Penutupan Jalan PPKM Darurat Ditambah Jadi 651 Titik

08/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Korlantas Polri tambah titik penutupan jalan PPKM Darurat jadi 651 lokasi. Penambahan ini dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 yang kian masif.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyebut titik penyekatan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Bali-Jawa akan kembali ditambah menjadi 651 titik. Sebelumnya titik penutupan jalan PPKM Darurat ada sekitar 407 titik.

>>> Menolak Putar Balik saat PPKM Darurat, Pemuda Ini Malah Ajak Debat Petugas

Ditambah untuk Mengurai Kepadatan Antrian Kendaraan

“Jumlahnya 651 (titik penyekatan), dan ini terus dinamis. Di hari pertama operasi ada 407, tetapi terus tiap hari, jajaran dan kewilayahan mengevaluasi,” ungkap Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Rudy Antariksawan dalam sebuah diskusi webinar, Rabu (7/7/2021) seperti dikutip dari laman NTMC Polri.

Kombes Pol Rudy menjelaskan, dalam lima hari PPKM Darurat berlangsung kepolisian terus melakukan evaluasi. Sehingga proses penyekatan dan pemeriksaan kelengkapan administrasi tak bertumpuk pada satu titik.

Gambar menunjukan PPKM Darurat

Jumlah titik penyekatan ditambah oleh petugas

Penambahan titik penyekatan selama PPKM Darurat ini, lanjut Kombes Pol Rudy, mampu mengurai kepadatan antrian kendaraan. Kombes Pol Rudy menilai saat ini mobilitas warga juga telah berkurang.

“Kalau yang ditutup hanya di perkotaan-perkotaan. Dari hulunya tidak dicegah, ini sama saja. Oleh karenanya mulai dari kemarin dan ini sudah benar-benar kelihatan mobilitas berkurang,” tutur Kombes Pol Rudy.

>>> Jangan Lupa Pakai Masker di Dalam Mobil, Ini Alasannya

Mobilitas Menurun di Hari ke-5 PPKM Darurat

Pada hari kelima ini, Korlantas Polri mencatat arus lalu lintas di sekitar wilayah yang disekat turun hingga 60 persen dari hari-hari biasanya. Bahkan berdasarkan pantauan, hampir tak ada antrian dan penumpukan kendaraan di titik-titik penyekatan.

“Kalau kita boleh sebut mobilitas sudah berkurang 50 sampai 60 persen dari hari-hari biasanya,” ujar Kombes Pol Rudy.

Kombes Pol Rudy juga menyampaikan, perjalanan pengendara yang akan diberi akses untuk melintas titik penyekatan di antaranya mereka yang termasuk dalam kategori sektor-sektor esensial dan kritikal.

Gambar menunjukan Pocong

Satlantas Polres Tulungagung gunakan pocong untuk sosialisasi satu arah PPKM Darurat

Adapun sektor esensial terdiri dari keuangan dan perbankan; pasar modal; sistem pembayaran; teknologi informasi dan komunikasi; perhotelan non penanganan karantina Covid-19; serta industri orientasi ekspor.

Kemudian, sektor kritikal yakni: energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar, dan industri pemenuhan pokok sehari-hari.

>>> Begini Cara Menjaga Reflektor Headlamp Mobil Lawas

Sejak kuliah, Rahmat telah bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sarjana Sastra Indonesia ini mulai menjadi jurnalis sejak 2013 dan terjun di media otomotif setahun kemudian. Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top