Pengisian Induktif Mobil Listrik Bikin Bisa Ngecas Sambil Jalan!

18/05/2021

Pasar mobil

5 menit

Teknologi sistem pengisian induktif menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kendala jarak tempuh dan infrastukrut pengisian baterai pada mobil listrik

Hingga saat ini, jarak tempuh dan infrastruktur pengisian masih menjadi persoalan mahabesar untuk program pemasalan mobil listrik. Kendala itu menyebabkan  penjualan mobil listrik masih tersendat. Ya siapa yang mau terdampar di luar kota gara-gara tidak ada stasiun pengisian listrik? Ibarat membawa smartphone, ternyata baterainya habis dalam perjalanan dan tidak membawa mobile charger.

Gambar F22 & fuel tanker

Mungkin di masa depan isi baterai mobil listrik bisa sambil melaju, dan diilhami dari isi bahan bakar di udara seperti ini

Namun kini ada setitik harapan yang ditawarkan oleh peneliti dari Universitas Cornell yang berbasis di Ithaca, New York, Amerika Serikat. Mereka sedang meneliti kemungkinan penerapan teknologi pengisian induktif mobil listrik yang bisa dilakukan sambil melaju. Jadi tidak harus mengisi baterai sambil menunggu di sebuah tempat selama berjam-jam.  

>>> Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Mobil Listrik di Indonesia

Cara Kerja Mirip Wireless Charging

Sejatinya, pengisian induktif untuk baterai (inductive charging) bukanlah hal baru karena sebelumnya sudah digunakan secara meluas untuk pengisian baterai smartphone. Bahkan beberapa mobil keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan fitur pengisian nirkabel (wireless charging) untuk smartphone.

gambar charging

Pengisian induktif sudah lama digunakan untuk mengisi baterai smartphone

Nah, ide para peneliti Universitas Cornell adalah mewujudkan pengisian nirkabel atau pengisian induktif mobil listrik yang sedang melaju. Namun ide tadi menghadapi kendala berupa biaya yang mahal untuk membangkitkan medan magnet di sepanjang jalan dan juga membutuhkan aspal khusus guna kebutuhan tersebut.      

Sudah Ada

Faktanya, ide itu sudah pernah diujikan di negara bagian California pada tahun 1980-an namun untuk membangkitkan medan magnet dibutuhkan perangkat keras yang sangat mahal dan boros energi (boros listrik). Makanya, Khurram Afridi,  associate professor Universitas Cornell yang memimpin penelitian soal pengisian induktif untuk mobil listrik berupaya memanfaatkan pengalamannya saat masih bekerja di NASA Jet Propulsion Lab. Salah satunya adalah menggunakan medan listrik frekuensi tinggi, jadi tidak memakai medan magnetik.

gambar charging

Ide pengisian induktif mobil listrik sudah pernah dicoba pada tahun 1980-an di California

Khurram Afridi yakin bahwa medan listrik frekuensi tinggi lebih baik daripada medan magnetik untuk memaksimalkan pengisian induktif bagi mobil listrik. Sejauh ini, pengembangan perangkat oleh  tim  Khurram Afridi memungkinkan mobil listrik  dengan ground clearance setinggi 180 mm untuk melakukan pengisian sambil melaju. Metode pengisian induktif dilaksanakan oleh plat logam yang terpasang di jalan dan terpisah dengan jarak tertentu agar mobil tetap dapat melakukan pengisian selama berada di atas  jalan. Sistem pengisian frekuensi tinggi ini dapat mengisi baterai Nissan LEAF dalam waktu 4-5 jam. Sedangkan mobil listrik dengan baterai berkapasitas besar seperti  Tesla butuh waktu lebih lama.  

Kendala Infrastruktur 

Masalah biaya menyebabkan tidak mungkin memasang plat pengisi baterai di setiap jalan. Jalan tengahnya adalah plat pengisi baterai ditempatkan di  lajur jalan yang sudah ditentukan. Pengemudi mobil tinggal membayar untuk mendapatkan layanan pengisian baterai mobil listriknya.

gambar tesla

Stasiun pengisian baterai menjadi salah satu kendala pemasalan mobil listrik

Plat pengisian tersebut juga bisa dipasang pada lampu atau rambu lalu lintas sehingga mempercepat proses pengisian baterai mobil listrik. Pada sisi lain, pabrikan mobil juga harus mengembangkan peralatan khusus berupa teknologi pengisian baterai dengan sistem  medan listrik frekuensi tinggi yang tentunya membutuhkan uang dan waktu.      

Jika berhasil... 

Foto DFSK Gelora E sedang dicharge

Enggak perlu charging point di tempat tertentu kalau berhasil

Jika berhasil maka mobil listrik tidak perlu membawa baterai berukuran besar yang boros tempat dan sangat berat. Cukup menggotong baterai berukuran kompak dan ringan disertai sistem pengisian cepat sehingga mobil lebih ringan dan lebih ramah lingkungan. Hanya saja, teknologi kreasi Khurram Afridi ini masih butuh waktu hingga 10 tahun lagi agar 100% siap untuk digunakan secara menyeluruh.  

>>> Ini Dia Mobil Listrik Termurah di Indonesia

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

 
back to top