Pemerintah Bangun Lebih Dari 3.000 Km Jalan Perbatasan

09/10/2020

Pasar mobil

4 menit

Pemerintah Bangun Lebih Dari 3.000 Km Jalan Perbatasan
Kementerian PUPR melaporkan hingga akhir tahun 2019 lebih dari 3.000 km jalan perbatasan Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) telah dibangun.

Pemerintah telah menetapkan infrastruktur jalan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional. Pembangunannya pun terus dilakukan secara berkesinambungan. Tidak hanya membangun jalan tol, tapi juga jalan-jalan nasional non tol termasuk jalan di daerah perbatasan.

Bangun lebih dari 3.000 km jalan perbatasan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan pembangunan infrastruktur jalan baru, jalan lawas serta jembatan di kawasan perbatasan di Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berlanjut. Dilaporkan juga melalui akun IG @kemenpupr hingga akhir 2019 jalan perbatasan di tiga wilayah di atas telah mencapai lebih dari 3.000 kilometer (km).

>>> Tips Mengemudi Mobil Di Jalan Pegunungan

Foto salah satu Jalan Perbatasan RI Malaysia

Ribuan kilometer jalan perbatasan telah dibangun

Di Kalimantan, di perbatasan RI - Malaysia, jalan paralel dibangun sepanjang 1.910,11 km. Adapun rinciannya; Kalimantan Barat 811,32 km), Kalimantan Timur (412,59 km), dan Kalimantan Utara (770,25 km). Pada tahun 2020 ini, seiring pembangunan yang terus dilakukan, panjang jalan bertambah sepanjang 548,49 km.

Di Nusa Tenggara Timur (NTT), di perbatasan RI - Timor Leste, jalan yang telah tembus mencapai 179,99 km. Dari panjang tersebut, hingga tahun 2019 sudah diaspal 145,17 km. Tahun 2020 direncanakan akan dikerjakan hingga km, dan sisanya akan dituntaskan pada tahun 2021.

Di Papua, jalan perbatasan RI - Papua Nugini dibangun sepanjang 1.098,24 km dengan pelaksanaan secara bertahap. Hingga akhir 2019 telah tembus sepanjang 919,16 km atau menyisakan 179,08 km.

Tumbuhkan sektor ekonomi

Jalan baru memberi kemudahan kepada masyarakat di perbatasan dalam hal mobilitas. Selain itu, jalan baru menjadi salah satu dukungan dalam menumbuhkan kesejahteraan. Hal ini karena Akses ke tempat pendidikan dan fasilitas kesehatan juga semakin mudah. Selain itu proses pendistribusian barang-barang logistik dan barang-barang hasil bumi juga semakin cepat.

Seperti misalnya di wilayah NTT umumnya berupa tanah gersang dan pohon meranggas. Namun ada salah satu desa yang memiliki area persawahan luas dan mayoritas penduduknya petani, yaitu Desa Tohe Kabupaten Belu. Dengan dukungan infrastruktur jalan dan jembatan yang memadai di wilayah mereka, warga tak lagi menghadapi masalah transportasi dalam pendistribusian hasil pertanian.

>>> Kemenhub: Infrastruktur Meningkat, Keselamatan Tol Juga Perlu Ditingkatkan

Foto menunjukkan Jembatan Asulait, jalan perbatasan RI - NTT

Intrastruktur jalan semakin baik, mobilitas warga lebih mudah

>>> Simak informasi menarik lainnya seputar otomotif di sini!

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top