Peraturan Mobil Listrik Bakal ‘Bunuh’ Kei Car di Jepang

02/02/2021

Pasar mobil

2 menit

Kei car di Jepang dianggap sebagai model paling populer bagi semua kalangan. Sayang elektrifikasi bisa-bisa membuat mobil mungil ini tak lagi diproduksi.

Kei car merupakan mobil mungil dengan panjang tak lebih dari 3,4 meter serta memiliki kapasitas mesin tak lebih dari 660 cc. Hingga saat ini, kei car di Jepang masih masih menjadi satu model mobil populer di sana. Namun peraturan baru mengenai mobil tanpa emisi di Jepang kemungkinan besar menggerus popularitas mobil mungil itu.

Nasib kei car di era elektrifikasi

Kei berarti “ringan” dalam bahasa Jepang. Dan kategori kei car mencakup hingga sepertiga dari penjualan mobil baru domestik untuk pasar Negeri Sakura tersebut. Kei car merupakan alat transportasi populer karena tampilannya yang dinamis, murah, serta memiliki mesin yang hemat serta biaya perawatan yang murah.

Dilansir dari Bloomberg, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga berjanji tahun lalu untuk melakukan dekarbonasi Jepang pada tahun 2050. Rencana ini termasuk melarang penjualan kendaraan berbahan bakar bensin baru pada pertengahan tahun 2030-an.

kei car Suzuki Jimny berwarna hijau
Suzuki Jimny merupakan salah satu kei car yang populer di luar Jepang

>>> Profil Suzuki Jimny 2019: Generasi Keempat Muncul Setelah Penantian Panjang 20 Tahun

Meski bertujuan untuk meningkatkan kualitas udara dan lingkungan, peraturan ini tentu saja menimbulkan dilema bagi Honda, Nissan, dan berbagai penjual mobil kompak lainnya. Dengan sistem elektrifikasi, produksi mobil kei akan bertambah 1 juta hingga 2 juta yen, atau setara Rp 133 jutaan hingga Rp 267 jutaan. Berpotensi membuat harga kei car bertambah dua kali lipat, sebagaimana dijelaskan oleh Tokyo Tokai Research.

“Keterjangkauan dan kenyamanan adalah inti dari mobil kompak,” kata Hitoshi Horii, kepala Asosiasi Kendaraan Mini Jepang.

"Mobil-mobil ini adalah mobilitas penting yang berfungsi sebagai infrastruktur dan sesuatu yang menggantikan transportasi umum."

>>> Beda Selera Dengan Kita, 10 Mobil Terlaris di Jepang Didominasi Mobil Kotak

Jadi 'Mobil Nasional Jepang'

Kei car umum ditemukan di daerah pedesaan, di mana sistem transportasi umum jarang. Bahkan Akio Toyoda, ketua Asosiasi Produsen Mobil Jepang dan Kepala Eksekutif Toyota Motor Corp. menyebutkan 85% jalanan pedesaan di Jepang hanya cukup sempit, hanya bisa dilalui oleh dua mobil kei.

Stagnasi ekonomi selama puluhan tahun di Jepang mendorong konsumen memilih kei car dengan 1,7 juta unit terjual tahun lalu dalam masa pandemi.

"Kei adalah mobil nasional Jepang," ungkap Toyoda. “Orang mungkin bisa hidup di kota tanpa kei car. Tapi begitu Anda berada di daerah pedesaan, mobil ini adalah kebutuhan.”

berbagai kei car dengan berbagai bentuk bodi di Jepang
Kei car yang dipasarkan di Jepang memiliki berbagai macam bodi

Toyota dan Honda bisa menggunakan teknologi hybrid untuk mobil mungil ini. Tapi persaingan akan semakin meningkat ketika harga baterai turun, menurut Takeshi Miyao selaku analis otomotif di Carnorama. Ia menyebutkan bahwa kei car akan menerima dampak terbesar dari sistem elektrifikasi.

Skenario terburuk bagi produksi kei car di Jepang adalah datangnya mobil listrik yang lebih terjangkau dari China dan memikat pelanggan mobil dengan harga rendah, jelas Miyao. Contohnya saja MINI EV, hatchback empat tempat duduk milik SAIC-GM-Wuling Automobile yang dinobatkan sebagai mobil terlaris di China. MINI EV merupakan salah satu mobil termurah di pasaran dengan harga mulai dari 28.800 yuan, atau setara dengan Rp 63 jutaan.

>>> Nissan Hadirkan Lagi Satu Model Kei Car Canggih, Nissan Roox

Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.

 
back to top