Pemotor Ini Lolos di Titik Penyekatan Karena Alasan Mau Menikah

10/05/2021

Pasar mobil

3 menit

Seorang pemotor asal Pemalang Provinsi Jawa Tengah berhasil lolos di titik penyekatan Kabupaten Karawang dan bisa mudik ke kampung halaman karena mau menikah.

Pos penyekatan didirikan untuk menghadang siapapun yang ingin mudik lebaran. Namun pada kenyataannya di lapangan ada ‘pengecualian’ atas keputusan Pemerintah tersebut. Misalnya seorang pemuda berhasil lolos di titik penyekatan dan boleh melanjutkan perjalanan untuk mudik.

Alasan mau menikah

Namanya Lukus Aji (26), pemuda asal Pemalang Jawa Tengah itu dihentikan petugas gabungan di titik penyekatan Tanjungpura, Kabupaten Karawang pada Minggu, (9/5/2021). Dia mengendarai sepeda motor dari Jakarta dengan penampilan selayaknya melakukan perjalanan jauh. Dan benar, Aji memang ingin mudik di momen lebaran ini. Petugas lantas mengarahkan untuk putar balik ke Jakarta. Selain tidak memiliki bukti surat bebas Covid-19 juga karena tidak termasuk kriteria perjalanan yang diizinkan.

>>> Kriteria Kendaraan yang Bakal Dicegat di Pos Penyekatan

Foto suasana di Titik Penyekatan Tanjungpura Karawang malam hari

Penyekatan larangan mudik berlangsung 24 jam

Alih-alih menuruti arahan petugas, Aji justru memohon-mohon agar diizinkan melanjutkan perjalanan. Alasannya bukan karena PHK atau tidak ada pekerjaan, melainkan dia mau menjalani akad nikah setelah lebaran usai.

“Mau mudik ke Pemalang karena saya mau menikah dengan calon istri saya, kebetulan calon istri saya ini sama-sama orang Pemalang juga. InsyaAllah akad nikahnya pada tanggal 21 Mei mendatang, mudik mau menikah,” kata Aji.

Aji kemudian diarahkan untuk menjalani tes antigen dan hasilnya negatif. Petugas mempersilahkan dia melanjutkan perjalanan mudiknya ke kampung halaman.

“Iya hasil tes antigen pemudik yang mau menikah itu, hasilnya negative,” ujar Ali, seorang Petugas medis dari Puskesmas Karawang Kota yang bertugas di Pos Sekat Tanjungpura Karawang.

>>> Viral! Pos Penyekatan di Karawang Dijebol Pemudik

Foto menunjukkan seorang Pemudik asal Pemalang menunjukkan hasil tes antigen di pos penyekatan Tanjungpura Karawang

Pemuda asal Pemalang Jawa Tengah bisa mudik karena alasan menikah

Pengecualian larangan mudik

Larangan mudik ditetapkan pemerintah mulai 6-17 Mei 2021 dan berlaku secara umum. Sebanyak 381 titik penyekatan dioperasikan untuk mencegah kendaraan melintas keluar wilayah.

Namun demikian, ada beberapa perjalanan yang tetap diperbolehkan, yaitu bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh 1 (satu) orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 (dua) orang, pelayanan kesehatan darurat, dan kepentingan non mudik tertentu lainnya.

Kemudian untuk beberapa jenis kendaraan juga diperbolehkan melintas, sebagaimana disebut dalam Permenhub No.13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Diantaranya kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI, kendaraan dinas operasional, berplat dinas, TNI, Polri dan kendaraan dinas operasional petugas jalan tol, kendaraan pemadam kebakaran, ambulance dan mobil jenazah.

>>> Sederet Kerugian Mudik Menggunakan Travel Gelap

Foto menunjukkan Petugas Ditjen Hubdat memantau titik penyekatan larangan mudik

Kendaraan barang diancam sanksi berat jika membawa pemudik

>>> Tinggal di Karawang, Temukan mobil pilihanmu di sini!

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top