Ogah Diperiksa karena Tidak Pakai Masker, Seorang Pemotor Pukul Petugas

24/05/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Aksi nekat dilakukan oleh seorang pria di Surakarta memukul petugas karena tak senang ditegur tidak pakai masker saat berkendara di jalan.

Tidak terima diingatkan petugas saat terjaring operasi gabungan seorang oknum pelanggar protokol kesehatan di jalan memukul petugas Satlantas Polres Surakarta saat sedang menggelar razia di Jalan Kiyai Mojo, Pasar Kliwon, Minggu (23/5). Pelaku memukul petugas karena tidak mau diperiksa saat berkendara tanpa menggunakan masker.

>>> Ini Motif Pengemudi VW Beetle yang Tabrak Polisi di Pos Penyekatan

Gambar menunjukan Pelaku pukul petugas

Pelaku pemukul petugas 

Pelaku Memukul Petugas

Kejadian ini bermula dari pengemudi motor Vario yang tidak menggunakan helm, membawa penumpang lebih dari satu dan melanggar protokol karena tidak pakai masker hendak diperiksa oleh petugas.

Pada saat hendak diberhentikan petugas untuk diminta memperlihatkan surat-surat kendaraannya, oknum tersebut tidak mau diberhentikan dan justru melakukan perlawanan dengan memukul petugas. Tidak berhenti disitu, pelaku juga melontarkan kata-kata kasar kepada petugas. Kemudian petugas yang lain langsung mengamankan orang tersebut untuk dilakukan pemeriksaan

“Saat itu petugas akan memberikan pengarahan, pemahaman dan pencerahan terkait bahaya Covid 19. Namun pelaku menolak dan langsung melakukan pemukulan,” papar Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak seperti dikutip dari NTMC Polri (24/5).

Ade menambahkan saat ini pengendara tersebut sudah diamankan dan dilakukan pemeriksaan, baik pemeriksaan surat surat kendaraannya. Termasuk juga pemeriksaan kasus pemukulannya terhadap petugas Satlantas Polresta Surakarta.

“Kami berharap, kejadian ini jangan terulang lagi di masyarakat, petugas menjalankan tugasnya untuk keselamatan rakyatnya,” pesannya.

>>> Ogah Diperiksa, Pengemudi VW Beetle Tabrak Polisi di Pos Penyekatan

Gambar menunjukan Arogan di jalan

Budayakan jadi pengendara yang sabar di jalan

Hentikan Arogansi di Jalan

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai fenomena sikap arogan di jalan warga terhadap petugas dan aparat kepolisian yang sedang menjalankan tugas tidak bisa terus dibiarkan. Dia mengajak semua pihak agar saling menghormati dan tidak arogan di jalanan.

Sahroni mengemukakan hal itu terkait dengan berbagai dokumentasi di media sosial yang menunjukkan masyarakat yang mengamuk hingga memaki petugas. Menurutnya, kejadian arogansi tersebut bukan cuma satu orang saja, melainkan berkali-kali terjadi dan selalu berakhir dengan materai Rp 10.000.

Sahroni memandang perlu tindakan yang lebih tegas oleh petugas terhadap para pelaku keributan tersebut, di antaranya dengan kerja sosial atau dipenjara.

"Ini sudah tidak bisa dibiarkan, harus ada larangan keras agar masyarakat juga bisa lebih menuruti aturan dan petugas yang bekerja. Hukumannya bisa dengan kerja sosial atau dipenjara saja,” kata Sahroni belum lama ini.

>>> Cara Merawat Mesin Motor Kopling Agar Performanya Tetap Oke

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top