Pencurian Mobil Tanpa Kunci Meningkat dengan Menggunakan Perangkat Lunak di Malaysia

18/02/2018

Pasar mobil
Pencurian Mobil Tanpa Kunci Meningkat dengan Menggunakan Perangkat Lunak di Malaysia
Perkembangan teknologi tidak hanya memberikan keuntungan jika berada pada tangan yang tepat, tapi juga bisa membahayakan bila dipakai dengan niat jahat. Baru-baru ini, pencurian dengan membobol mobil tanpa kunci marak terjadi di Malaysia.

Baru-baru ini, telah terjadi serentetan kasus di Malaysia dimana pencuri mulai membobol mobil tanpa kunci dengan perangkat jarak jauh. Meskipun mengkhawatirkan bahwa pencuri mengembangkan teknologi tertentu untuk melakukan kejahatannya, yang lebih menakutkan adalah perangkat semacam itu bisa dibeli secara online dan beberapa toko elektronik dengan harga yang murah.

Gambar yang menunjukan sebuah tangan yang sedang menekan tombol starter pada mobil tanpa kunci

Mobil tanpa kunci menjadi sasaran pencurian akhir-akhir ini

Menurut The Star, perangkat lunak tersebut hanya berharga RM 150, atau sekitar Rp. 600 Ribu saja. Dengan pencarian cepat secara online mengungkapkan bahwa perangkat tersebut bisa dibeli lebih murah secara online. Contohnya perangkat RollJam portabel yang dijual seharga US$ 30 atau sekitar Rp 500 Ribu.

>>> Baca juga Bus listrik diperkirakan akan mulai berjalan pada 2025

Bukan hanya di Malaysia, RAC Ltd, sebuah perusahaan jasa otomotif di Inggris, telah melihat peningkatan 30% kasus pencurian mobil di Inggris dan Wales. Dari 65.783 kasus pencurian pada tahun 2013 menjadi 85.688 pada tahun 2016. Kasus ini sebagian besar terjadi karena metode teknologi hacking tersebut.

Gambar yang menunjukan kunci fob pada kunci mobil tanpa kunci

Pencuri menggunakan software untuk meretas kunci fob mobil

Lalu, bagaimana sebenarnya pencurian dengan hacking ini dilakukan? Seringkali, perangkat ini masuk ke dalam mobil menggunakan informasi identifikasi frekuensi radio (RFID). Perangkat ini bisa masuk ke mobil tanpa kunci Anda dengan dua cara, yaitu:

  • Perangkat ini akan menyalin kode dari fob kunci Anda (benda dengan tombol yang Anda gunakan untuk membuka mobil), dan denga efektif menduplikatkan fungsi pembuka pada mobil
  • Lalu perangkat ini secara langsung “menyerang” untuk membuat mobil merespons dengan kode bergulir yang memungkinkan peretas memecahkannya dan mendapatkan akses ke mobil Anda.

>>> Baca juga berita pasar mobil lainnya disini

Yang menakutkan adalah peretas telah menunjukan bahwa alat ini tidak hanya bisa membuka kunci dan menghidupkan mobil, tapi juga berpotensi bisa mengurung Anda di dalam mobil atau bahkan “membunuh” mesin saat Anda sedang mengemudi.

Pencuri menggunakan teknologi canggih sebagaimana yang terekam pada CCTV berikut ini

Ada beberapa saran yang bisa Anda lakukan untuk menghindari serangan perangkat lunak ini. Diantaranya adalah:

  • Gunakan perangkat anti-pencurian seperti kunci kemudi, immobilizer, sensor gerak dan alarm kelas atas.
  • Jauhkan kunci dari jendela dan pintu. Anda bisa menggunakan kantong Faraday yang berfungsi untuk  menghalangi sinyal dari luar yang berusaha untuk terhubung dengan kunci fob Anda.
  • Menggunakan kunci kuno mungkin bisa membuat pencuri berfikir dua kali, karena butuh waktu lama untuk meretas mobil.
  • Memasang alat pelacak pada mobil akan membantu ketika mobil Anda dicuri untuk mempermudah penyelidikan dan menangkap pencuri.

Gambar yang menunjukan kunci kemudi yang terpasang pada bagian kemudi mobil

Penggunakan kunci kemudi menjadi salah satu cara pencegah pencurian

Sejauh ini, beberapa mobil yang rentan dengan pencurian yang membobol mobil tanpa kunci, yaitu beberapa model dari Audi, Ford, Toyota, Hyundai, Renault, Mini Cooper, Nissan, Mercedes, dan BMW. Bukan semua model, tapi jika Anda memiliki mobil di atas, sebaiknya Anda lebih berhati-hati jika mempunyai model dengan mobil tanpa kunci.

>>> Baca juga berita otomotif lainnya disini

 
back to top