Penurunan Harga Mobil karena Diskon PPnBM Diharap Penuhi Harapan Konsumen

07/03/2021

Pasar mobil

4 menit

Kementerian Perindustrian berharap penurunan harga mobil karena diskon PPnBM sesuai ekspektasi konsumen. Dengan begitu,, penjualan mobil bisa kembali meningkat.

Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang diberikan kepada produsen mobil diharap bisa dengan cepat memulihkan penjualan mobil di Indonesia.

Untuk itu, Kementerian Perindustrian mendorong pelaku industri otomotif untuk turut menyukseskan program relaksasi alias diskon PPnBM sehingga dapat dinikmati secara langsung oleh masyarakat. 

>>> Makin Murah! Dealer Tetap Beri Potongan Harga Meski Ada Relaksasi PPnBM

Diskon PPnBM Bisa Pulihkan Penjualan Mobil

Diskon PPnBM ini sendiri memang ditargetkan bisa meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri. 

"Tentu kami dari pemerintah menginginkan program ini dapat berjalan baik, tepat sasaran dan sesuai target. Karenanya butuh dukungan kuat dari para pelaku industri otomotif itu sendiri dalam implementasinya,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran persnya.

Agus berharap para produsen yang telah mendaftarkan produknya dapat melakukan fungsi imbauan, controlling, serta supervisi kepada diler, agar penurunan harga kendaraan dapat sesuai dengan harapan atau ekspektasi konsumen. Ya, adanya diskon PPnBM membuat harga 21 model mobil mengalami penurunan.

Apa Itu Pajak Progresif Kendaraan? Begini Cara Menghitungnya
Relaksasi PPnBM otomatis membuat harga mobil turun

Besarannya pun berbeda-beda tergantung PPnBM yang dibebankan. Ada yang hanya mendapat diskon PPnBM belasan juta, tapi untuk model sedan Vios potongan pajaknya mencaai Rp 60 jutaan. Turunnya harga itu diharapkan dapat meningkatkan animo masyarakat secara nyata untuk membeli kendaraan baru.

“Kami berharap relaksasi PPnBM, khususnya pada tipe kendaraan yang telah ditetapkan, dapat menjadi katalis kebangkitan industri otomotif nasional yang ditandai dengan peningkatan signifikan utilisasi produksi kendaraan bermotor pada akhir tahun 2021, dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya,” jelas Agus.

Berdasarkan Ketetapan Menteri Perindustrian nomor 169 tahun 2021, terdapat 21 jenis tipe kendaraan dari enam pabrikan yang ditetapkan mendapatkan diskon PPnBM dengan skema dan jangka waktu tertentu.

Penetapan 21 jenis tipe kendaraan dilakukan setelah produsen kendaraan menyampaikan dokumen komitmen pemenuhan persyaratan pembelian komponen lokal minimum 70 persen, dan kesanggupan untuk dilakukan proses verifikasi pemenuhan persyaratan tersebut dengan melibatkan surveyor independen.

pajak mobil baru dari Kementerian Perindustrian Indonesia

Daftar 21 mobil yang dapat relaksasi PPnBM 

>>> Inikah saat yang Tepat Membeli Mobil?

Diskon PPnBM Tumbuhkan Percaya Diri Produsen

Para pelaku industri menyambut baik kebijakan relaksasi PPnBM dari pemerintah. Mereka berharap upaya tersebut mampu memberikan stimulus positif bagi pasar otomotif tanah air dan manufaktur otomotif lokal di tengah badai pandemi.

“Kebijakan ini tentunya membuat kami para pelaku industri sangat percaya diri untuk menaikkan penjualan dari model-model yang mendapatkan insentif,” ungkap Vice President Toyota Astra Motor, Henry Tanoto.

penjualan mobil di Indonesia

Diskon pajak bikin produsen mobil percaya diri

Menurut Henry, setelah diumumkannya kebijakan relaksasi PPnBM oleh pemerintah, pihaknya melihat respons positif dari masyarakat.

“Tentunya kami akan mendukung dan berupaya berkontribusi pada target pemerintah untuk peningkatan penjualan hingga 82 ribu unit,” imbuhnya.

Bussiness Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy, menambahkan, dampak diumumkannya relaksasi PPnBM untuk kendaraan langsung dirasakan pelaku industri, misalnya terjadi peningkatan permintaan hingga 50 persen dibandingkan bulan lalu pada periode yang sama. Honda sendiri menargetkan mampu mempertahankan market share sebesar 14 persen.

Billy menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi kebijakan seperti ini, karena bisa memajukan perekonomian melalui industri otomotif. 

“Ini juga menjadi tantangan bagi industri untuk mampu memenuhi permintaan konsumen yang meningkat. Jadi kami terus memonitor supaya suplai produk kendaraan bisa mengikuti permintaan,” tandasnya.

>>> Apa Itu Pajak Progresif Kendaraan? Begini Cara Menghitungnya

Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top