Percuma Punya Mobil Mewah Kalau Otaknya di Dengkul!

14/05/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Memiliki mobil artinya Anda juga harus mengetahui etika saat berada di jalan. Sekalipun yang dikendarai mobil mewah tak berarti bisa bersikap arogan di jalan.

Ulah pengendara Lamborghini yang menggeber mobilnya di lingkungan perumahan malam hari seolah menambah catatan buruk soal arogansi pemilik mobil super nan mewah di Tanah Air. Ini memang bukan kali pertama kejadian yang melibatkan pemilik mobil mewah.

Bisa dibilang beberapa pemilik mobil dengan banderolan harga fantastis di Indonesia terkadang bersikap kurang bijaksana di jalan sehingga terlihat arogan dan tak mengindahkan pengendara lain di jalan. Tak semua memang, ada juga pengendara mobil mewah yang tetap tertib menaati aturan lalu lintas di jalan. 

pengendara Lamborghini

Ulah pengendara Lamborghini bikin warga komplek geram

>>> Geber Lamborghini di Komplek Perumahan, Pengemudi Ini Bikin Warga Geram!

Arogansi dalam Berkendara Dipicu Ego yang Tinggi

Kalau diperhatikan beberapa pengendara mobil mewah itu kerap memacu kecepatan di jalan dan melakukan manuver yang membahayakan. Padahal, seluruh pengendara dan pengguna jalan memiliki hak yang sama sekalipun mobil yang dikendarai harganya miliaran.

Bila semua pengendara menyadari hal itu, seharusnya tidak perlu ada perbuatan arogan yang membuat pengendara lain merasa terganggu. 

"Jangan bangga punya mobil mewah kalau otaknya tetap didengkul. Ini disebabkan ego yang menjurus kearogansi, akibat kematangan berfikir dan bertindak tidak mereka miliki sekalipun mampu membeli mobil mewah," ungkap Director Training Safety Driving Defensive Consultant (SDCI) Sony Susmana saat dikonfirmasi Cintamobil belum lama ini. 

Sekedar mengingatkan, cerita pengendara Lamborghini di Medan viral di jagat sosial media. Sang pengendara diketahui menggeber mobil bermesin 6.498 cc itu jam 11 malam atau di saat orang-orang tengah beristirahat. 

>>> Bertemu Pengendara Arogan? Jangan Terpancing, Simak Tips Ini

Hindari Bila Bertemu di Jalan

Jauhi Ego dan Emosi Saat Berkendara Agar Suasana Tetap Kondusif

Hindari bila bertemu di jalan

Aksinya pun menuai protes dari warga. Tampak dalam video yang beredar salah seorang tetangga merasa terganggu dan meminta pengendara untuk menghentikan aksi menggeber mobil itu. Pengendara itu pun tak terima dan memilih untuk melanjutkan aksinya. Walhasil sempat terjadi baku hantam dengan warga komplek.

"Ketika berada di jalan umum ada etika yang harus dipatuhi demi ketertiban, kenyamanan, dan keamanan lingkungan. Sekalipun tidak ada rambu-rambu paling tidak kita tahu batasan-batasan kewajaran," jelasnya. 

Adapun bila Anda mengalami hal serupa, Sony menyarankan untuk menegur langsung seperti yang dilakukan warga komplek setempat. Namun bila terjadi di jalan raya, sebaiknya Anda jauhi untuk menghindari terjadinya hal yang tak diinginkan. 

"Kalau di jalan raya, jauhi karena bisa berujung konflik dan kecelakaan. Tetap stay dengan kecepatan 60 km/jam, biarkan mendahului dari sisi kanan," pungkas Sony. 

>>> Jauhi Ego dan Emosi Saat Berkendara Agar Suasana Tetap Kondusif

 

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top