Penjualan Toyota Sienta Jeblok, Diakui Karena Salah Strategi

23/01/2019

Pasar mobil
Penjualan Toyota Sienta Jeblok, Diakui Karena Salah Strategi
Setelah sekian lama jadi tanda tanya, penjualan Toyota Sienta yang tidak sesuai ekspektasi akhirnya diakui karena ada kesalahan strategi. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Jebloknya penjualan Toyota Sienta bukan jadi rahasia lagi buat para pecinta dan pengamat otomotif. Mobil ini bahkan berkali-kali dikabarkan bakal disuntik mati seperti kompetitornya si Honda Freed. Meski akhirnya tetap berada di line up Toyota Indonesia, kontribusi Toyota Sienta terhadap penjualan nasional sangat sedikit bila dibanding model lain seperti Avanza dan Innova.

Yang bikin penasaran mengapa hal ini bisa terjadi padahal Toyota Sienta adalah produk berkualitas. Desainnya dinamis dan modern, pintu geser memberi kemudahan akses keluar masuk, interior mewah dan lapang, dibekali mesin 1.500 cc Dual VVT-i serta tersedia transmisi manual 6-speed dan otomatis 7-speed.

>>> Baca Review Toyota Sienta 2019 lebih lengkap di sini!

Foto Toyota Sienta warna kuning tampak samping depan

Awal kehadirannya di Indonesia, Toyota Sienta sangat memukau

Baru-baru ini PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku agen pemegang merek (APM) mengakui kalau jebloknya penjualan Toyota Sienta karena salah strategi penjualan dan penempatan posisi. "Dulu kami targetkan juga first buyer, tapi rasanya semakin ke sini tetap Avanza dan Calya yang menjadi konsumen pertama," tutur Direktur Pemasaran PT TAM Anton Jimmy belum lama ini di Jakarta.

Untuk diketahui, setelah diluncurkan pertama kali tahun 2003 di negara asalnya, Toyota Sienta resmi diluncurkan di Indonesia di pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016. Hadir dalam 4 varian, E, G, V, dan Q mobil medium MPV pintu geser ini dijual dengan harga Rp 237 juta hingga Rp 295 juta (saat itu). TAM menargetkan penjualan Toyota Sienta sebanyak 3.500 unit per bulan.

"Kami perkirakan Sienta berkontribusi 10% terhadap total penjualan Toyota hingga akhir tahun ini. Kontribusi itu dari periode Sienta yang dimulai Juli ini," tutur Wakil Presiden Direktur PT TAM Henry Tanoto di sela Sienta Media Test Drive di Bandung, (22/7/2016) silam.

>>> Tolak Isu Discontinue, Toyota Klaim Penjualan Sienta Masih Bagus

Foto Toyota Sienta depan belakang

Punya banyak kelebihan, Toyota Sienta gagal digemari konsumen

Dalam perjalanannya target penjualan Toyota Sienta tersebut sulit dicapai. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat hanya dua kali saja penjualan Toyota Sienta bisa mencapai target yaitu Agustus 2016 sebanyak 4.917 unit dan September 2016 sebanyak 4.093 unit. Selainnya, penjualan Toyota Sienta per bulan selalu di bawah target. Bahkan pernah mencapai titik terendah saat hanya menjual sebanyak 25 unit, yaitu di bulan November 2017.

Seiring penjualan bulanan yang di bawah target, penjualan Toyota Sienta tahun per tahun juga menurun. Tahun 2016 terjual sebanyak 17.931 unit, tahun 2017 sebanyak 14.968 unit, dan tahun 2018 terjual sebanyak 5.113 unit.

Atas hasil ini, TAM lebih realistis dan tidak lagi menjadikan first buyer sebagai target. Adapun soal penjualan TAM merevisi besar-besaran target penjualan Toyota Sienta dari sebelumnya 3.500 unit menjadi 400-500 unit, atau kepepetnya paling tidak bisa menjual 1.000 unit per tahun.

"Jadi kami akan memposisikan Sienta tidak terlalu mirip dengan model Toyota lain. Jadi khusus, dan kami harapkan masih bisa memberikan penjualan yang baik," kata Anton.

>>> Beli mobil Toyota di Cintamobil.com, koleksinya puluhan ribu!

>>> Informasi dunia otomotif terlengkap hanya di Cintamobil.com

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top