Penjualan Hyundai Diprediksi Merosot, Apa Sebabnya?

07/08/2021

Pasar mobil

3 menit

Hyundai memperkirakan penjualan globalnya merosot pada tahun ini dikarenakan banyaknya hambatan. Lantas, bagaimana dengan penjualan Hyundai di Indonesia?

Pencapaian target penjualan menjadi fokus para produsen otomotif di paruh kedua tahun ini. Namun tentu harus realistis dan menyesuaikan keadaan. Seperti Hyundai Motor Company, produsen mobil asal Korea itu memperkirakan penjualan globalnya bakal merosot di sisa tahun 2021.

Dua hambatan

Hyundai menyebut dua hal yang berpotensi menghambat penjualan perusahaannya dan juga merek lain, yaitu pandemi Covid-19 dan krisis chip.

“Hyundai Motor memperkirakan pertumbuhan penjualan on-year dapat melambat untuk sisa tahun ini di tengah kondisi bisnis yang buruk yang disebabkan oleh kebangkitan pandemi COVID-19, serta pasokan chip semikonduktor yang tidak stabil.” tulis Hyundai dalam rilisnya, awal Agustus ini.

>>> Cintamobil TV: Kelebihan dan Kekurangan Hyundai Kona Electric

Kebangkitan Covid-19

Kebangkitan Covid-19 ditandai dengan munculnya varian-varian baru. Salah satunya Delta yang dianggap paling ganas dan menimbulkan banyak korban di India. Virus ini kini menyebar di berbagai negara secara masif.

Bahkan di China yang dianggap paling sukses mengatasi pandemi di penghujung 2020 kini kedatangan Delta. Sejumlah kota tutup dan tes dilakukan besar-besaran.

Di Korea yang menjadi pasar utama Hyundai juga demikian, Covid-19 kembali melonjak. Bahkan ditemukan virus baru bernama Delta Plus.

Krisis chip

Krisis chip sudah terjadi sejak Januari 2021 dimana produsen chip menurunkan produksinya karena pandemi yang berkepanjangan. Sebagian lagi tutup karena faktor cuaca. Seperti pabrik chip Samsung dan NXP Semiconductors di Austin Texas yang sempat tutup karena badai salju.

Ada juga yang terkena musibah lain, yaitu pabrik chip semikonduktor Asahi Kasei Microdevices asal Jepang yang kebakaran di awal tahun. Padahal chip produksinya sangat digantungkan industri otomotif dan industri lain yang berbasis komputer.

Di sisi lain, permintaan chip melonjak dampak dari semakin meningkatnya permintaan mobil listrik di seluruh dunia, khususnya di negara-negara maju.

>>> Penjualan IONIQ 5 Meledak, Hyundai Dibayangi Krisis Chip

Foto menunjukkan Hyundai Ioniq 5 tampak samping depan

Ioniq 5 yang kini jadi andalan baru Hyundai

Penjualan Hyundai

Hyundai sendiri berkomitmen untuk meningkatkan penjualan dengan beragam cara, tanpa mengesampingkan sisi keselamatan mitra-mitranya.

“perusahaan akan berusaha untuk mempertahankan momentum penjualannya untuk sisa tahun ini dan secara proaktif mengatasi risikonya.” tulis Hyundai.

Tahun ini dari Januari-Juli 2021 penjualan Hyundai secara global mencapai 2.341.094 unit. Angkanya meningkat 21,6% dari tahun 2020 yang terjual 1.924.743 unit.

Sedangkan untuk penjualan bulanan merosot cukup 13%. Penjualan bulan Juli sebanyak 309.901 unit dari sebelumnya 356.628 unit di bulan Juni.

Bagaimana dengan penjualan di Indonesia?

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan Hyundai tahun ini baru mencapai 1.335 unit (Januari-Juni 2021). Rinciannya sebanyak 1.213 unit dijual HMID dan 122 unit dijual dealer Hyundai Indonesia Motors (HIM).

>>> Ioniq 5 Disebut Bakal Diproduksi di Cikarang

Foto salah satu dealer Hyundai

Penjualan Hyundai diprediksi merosot

>>> Tertarik mobil Hyundai, Cek harganya di sini!

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top