Virus corona membuat sejumlah negara terpukul. Apalagi kalau bicara penjualan mobil. Rasanya hampir tak ada negara yang penjualan mobilnya meningkat di tengah pandemi. China yang tercatat sebagai produsen mobil paling banyak di dunia pun mengalami hal serupa.
Butuh waktu bagi Negeri Tirai Bambu tersebut bisa kembali mencatatkan penjualan. India pun demikian. Melansir Reuters, Selasa (14/7/2020), penerapan lockdown di India telah mengganggu pendapatan serta menjadi tekanan tersendiri pada sektor otomotif.
Baca juga penjualan
Pandemi corona membuat rantai pasok di industri otomotif India terhambat dan menurun.

Pasokan juga menurun karena lockdown
>>> Tips Lengkap Membeli Mobil Tata Aria Bekas, MPV Bermesin Diesel Dari India
Permintaan Turun Sebelum Pandemi
Padahal, sebelum pandemi ada pun permintaan juga sudah mulai menurun lantaran adanya aturan baru dari pemerintah setempat untuk mengadopsi standar aturan emisi yang lebih ketat.
Hal tersebut membuat para pabrikan terpaksa menaikan harga mobilnya. Akibatnya, permintaan konsumen juga turun karena meningkatnya harga. Penjualan mobil penumpang di India sendiri meningkat hingga 3 persen menjadi 3,37 juta uni pada tahun fiskal 2018-2019.
>>> 3 Fakta Baru Suzuki Swift Facelift 2020
Lalu harus mengalami penurunan 18 persen setahun setelahnya karena merosotnya permintaan ditambah adanya pandemi.
Asosiasi Pabrikan India yang tergabung dalam The Society of Indian Automobile Manufacturers (SIAM) menjelaskan penjualan mobil secara domestik untuk model SUV merosot hingga 50 persen pada Juni 2020 dibandingkan periode yang sama tahun 2019.
Sedangkan penjualan kendaraan roda dua yang dinilai sebagai indikator sehatnya roda perekonomian di pedesaan juga turun 39 persen.

Penjualan mobil di Negeri Bollywood diprediksi pulih 4 tahun lagi
>>> Intip Cara Unik Kepolisian India Periksa Pelanggar Lockdown
Lockdown Bikin Produksi Terhambat
Penyebaran virus corona yang sangat cepat membuat India harus mengambil langkah dengan melakukan lockdown. Pabrikan pun berhenti produksi mobil untuk sementara waktu. Walhasil pada April dilaporkan penjualan mobil di India nihil, sehingga makin memperparah sektor tersebut.
"Produksi sangat lamban karena rantai pasok terganggu dan minimnya permintaan," jelas presiden SIAM, Rajan Wadhera.
Maruti Suzuki India, sebagai produsen terbesar di Negeri Bollywood itu pada Juni hanya menjual 51.274 Juni, turun 50 Persen dari tahun lalu. Sedangkan Hyundai Motor India juga mencatat penurunan hingga 49 persen.
India sebagai negara dengan populasi terbesar kedua di dunia, perlahan-lahan mulai melonggarkan lockdown sementara kasus Covid-19 masih terus bertambah. Untuk itu diprediksi penjualan mobil di India baru bisa pulih tiga hingga empat tahun mendatang.
>>> Berita otomotif menarik dan terbaru lainnya bisa dibaca di sini