Pemilik Supercar Jarang yang Mau Asuransikan Mobilnya, Kenapa Ya?

11/05/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Tak semua pemilik mobil mau mengasuransikan mobilnya. Misalnya untuk sekelas supercar, para pemiliknya jarang yang mengasuransikannya lantaran premi yang mahal.

Tak semua pemilik mobil ingin mengasuransikan mobilnya. Asuransi memang tak mengikat seseorang ketika membeli mobil. Ini merupakan pilihan bagi pengendara yang tak mau repot ketika sesuatu hal terjadi pada mobilnya. 

Saat berada di jalan, beragam risiko pun mengintai para pengendara dan bisa dialami kapan saja. Meski sudah berhati-hati bukan tak mungkin Anda mengalami hal yang tak diinginkan seperti kecelakaan.

Koleksi Tesla

Mobil-mobil Tesla yang dijual TDA Luxury Toys

Premi Mahal

Dengan asuransi, setidaknya para pengendara tak kebingungan bila mobil mengalami suatu hal buruk dan membutuhkan biaya perbaikan yang mahal. 

>>> Harga Supercar Bekas Turun di Tengah Pandemi Corona?

Tapi rupanya hal itu tak dipilih oleh kebanyakan pemilik supercar di Indonesia. Premi asuransi yang tinggi disebut-sebut menjadi alasan pemilik supercar ogah untuk mengasuransikan mobilnya. 

"Biasanya sih kalau orang yang beli sama kita, kita anjurin asuransi. Cuma kadang-kadang banyak orang yang nggak mau karena mobil itu sebenernya jarang jalan. Misalnya mobil tahun 2013 itu, rata-rata kilometer di bawah 10.000," ungkap President Director TDA Luxury Toys William Tjandra dalam kesempatan video conference dengan beberapa media otomotif belum lama ini. 

>>> Bisakah Mobil Tua Diasuransikan?

"Asuransi juga mahal, mungkin kalau itu bisa mahal, misal kalau Rp 3 miliar 1 persen aja 30-50 juta sedangkan mobilnya nggak pernah jalan kan," sambung Willi. 

Ya, supercar memang tak digunakan pemilik untuk menemani aktivitas sehari-hari. Supercar biasanya diajak ngebut pada hari libur dan juga akhir pekan lantaran jalanan lebih lancar. 

Namun ada juga beberapa orang yang sempat nekat mengendarai supercar di jalanan macet hingga berujung mesin terbakar. 

Dealer supercar

Supercar di dealer TDA Luxury Toys

>>> Ada PSBB, Klaim Asuransi Mobil Diterima tapi Dibetulkannya Nanti

Biaya Perbaikan Bisa Mencapai Miliaran

Asuransi untuk supercar bisa dibilang cukup penting. Mengingat biaya untuk melakukan reparasi ketika terjadi kecelakaan bisa setara dengan harga mobil bekasnya. 

Willi mencontohkan mobil McLaren MP4 yang baru-baru ini mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi. Kerusakannya cukup parah hingga bagian mesin hancur. Biaya perbaikannya agar bisa mulus lagi ditaksir mencapai Rp 3 miliar atau hampir sama dengan harga bekasnya saat ini. 

"Mungkin saya rasa bisa jadi lebih dari Rp 3 miliar, lebih dari harga mobil bekasnya, kalo McLaren MP4 tahun 2012-2013 harganya antara Rp 3-3,5 miliar," pungkas Willi. 

>>> Pilihan mobil bekas berkualitas untuk persiapan Lebaran cari disini yang paling lengkap

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top