Pemerintah Bujuk Mazda Supaya Bangun Pabrik di Indonesia

12/03/2021

Pasar mobil

4 menit

Share this post:
Pemerintah Bujuk Mazda Supaya Bangun Pabrik di Indonesia
Pemerintah tengah membujuk Mazda agar mau membangun pabrik di Indonesia. Peluangnya pun besar mengingat rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih rendah.

Kementerian Perindustrian tengah melakukan lawatan ke Negeri Sakura, Jepang. Dalam agenda kali ini, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu dengan sejumlah raksasa otomotif asal Jepang. Salah satunya adalah Mazda.

Inti dari pertemuan tersebut adalah untuk membujuk Mazda bisa berinvestasi dengan membangun pabrik di Indonesia. Supaya tertarik, Agus mengiming-imingi Mazda dengan rasio kepemilikan kendaraan di Indonesia yang masih kecil. 

Menperin Agus

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

>>> Penduduk Banyak, Rasio Kepemilikan Mobil di Indonesia Kalah dari Malaysia

Rasio Kepemilikan Mobil Bisa Jadi Peluang

Sekadar informasi, Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka penjualan mobil yang cukup besar di kawasan ASEAN. Setidaknya 1 juta unit mobil bisa laris terjual tiap tahunnya sejak tahun 20212.

Tapi jumlah itu belum sebanding dengan rasio kepemilikan mobil di Tanah Air. Memiliki penduduk lebih dari 270 juta orang, tapi rasio kepemilikan mobil justru masih kecil yakni 99 mobil per 1.000 orang. 

mobil baru Mazda CX-9 berwarna abu-abu

Masih fokus tawarkan mobil bermesin konvensional

Di samping itu, banyaknya pencinta Mazda di Tanah Air juga bisa menjadi perhatian bagi pabrikan Jepang tersebut. Ini tentu peluang yang bisa 

"Kami sampaikan di Jakarta ada Mazda fans club itu cukup aktif, kita meyakinkan Mazda bahwa market di Indonesia sangat besar bahwa rasio kepemilikan kendaraan di Indonesia masih kecil, potensi investor masuk masih besar," ungkap Agus dalam konferensi pers virtual di Tokyo, Kamis (11/3/2021) sore. 

Namun Mazda belum memberikan jawaban terkait hal itu. Diskusi antara kedua belah pihak pun terbilang cukup alot. Mazda disebut tengah mempertimbangkan dan memperhitungkan untuk berinvestasi di Indonesia. 

"Nanti ketika kami kembali ke Jepang pada Mei setelah Lebaran kita akan mendengar progress dari Mazda kemungkinan investasi di Indonesia buka pabrik bisa mulai dari assembling dan bisa ditingkatkan sembari mengejar local purchase yang makin lama makin tinggi," tutur Agus. 

>>> Cintamobil TV : Komparasi CX-30 vs Toyota C-HR Hybrid

Tertarik untuk Jadikan Indonesia Rantai Pasok Kendaraan Listrik

Dalam pertemuan dengan Hiroshi Inoue, yang merupakan Managing Executive Officer Mazda Motor Corporation, Agus juga menyampaikan terkait kebijakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) Kendaraan Bermotor.

kendaraan listrik

Tertarik jadikan Indonesia rantai pasok kendaraan listrik

Tapi sayang tak ada satupun produk Mazda yang bisa mendapatkan insentif tersebut lantaran masih melakukan impor secara utuh alias CBU (Completely Build-Up). 

Sementara dari sisi Mazda, daya tarik Indonesia ada pada sumber daya nikel yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku baterai listrik. 

"Mazda menyampaikan keinginannya punya rantai pasok dari Indonesia khususnya baterai karena mobil listrik itu rencana bisnisnya, 2030 hanya akan menghasilkan mobil listrik. Jadi yang didorong ke Indonesia kerjasama dengan itu," tambah Duta Besar Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi pada kesempatan yang sama. 

>>> Pemerintah Rayu Produsen Jepang Biar Bisa Ekspor Mobil ke Australia

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top