ini bisa turut berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon pada tahun 2030 hingga 29% sesuai dengan yang dicanangkan pemerintah,” terang Alfian. 

Tidak ketinggalan, Pertamina juga memberikan promo khusus bagi konsumen di GES. Selama periode 31 Agustus hingga 30 September 2021, bagi 5.000 pelanggan Pertamina dengan transaksi pembelian Pertamax Series dan Dex Series terbanyak dengan MyPertamina berkesempatan mendapatkan 5.000 poin ekstra yang dapat ditukarkan dengan berbagai keuntungan.

Salah satunya adalah program Berbagi Berkah MyPertamina. Bagi pelanggan pengguna kendaraan listrik, pengisian di Charging Station GES juga berkesempatan mendapatkan voucher BrightStore sebesar Rp 25.000, serta merchandise eksklusif terbatas.

>>> Menghemat Bensin dengan Teknik Eco Driving

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top