Pajak 0% Bukan Satu-satunya Penentu Penjualan Mobil di Indonesia Pulih

20/10/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Pajak 0% Bukan Satu-satunya Penentu Penjualan Mobil di Indonesia Pulih
Mengatasi virus corona lebih cepat maka penjualan mobil di Indonesia pun bisa kembali pulih. Hal itu dinilai lebih efektif ketimbang memberlakukan pajak 0%.

Sejak pertengahan September 2020, Kementerian Perindustrian mengusulkan agar pajak 0% bisa diterapkan pada pembelian mobil baru. Ini tentunya akan meringankan beban konsumen saat membeli mobil lantaran harganya bisa lebih murah. 

Daya beli masyarakat pun diprediksi bisa kembali bergairah bila wacana tersebut jadi diterapkan. Ujung-ujungnya penjualan mobil di Indonesia bisa kembali meningkat. Tetapi bisa jadi ada sektor lain yang malah bisa berdampak negatif bila aturan ini jadi diterapkan. 

>>> Usulan Pajak Mobil Baru 0% Ditolak

Lebih Baik Fokus Tanggulangi Covid-19 

Sebut saja pasar mobil bekas. Bila wacana pajak 0% diterapkan, maka harga mobil baru bisa turun dan membayangi mobil bekas. Pasar mobil bekas bisa sepi karena pasti orang-orang lebih mengincar mobil baru lantaran harganya berselisih tipis. 

penjualan mobil di Indonesia

Penjualan mobil bisa lebih cepat tumbuh bila Covid segera teratasi

Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra menyebut pajak 0% bukan satu-satunya jalan yang bisa membuat penjualan mobil langsung meningkat. Di masa pandemi seperti sekarang, lebih penting untuk mengatasi penyebaran Covid-19 secara cepat. 

Bila Covid-19 teratasi maka kondisi akan kembali normal. Pun demikian dengan penjualan mobil yang diharap bisa pulih langsung. 

"Pasar mobil regional memang umumnya turun lebih kecil dari Indonesia yakni sekitar 20-30 persenan, di Korea selatan itu malah pertumbuhannya positif. Seperti kita tahu ya Korea Selatan termasuk negara paling cepat dan berhasil menangani covid-19," ungkap Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra dalam konferensi pers virtual belum lama ini. 

"Intinya health view akan jadi pertimbangan, jadi pasar naik atau turun bukan hanya karena insentif pajak tapi juga pandemi di negara tersebut," lanjut Amelia. 

>>> Cara Mudah Cek Pajak Kendaraan Lewat Ponsel

Usulan Sudah Ditolak

Namun saat ini Menteri Keuangan sudah memutuskan untuk menolak usulan pemberlakuan pajak 0% tersebut pastinya setelah mempertimbangkan hal-hal yang berdampak pada sektor lain.

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Sri Mulyani menolak usulan pajak 0%

Sebelumnya, stimulus untuk meningkatkan penjualan mobil diberlakukan di beberapa negara ASEAN. Di Malaysia misalnya pajak mobil digratiskan. Kemudian di Thailand memberikan kupon untuk tukar tambah mobil baru. 

"Negara lain saya nggak berhak berkomentar karena punya sudut pandang dan situasi kondisinya berbeda. Saya percaya Menteri Keuangan dalam ambil keputusan memperhatikan segala hal," pungkas Amelia. 

>>> Ada PSBB, Penjualan Mobil Bulan September Naik 30% 

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top