Pemerintah Butuh 132.000 Mobil Listrik untuk Kendaraan Dinas

31/05/2021

Pasar mobil

3 menit

Pemerintah membutuhkan setidaknya 132.000 mobil listrik yang bakal dijadikan kendaraan operasional sekaligus transportasi umum hingga tahun 2030 mendatang.

Perlahan tapi pasti, pemerintah terus mendorong penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air. Bahkan Kementerian Perhubungan mencanangkan setidaknya ada 132.000 unit mobil listrik yang akan digunakan sebagai kendaraan dinas operasional pemerintahan maupun transportasi umum yang penuhi jalanan Indonesia pada tahun 2030. 

Perkiraan tersebut merupakan salah satu bagian dari hasil penyusunan Peta Jalan Transformasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) sebagai Kendaraan Operasional Pemerintahan dan Transportasi Umum yang dilakukan oleh Kemenhub.

Menteri Perhubungan Bakal Gunakan Mobil Listrik Jadi Kendaraan Dinas

Menhub Budi Karya juga sudah menggunakan mobil listrik untuk kendaraan dinasnya

>>> 3 Mobil Listrik Hyundai Resmi Jadi Kendaraan Dinas Pemprov Jawa Barat

Kendaraan Listrik Sudah Dapat Ragam Insentif

“Kami rencanakan penerapan penggunaan KBLBB sebagai kendaraan operasional pemerintahan, akan dilakukan di 3 (tiga) Kota Percontohan di Indonesia yaitu: DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali,” demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi belum lama ini. 

Sebenarnya, peta jalan tersebut sudah disusun guna mempercepat program kendaraan listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan di Indonesia sesuai dengan Perpres Nomor 55 tahun 2019. 

Selain untuk mempercepat penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air, pemerintah juga telah memberikan insentif fiskal berupa pengenaan biaya pengujian KBLBB yang lebih murah dibandingkan dengan Kendaraan berbahan bakar minyak (BBM), yang masih terdapat item biaya uji emisi gas buang. 

Contohnya untuk sepeda motor, biaya uji kendaraan BBM mencapai 9,5 juta rupiah, sedangkan untuk KBLBB hanya 4,5 juta rupiah. Kemudian, mobil, untuk kendaraan BBM mencapai 27,8 juta rupiah, sedangkan KBLBB hanya 13,2 juta rupiah dan Bus, untuk kendaraan BBM mencapai 126,9 juta, sedangkan KBLBB hanya 13,2 juta rupiah.

>>> Mobil Listrik Toyota Mengaspal di Bali

Berharap Bisa Terealisasi Cepat

Sejumlah pemerintah daerah yakni di Jawa Timur, Banten, Bali, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah, juga telah menyusun kebijakan insentif fiskal berupa pengurangan biaya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk KBLBB.

mobil listrik hyundai

Pemprov Jawa Barat sudah gunakan mobil listrik Hyundai sebagai kendaraan dinas

“Sampai dengan saat ini, berdasarkan data dari Kementerian ESDM, juga telah dibangun 112 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia. Dan pada tahun 2031, kebutuhan SPKLU di Indonesia mencapai 7.146 unit,” kata Budi.

Budi lebih lanjut berharap kolaborasi antara Kementerian/Lembaga dapat terus berjalan baik agar penggunaan KBLBB di Indonesia dapat direalisasikan dengan cepat. Dengan begitu, polusi udara di Tanah Air bisa dikurangi dengan signifikan. 

“Stakeholder sudah bergerak, pelaku industri kita harapkan juga bergerak, masyarakat juga kiranya bisa melakukan suatu upaya mengurangi emisi CO2 dari kendaraan berbahan bakar fosil dengan menggunakan kendaraan listrik agar kualitas udara di Indonesia semakin baik,” ucap Budi.

>>> Ternyata Ini Alasan Orang Membeli Mobil Listrik Tesla

Penulis
Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor. Roles Sebagai Editor di Cintamobil.com, Dina berperan menulis sekaligus mengedit tulisan agar lebih enak untuk dibaca dan juga mengontrol pemberitaan yang lebih layak. Di samping itu, tetap memantau pergerakan berita di industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. Specialities Memantau pergerakan berita di industri otomotif sekaligus menulisnya dengan cepat Mengedit berita Experience - GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019 - IIMS 2017, 2018, 2019 - IMOS 2016, 2018 - Geneva International Motor Show 2017 - Tokyo Auto Salon 2019
 
back to top