Pemerintah 'Hapus' Mobil LCGC, Diganti Menjadi Mobil KBH2

05/05/2017

Pasar mobil
Share this post:
Pemerintah 'Hapus' Mobil LCGC, Diganti Menjadi Mobil KBH2
Sebutan LCGC saat ini memang sudah dirasa tidak tepat, melainkan lebih mengarah ke KBH2. Program KBH2 sendiri sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian Indonesia Nomor 33 Tahun 2013

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mengingatkan industri otomotif, untuk istilah low cost green car atau LCGC tidak digunakan lagi dalam pelaksanaan Program Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2).

Tentang hal ini, Direktur jeneral Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan sudah mengatakan bahwa “Kita upayakan enggak usah pakai 'green' lagi karena green itu selalu dikonotasikan kendaraan listrik sehingga menurut kami lebih baik kendaraan sampai 1.200 cc atau setara kita gunakan istilah program KBH2," di Jakarta, hari Kamis tanggal 20 April 2017.

istilah LCGC sekarang diganti menjadi KBH2 menurut kebijakan pemerintah
Menurut kebijakan dari pemerintah istilah LCGC sekarang diganti menjadi KBH2 

Dia melanjutkan apalagi pada masa depan, pemerintah akan membuat kebijakan serupa dengan KBH2 namun ditujukan untuk kapasitas kendaraan diatas dari 1.200 cc sampai 2.000 cc. Lalu, secara keseluruhan gerakan ini seperti insentif pertumbuhan industri kendaraan tersebut.

"Kita harapkan ini lebih bagus dari program KBH2 di mana akan meningkatkan industri penunjang."

Bapak Suryawirawan juga memberitahukan kebijakan itu dibuat untuk mencapai target Indonesia dalam penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030. Dimana kendaraan jenis ini merupakan kontribusi terbesar dalam penurunan gas emisi yang diperkirakan mencapai sekitar 26 persen.

"Penurunan emisi gas rumah kaca akan sangat efektif apabila mendapat kontribusi dari kendaraan yang ada di jalan raya. Kalau kita bisa mengombinasikan teknologi yang dipergunakan, diversifikasi dari bahan bakar yang dipakai, diversifikasi alat kendaraan transportasi yang dipakai."

Pemerintah saat ini mewacanakan akan mengubah mekanisme insentif fiskal kendaraan murah yang ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC). Menurut Kementerian Perindustrian, saat ini pihaknya masih melakukan pengkajian secara mendalam disekitar hal itu. Sementara kabar yang berembus di masyarakat adalah pemerintah akan mencabut sepenuhnya program LCGC.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartato dengan tegas membantah kabar ini. Dia menjelaskan rencana mengubah insentif ini bukan berarti menghapus program LCGC, melainkan berupaya mengurangi stimulus yang selama ini diberikan pada mobil berharga murah dan irit bahan bakar itu.

"Jadi kita tidak pernah menghapus. Jadi yang ada kan memang spesial tarif, artinya kalau mobil lain ada (tambahan) biaya mobil mewah (PPnBM). Tapi tidak ada yang dihapus, aslinya KBH2 (Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau)," demikian diungkapkan oleh Airlangga di Fasilitas R&D Center Daihatsu, Karawang, hari Senin tanggal 10 bulan April 2017.

Bapak Airlangga melanjutkan pengkajian soal insentif LCGC memang perlu dilakukan untuk memuluskan rencana pemerintah menghadirkan kendaraan low carbon emission vehicle (LCEV) di Tanah Air. "Pengkajian itu karena kita kan mau keluarin yang baru, yang LCEV. Tapi tentu harapannya KBH2 nanti akan mampu mengikuti hemat energi yang lebih besar lagi."

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan, mengatakan, sebutan LCGC saat ini memang sudah dirasa tidak tepat, melainkan lebih mengarah ke KBH2. Program KBH2 sendiri sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian Indonesia Nomor 33 Tahun 2013.

"LCGC itu dirancang menjadi kendaraan yang berbahan bakar hemat dan harganya terjangkau, bahasa Inggrisnya LCGC. Sekarang kalau ini ada green-nya itu mikirnya selalu listrik, makanya saya cenderung pakai KBH2."

Share this post:
 
back to top