Pandemi yang tak kunjung usai masih memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penjualan mobil di Indonesia. Walhasil target penjualan pun ikut direvisi lantaran diprediksi sulit untuk mencapai target.
Semula penjualan mobil tahun 2020 diharapkan bisa sama dengan pencapaian tahun 2019 yakni sebesar 1,05 juta.

Produksi mobil juga ikut merosot
>>> Kementerian Perindustrian Putar Otak Usai Usulan Pajak Mobil Baru 0% Ditolak
Dipatok 525 Ribu Unit
Namun kondisi yang tak kunjung membaik tampaknya memaksa Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia harus kembali merevisi target penjualan tahun ini menjadi 525 ribu unit. Padahal sejak tahun 2012, Indonesia masuk ke dalam 1 million club sebagai negara yang mampu memproduksi 1 juta unit mobil tiap tahun.
"Ya, diperkirakan di kisaran itu (525 ribu unit)," ujar Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara belum lama ini.
Ini merupakan kali kedua Gaikindo merevisi target penjualan mobil di Tanah Air. Sebelumnya, Gaikindo telah merevisi target penjualan menjadi 600 ribu dan optimis kondisi pasar akan pulih pada kuartal ketiga.
Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy juga sudah menyebut bahwa sulit bagi pabrikan memenuhi target penjualan hingga 600 ribu sepanjang tahun 2020.
Sekadar kilas balik selama pandemi, penjualan mobil di Tanah Air terlihat merosot sejak bulan Maret 2020 imbas adanya penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dari sisi wholesales periode April hingga Juni hanya 24,42 ribu mobil terdistribusi. Kemudian pada periode Juli hingga September terlihat mulai membaik dengan kenaikan mencapai 362 persen menjadi 111.104 unit.

Usulan pajak 0% sudah ditolak Sri Mulyani
>>> Di ASEAN, Penjualan Mobil di Indonesia Belum Jadi yang Teratas
Usulan Pajak 0% Sudah Ditolak
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier mengatakan bahwa pasar otomotif Indonesia memang sangat sensitif dengan krisis yang terjadi secara global.
Maka dari itu Kementerian Perindustrian telah berupaya untuk memberikan stimulus bagi konsumen agar daya beli bisa meningkat. Dengan begitu diharapkan penjualan mobil bisa moncer lagi. Namun harapan akan pemberian stimulus berupa pajak 0% untuk pembelian mobil baru ditolak Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Tak putus asa, Taufiek menjelaskan bahwa pihaknya tengah mencari formula yang pas agar penjualan mobil bisa kembali pulih seperti sedia kala.
"Kita sudah mengeluarkan berabagi usulan insentif fiskal di perusahaannya, pengurangan pajak PBH terus bahan baku impor juga kita relaksasi kemudian pajak-pajak badan itu di perusahaannya," beber Taufiek.
"Kemarin kami usulkan di masyarakat yang punya uang itu supaya supaya membelanjakan, kalau instrumen fiskal sudah ada di perusahaan wah ini kurang, kita coba angkat ke masyarakat yang mau beli. Kita usulkan tapi sampai sekarang belum diakomodir," jelasnya lagi.
>>> Jakarta Auto Week 2020 Jadi Jurus Gaikindo Genjot Penjualan Mobil di RI