Perkembangan Industri Mobil Otonom Ditakutkan Menghilangkan Banyak Pekerjaan

24/01/2018

Pasar mobil
Share this post:
Perkembangan Industri Mobil Otonom Ditakutkan Menghilangkan Banyak Pekerjaan
Dengan mengembangkan kendaraan otonom industri otomotif terancam kehilangan banyak pekerjanya. Bukan hanya dari segi pembuatan mobil, banyak sektor ditakutkan terganti oleh sosok 'otomatis' dibandingkan manusia.

Tahun ini, produsen otomotif sepertinya telah menemukan cara untuk membuat perjalanan di darat menjadi lebih nyaman dan aman, yaitu dengan menghadirkan konsep mobil otonom pada konsumen. Mobil masa depan ini diklaim menjadi kendaraan yang lebih aman dibandingkan mobil konvensional. Namun, para ahli otomotif dan kritikus menunjukan potensi banyaknya pekerjaan yang hilang dalam industri otomotif nantinya.

Konse mobil tanpa sopir yang memberikan beragam teknologi pengendalian pada mobil

Perkembangan teknologi menghadirkan mobil otonom

Koresponden Al Jazeera yang melaporkan dari Coventry di London, Laurence Lee, menegaskan bahwa perkembangan industri mobil otonom bisa menghilangkan banyak pekerjaan di Inggris.

“Berdasarkan pemerintah Inggris, mobil yang bisa melaju sendiri bisa menciptakan 30.000 pekerjaan di UK. Angka ini terdengar bagus sampai anda mengetahui bahwa industri otomotif di Inggris menyediakan lebih dari 300.000 jenis pekerjaan.”

Bagi Inggris tepatnya, kemungkinan pekerjaan yang hilang karena pengaruh berkembangnya mobil otonom saat ini sama dengan kenangan buruk yang terjadi beberapa dekade lalu. Bagaimana banyak pabrik pembuatan mobil yang ditutup secara massal karena kalah bersaing dengan perusahaan asing.

Pabrik pembuatan mobil dengan beberapa pekerja memakai baju hitam sedang bekerja

Pekerjaan otomotif saat ini terancam oleh mobil otonom

Lee juga memperhatikan pentingnya peran penting pemerintah untuk menanggulangi kejadian ini. “Sangat jelas bahwa pemerintah, khususnya pemerintah Inggris, membutuhkan strategi kerja untuk masa mobil otonom.” jelasnya.

Tentu saja, tidak semua pihak menolak perkembangan ini. Banyak kritikus yang mendukung hadirnya mobil tanpa sopir yang dianggap sebagai sebuah lompatan untuk teknologi industri otomotif. Lompatan ini menunjukan perubahan manusia dalam melakukan perjalanan dan membuatnya jauh lebih aman.

>>> Baca juga perkembangan pasar mobil lainnya disini

Salah satu professor dari Universitas Warwick, Tom Sorell, menjelaskan bahwa perkembangan ini bisa memberikan hasil yang positif untuk masyarakat, membandingkannya dengan sistem monorel tanpa sopir yang ada di Inggris.

Penumpang yang sedang bersantai di kendaraan otonom yang bisa mengemudi sendiri

Di masa depan, penumpang bisa tidur dan bekerja di dalam mobil

“Sistem monorel di dekat bandara merupakan teknologi tanpa sopir. Dan orang-orang menggunakannya dengan bahagia. Mungkin jika kecepatan [mobil otonom] tersebut tidak terlalu kencang, mungkin akan menjadi lebih aman.” katanya pada Al Jazeera.

Beberapa orang bahkan memprediksikan bahwa penumpang bisa tidur atau bekerja di kendaraan mereka, sementara mobil bisa melaju dengan otomatis di jalanan. Tapi dengan kemajuan teknologi yang berkembang pesat, bisa saja profesi pembalap, pengemudi pribadi atau swasta, akan menjadi tidak terpakai untuk masa depan.

Dan walaupun jalanan telah dijanjikan untuk aman bagi mobil otonom, masih banyak yang skeptis dengan bagaimana sebuah teknologi mampu menghilangkan banyak pekerjaan dalam skala yang berbeda.

>>> Baca juga berita otomotif lainnya disini

Share this post: