Penjualan Mobil di Indonesia Jauh Lebih Baik Dibandingkan Malaysia

27/05/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Pandemi virus Corona (COVID-19) membuat penjualan mobil di Malaysia nyaris habis, bahkan jauh lebih buruk dibanding penjualan mobil di Indonesia.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) merilis penjualan mobil di Indonesia merosot tajam terdampak pandemi COVID-19. Sepanjang April 2020 hanya ada 7.871 unit kendaraan yang terkirim dari pabrik ke diler, turun sebesar 89,8 persen dibanding bulan sebelumnya.

Penjualan mobil di Malaysia lebih buruk

Rapor penjualan di atas adalah yang terburuk di Indonesia dalam 15 tahun terakhir. Meski demikian, hasil itu jauh lebih baik dibanding penjualan mobil di Malaysia. Diberitakan Paultan, berdasarkan data asosiasi otomotif Malaysian Automotive Association (MAA), pada bulan April 2020 hanya ada 141 unit mobil yang dikirim diler, terdiri dari 131 unit mobil penumpang dan 10 unit mobil niaga komersial. Angka tersebut turun 99% dibanding penjualan bulan Maret yang mencapai 22.478 unit.

Dari jumlah tersebut, Perodua (Daihatsu) menempati urutan pertama dengan penjualan sebanyak 57 unit, disusul Honda sebanyak 27 unit, Proton 22 unit, Toyota 13 unit, Nissan 8 unit, Mitsubishi 6 unit, VW 5 unit, Hyundai 1 unit, Peugeot 1 unit, dan Volvo 1 unit.

>>> Beda Indonesia dan Malaysia Batasi Kendaraan Pribadi untuk Cegah Corona

Foto menunjukkan Booth Proton di sebuah pameran

Penjualan mobil di Malaysia turun tajam terdampak COVID-19

Kebijakan Movement Control Order (MCO)

Masih dari Paultan, sebenarnya penjualan mobil di atas bisa lebih buruk lagi bahkan bisa sampai zero sales mengingat adanya kebijakan Movement Control Order (MCO) dari Pemerintah Malaysia, sebagaimana kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia.

Kebijakan Movement Control Order (MCO) membatasi ketat aktivitas warga agar penyebaran COVID-19 benar-benar bisa ditekan. Melalui Movement Control Order (MCO) pemerintah membatalkan seluruh pameran otomotif dalam negeri, menutup diler penjualan mobil baru, hingga meliburkan banyak perkantoran, termasuk kantor-kantor departemen transportasi darat (JPJ) yang mengurusi registrasi kendaraan bermotor darat.

Terlepas dari bagaimana mekanisme 141 unit kendaraan bisa terjual dan teregistrasi di Malaysia, hasil di atas menunjukkan pembatasan aktivitas di Indonesia seperti PSBB, PKM, dan larangan mudik tidak menyurutkan niat sebagian masyarakat untuk membeli mobil baru. Bisa jadi momen ini justru dimanfaatkan terutama karena adanya diskon besar-besaran yang ditawarkan diler.

>>> Cari dan temukan mobil favoritmu di sini!

Foto menunjukkan Toyota Avanza tampak dari samping depan

Di tengah pandemi Toyota tetap favorit

>>> Berita aktual lainnya terkait otomotif ada disini!

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top