Kondisi New Normal Berpotensi Kerek Penjualan Mobil Baru

28/05/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Industri otomotif Indonesia harus beradaptasi dengan kondisi New Normal. Kondisi ini juga disebut-sebut dapat meningkatkan penjualan mobil di Indonesia.

Penyebaran virus corona atau Covid-19 di seluruh dunia membuat sejumlah aktivitas ikut terganggu. Segala hal dibatasi demi mencegah laju penyebaran virus yang sangat cepat.

Hingga saat ini belum ada yang bisa memastikan kapan penyebaran virus corona berakhir baik di dunia maupun Indonesia. Kondisi ini membuat semua pihak harus cepat beradaptasi, menyesuaikan dengan hal yang serba baru atau sering disebut New Normal.

Penjualan Mobil Berpotensi Naik saat New Normal

>>> Rapor Merah Penjualan Mobil di Indonesia, Terburuk dalam 15 Tahun Terakhir

New Normal dialami seluruh industri tak terkecuali dunia otomotif Tanah Air. Supaya bisa beroperasi normal kembali, para pemain di industri otomotif harus menyesuaikan dengan kondisi New Normal yang kini marak digaungkan pemerintah.

Penjualan mobil baru

Ilustrasi penjualan mobil baru

Pada kondisi New Normal, masyarakat harus beradaptasi dengan situasi baru yakni tetap patuh terhadap protokol kesehatan saat melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Saat berpergian misalnya, diminta agar tetap menjaga jarak. Pun demikian saat menggunakan transportasi umum yang jumlah penumpang di dalamnya dibatasi.

>>> Virus Corona Bikin Orang Lebih Hati-hati saat Membeli Mobil Baru

Hal ini berpotensi membuat orang-orang beralih kembali menggunakan kendaraan pribadi dalam beraktivitas. Penjualan mobil pun bisa kembali bergairah karenanya, meski belum bisa diketahui penyebab utamanya. 

“Market otomotif masih dipengaruhi oleh beberap hal yang lain juga saat ini, baik itu situasi ekonomi, leasing dan juga covid / PSBB, dan lain-lain. Tentu ke depan post covid, ada potensi kebutuhan kendaraan pribadi yang meningkat,” kata Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy saat dihubungi Cintamobil.com, Rabu (27/5/2020).

Aktivitas penjualan mobil di Indonesia memang sangat berpengaruh dengan adanya Covid-19. Sebelumnya calon konsumen bisa bebas datang dan pergi ke dealer untuk sekedar melihat-lihat mobil hingga melakukan transaksi.

>>> Pilihan Toyota Alphard Bekas yang Harganya di Bawah Rp 150 Juta

Namun, adanya pembatasan aktivitas lewat PSBB membuat penjualan mobil secara digital kian digencarkan para pabrikan.

“Kombinasi offline dan online tentu akan continue di new normal,” tegas Anton.

Penjualan mobil baru

Penjualan mobil di dealer-dealer terbatas semenjak ada PSBB

Virus Corona Membuat Penjualan Mobil di RI Anjlok

Penjualan mobil di Indonesia tercatat anjlok sebagai imbas dari penyebaran corona. Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Yohannes Nangoi bahkan mengatakan penjualan ini yang terburuk dalam 15 tahun terakhir. Bahkan sulit bagi para pabrikan untuk mencapai target penjualan sebanyak 1,05 juta unit tahun ini.

Mengutip sata Gaikindo, penjualan secara wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) pada April 2020 tercatat anjlok hingga 90 persen. Tercatat pada April penjualan mobil pada April 2020 secara wholesales hanya mencapai 7.571 unit sementara retailsales 24.276 unit.

"Tapi melihat April dan Mei berjalan, terus terang ada perasaan was-was di hati saya karena kemungkinan 600 ribu berat sekali," ucap Nangoi.
 

>>> Temukan berbagai pilihan mobil baru dan bekas berkualitas di sini 

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top