Ingat! Pelaku Perjalanan Arus Balik Wajib Karantina 5 Hari

21/05/2021

Pasar mobil

3 menit

Satgas Covid-19 wajibkan warga pelaku perjalanan arus balik lebaran untuk melakukan karantina mandiri selama 5 hari untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Momen libur hari raya Idul Fitri membuat mobilitas warga meningkat, baik saat arus mudik maupun perjalanan arus balik. Dari kota mudik ke kampung halaman, dari kampung halaman ke kampung lain untuk bersilaturrahim, dan dari kampung halaman kembali ke kota lagi. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengkhawatirkan aktivitas tersebut memicu peningkatan kasus Covid-19.

Isolasi dan Karantina 5 hari

Satgas mengingatkan bagi warga yang habis liburan dan melakukan perjalanan arus balik untuk melakukan langkah antisipasi penyebaran Covid-19 melalui isolasi dan karantina.

Pertama; melakukan isolasi mandiri di fasilitas kesehatan terpusat. Langkah ini ditujukan buat pelaku perjalanan yang terdeteksi positif saat tes acak di titik penyekatan. Kedua; melakukan karantina mandiri buat pelaku perjalanan yang lolos dari beragam tes di titik penyekatan.

“Bagi pelaku perjalanan yang lolos dari berbagai skrining di perjalanan harap untuk tetap melakukan karantina mandiri selama 5x24 jam setelah sampai tujuan.” kata Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers Kamis, 20 Mei 2021.

>>> Ini 12 Pos Pemeriksaan Surat Bebas Covid-19 saat Arus Balik Lebaran

Foto Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito melakukan konferensi pers Kamis, 20 Mei 2021.

Satgas Covid-19 wajibkan pelaku perjalanan melakukan karantina mandiri selama 5 hari

Ditegaskan bahwa karantina mandiri wajib dilakukan meskipun pelaku perjalanan tidak mengalami gejala-gejala Covid-19. Hal itu karena aktivitas perjalanan liburan masuk kategori aktivitas berisiko tinggi. Dengan mengurangi interaksi dengan orang lain merupakan salah satu bentuk tanggung jawab menjaga kesehatan pelaku perjalanan dan orang lain di sekitar.

Wiku mengingatkan agar pemangku wilayah seperti RT dan RW untuk memantau para pelaku perjalanan di wilayahnya. Begitu juga kepada instansi pemerintah maupun swasta untuk menjalankan prosedur karantina bagi stafnya yang kembali dari perjalanan dinas di manapun.

“Saya ingatkan kepada otoritas di RT atau RW untuk melakukan pengawasan bagi warganya yang baru saja kembali dari bepergian untuk bisa menjalankan prosedur karantina 5x24 jam, menindak tegas apabila terdapat pelanggaran.” kata Wiku.

“Hal yang sama berlaku pada instansi-instansi yang kembali menjalankan kegiatan sosial ekonominya pasca liburan untuk senantiasa waspada khususnya bagi pekerjanya yang baru saja melakukan perjalanan,” lanjutnya.

Penyekatan di perpanjang

Di kesempatan yang sama kembali diingatkan bahwa pengetatan mobilitas kepada pelaku perjalanan arus balik di dalam negeri diberlakukan hingga 24 Mei 2021. Para pelaku perjalanan hingga tanggal tersebut wajib memenuhi persyaratan yang ditetapkan, yaitu membawa surat hasil tes antigen dengan hasil negatif Covid-19. Jika tidak, di titik penyekatan bakal diputarbalikkan ke daerah asal. Atau dilakukan skrining jika titik penyekatan menyediakan tes.

>>> Mau Balik ke Jakarta Usai Mudik? Siapkan Ini Kalau Tak Mau Diputar Balik!

Foto tes antigen pengendara di salah satu check point

Pelaku perjalanan akan di tes secara random di titik penyekatan untuk memastikan bebas Covid-19

>>> Libur Lebaran Usai, Jangan Lupa Perhatikan Kesehatan Mobil Anda!

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.

 
back to top