Penjualan Kurang Laris, Mitsubishi Stop Produksi i-MiEV

06/10/2020

Pasar mobil

3 menit

Penjualan Kurang Laris, Mitsubishi Stop Produksi i-MiEV
Mitsubishi telah melahirkan mobil listrik perdananya i-MiEV sejak 2009. Namun penjualannya kurang laris sehingga Mitsubishi memutuskan stop produksi i-MiEV.

Mitsubishi dikabarkan bakal menyetop produksi dari mobil listrik mungil i-MiEV pada akhir tahun fiskal 2020. i-MiEV merupakan mobil listrik perdana Mitsubishi yang diproduksi secara massal.

Rencana Mitsubishi stop produksi i-MiEV salah satunya didasari oleh merosotnya penjualan. Tak cuma itu, teknologi i-MiEV juga dinilai kian tertinggal dibanding para rivalnya. Semisal jarak tempuh yang masih pendek dan faktor lainnya. 

"Kami tak memiliki dana yang cukup untuk berinvestasi dalam pengembangan mobil listrik," jelas salah satu eksekutif Mitsubishi dikutip Cintamobil.com dari Nikkei Asia, Selasa (10/6/2020). 

Mitsubishi i-MiEV

Mitsubishi i-MiEV bakal digantikan model lain

>>> Nissan LEAF Bisa Pakai Charger Milik Mitsubishi

Kurang Laris

Mitsubishi pun tak melakukan ubahan sama sekali pada mobil listrik i-MiEV. Bentuknya tidak berubah pun demikian dengan jarak tempuh yang hanya mencapai 160 km dalam satu kali pengisian baterai. 

i-MiEV pertama kali dirilis tahun 2009 dan dipasarkan lebih dari 50 negara termasuk Jepang, Eropa, dan Amerika. Tapi angka penjualannya justru tak sebaik yang diharapkan. Hingga saat ini tercatat baru ada 32.000 unit i-MiEV terjual di pasaran. Angka penjualan i-MiEV cukup kontras bila dibandingkan Nissan Leaf yang mencapai 500.000 unit sejak meluncur perdana tahun 2010. 

Mobil listrik i-MiEV sebelumnya juga sempat beberapa kali dipamerkan di hadapan masyarakat Indonesia.

Mitsubishi Motors juga diketahui menghibahkan mobil listrik i-MiEV ke Kementerian Perindustrian sebagai bahan penelitian pada tahun 2018. Sejak awal dipamerkan Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memang tak berencana untuk menjualnya di Tanah Air.

>>> PHEV Terlaris di Eropa 4 Tahun Berturut-Turut, Kapan Mitsubishi Outlander PHEV ke Indonesia?

Mitsubishi Kembangkan Mobil Listrik Lainnya

Mobil bertenaga listrik murni ini dinilai kurang pas dijual di Indonesia lantaran infrastruktur pengecasan yang masih minim. Belum lagi aturan perpajakan kala itu tak kunjung rampung berpotensi membuat harga mobil listrik mungil itu bakal mahal. 

Selain penjualannya merosot, langkah Mitsubishi stop produksi i-MiEV rupanya juga didasari oleh pengembangan model lainnya. Mitsubishi Motors disebut akan mengembangkan mobil listrik mungil terbaru sebagai pengganti i-MiEV bersama dengan rekan aliansinya, Nissan. 

Mitsubishi i-MiEV

Baterai i-MiEV

Direncananya mobil listrik terbarunya itu bisa dirilis pada awal tahun fiskal 2023. Jalinan kerjasama antar para pabrikan kian marak dalam beberapa tahun belakangan. Terlebih dalam pengembangan kendaraan listrik yang diprediksi menjadi mobil masa depan. 

Selain aliansi Nissan dan Mitsubishi, Honda juga menggaet General Motors untuk mengembangkan dua mobil listrik di Amerika Utara. 

>>> Mitsubishi Outlander PHEV Dipakai untuk Menyemprot Disinfektan

Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top