Penelitian: Kemampuan Baterai Mobil Listrik Menurun 2,3 Persen per Tahunnya

19/12/2019

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Penelitian: Kemampuan Baterai Mobil Listrik Menurun 2,3 Persen per Tahunnya
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kemampuan baterai mobil listrik memiliki kecenderungan menurun setiap tahunnya. Apa sajakah penyebabnya?

Kehadiran mobil listrik memang mampu menjawab kebutuhan akan sebuah kendaaraan yang ramah lingkungan dan efisien. Tak heran jika hampir semua pabrikan telah mempersiapkan lini mobil listrik mereka demi menjawab tuntutan jaman tersebut. Aplikasi teknologi canggih pun tengah dipersiapkan untuk membuat usia baterai semakin panjang. Baterai memang menjadi komponen terpenting bagi mobil listrik modern.

>>> Mulai 2020, Jakarta Terapkan Insentif Mobil Listrik

Foto baterai mobil listrik

Penurunan kemampuan baterai mobil listrik akan berpengaruh pada jangkauan jelajahnya

Namun ada kabar yang mengejutkan dirilis oleh Geotab, sebuah perusahaan telemetri yang telah melakukan penelitian terhadap usia dan kemampuan baterai pada mobil listrik di seluruh dunia. Menurut hasil penelitian mereka, kemampuan baterai memiliki kencenderungan menurun hingga mencapai 2,3 % setiap tahunnya. Angka penurunan tersebut merupakan hasil rata-rata yang diambil dari 6.300 mobil listrik dari 64 merek dan model yang telah beredar di pasaran.

>>> Ingin membeli mobil baru? Dapatkan daftarnya hanya di sini

Penurunan kemampuan baterai ini dihitungan berdasarkan parameter State of Health (SOH) yang menghitung jumlah energi (kWh) yang mampu diakomodasi oleh setiap baterai. Dalam kondisi baru, SOH setiap baterai pada mobil listrik menunjukkan angka 100 persen, namun akan menurun kemampuannya dalam menyimpan energi setiap tahunnya. Hal ini akan berdampak pada jangkauan jelajah dari mobil listrik itu sendiri.

Foto angka penurunan pada baterai mobil listrik

Kurva penurunan kemampuan baterai mobil listrik per tahunnya

Menurut Geotab, komponen pendingin pada baterai memiliki pengaruh besar terhadap pada usia dan kemampuan baterai. Sebagai contoh, pada Tesla Model S tahun 2015 yang menggunakan pendingin cair mendapatkan angka penurunan kemampuan baterai di angka 2,3% per tahunnya. Sementara untuk Nissan Leaf di tahun yang sama memiliki angka penurunan mencapai 4,2% karena masih menggunakan passive air cooling. Geotab juga menyimpulkan bahwa penurunan kemampuan baterai di mobil listrik tidaklah liner per tahunnya. Mereka juga menyebutkan bahwa penururan kemampuan baterai yang lambat di tahun – tahun awal bisa saja diikuti dengan penurunan yang lebih cepat di tahun berikutnya. 

>>> Hyundai N Performance Akan Hadir di Lini SUV dan Mobil Listrik

Hasil mengejutkan lainnya adalah, mobil listrik yang sering digunakan atau dicharge baterainya memiliki penurunan kemampuan baterai tak lebih besar dibandingkan dengan mobil listrik yang jarang digunakan atau dicharge. Selain itu, kondisi dan iklim wilayah dimana kendaraan listrik berada juga menentukan usia dari kapasitas baterai kendaraan listrik. Untuk kendaraan listrik yang digunakan di iklim yang lebih panas mengalami penurunan kemampuan baterai lebih cepat dibandingkan di daerah yang iklimnya dingin.

Foto teknologi cooling pada mobil listrik

Usia pakai baterai mobil listrik juga dipengaruhi dari teknologi pendinginannya

Selain itu, variabel lainnya yang memiliki pengaruh besar terhadap penurunan kemampuan baterai adalah aspek penggunaan fast charging secara periodik. Hal tersebut menandakan bahwa semakin sering mobil menggunakan fast charging, maka makin tinggi pula tingkat penurunan kemampuan baterainya. Dengan hasil penelitian ini, diharapkan produsen baterai dan pabrikan mobil dapat memberikan solusi untuk mengurangi angka penurunan kemampuan baterai mobil listrik mereka.

>>> Selalu update kabar pasar mobil di sini

>>> Simak juga berita otomotif terkini lainnya di Cintamobil.com

Share this post:

Berita lain

Resmi Dideklarasikan, Tesla Club Indonesia Ingin Masyarakat Hijrah ke Mobil Listrik

16/12/2019

Event - Promosi

5 menit

Tesla Club Indonesia resmi dideklarasikan. Ini merupakan komunitas mobil listrik Tesla yang ada di seluruh Tanah Air dan membernya sudah mencapai 52 orang.

Lihat juga

Menperin Siapkan 4 Regulasi Terkait Program Kendaraan Listrik

16/12/2019

Pasar mobil

4 menit

Kemenperin tengah menyiapkan 4 Peraturan Menteri Perindustrian, sebagai regulasi turunan dari Perpres Nomor 55 tentang Program Kendaraan Listrik di Indonesia.

Lihat juga

Ferrari Tak Akan Jual Mobil Listrik Sampai 2025

13/12/2019

Mobil baru

4 menit

Belum sepenuhnya yakin dengan kemampuan serta teknologi baterai mobil listrik di pasaran, Ferrari tampaknya akan menunda kehadiran mobil listrik pertamanya setidaknya sampai 2025.

Lihat juga

BMW i4 Tengah Disiapkan, Sedan Listrik Pertama Berdaya Jelajah 600 Km

10/12/2019

Mobil baru

3 menit

Bayerische Motoren Werke AG tengah menyiapkan BMW i4 Gran Coupé, model terbaru mobil listrik dengan daya jelajah 600 km dalam sekali pengisian penuh. Rencananya bakal diluncurkan tahun 2021

Lihat juga

Komparasi Tesla Model 3 VS Honda NSX, Adu Kencang Mobil Listrik Lawan Supercar Hybrid

04/12/2019

Jual beli

3 menit

Di era elektrifikasi masa kini, mobil listrik seringkali dianggap sebagai “algojo” supremasi supercar dalam hal performa. Apakah hal tersebut benar adanya? Mari kita buktikan anggapan tersebut dalam Komparasi Tesla Model 3 vs Honda NSX berikut ini

Lihat juga