Pasar Masih Kecil, Jaguar Land Rover Tetap Impor

05/08/2019

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Pasar Masih Kecil, Jaguar Land Rover Tetap Impor
Tidak seperti BMW dan Mercedes-Benz yang beberapa modelnya sudah dirakit lokal, Jaguar Land Rover memilih tetap impor dari negara asalnya. Masalah volume pasar menjadi alasan utama hal tersebut selain menjaga eksklusivitas brand.

Jaguar Land Rover (JLR) jadi salah satu merek otomotif dunia yang masuk Indonesia dan bermain di segmen mobil mewah. Nama besar Jaguar Land Rover jadi jaminan eksklusivitas sehingga wajar harga semua produknya sangat mahal dan hanya orang-orang tertentu saja yang sanggup membeli. Di Indonesia meski pasarnya tidak terlalu besar, JLR tetap eksis dan tidak kehilangan peminat.

Hanya saja jika berharap mobil ini diproduksi di Indonesia seperti dua merek Eropa, BMW dan Mercedes-Benz, harapan itu tidak akan bisa dipenuhi saat ini. Jaguar Land Rover tidak memiliki rencana untuk melokalisasi model yang dipasarkan di Indonesia meski masukan itu ada. JLR masih lebih nyaman memilih impor dari negara asalnya.

Foto menunjukkan Range Rover Evoque terbaru saat diluncurkan di Indonesia

Range Rover Evoque, Compact Luxury SUV paling stylish dari Range Rover

>>> BMW–Jaguar Land Rover serta Toyota–Subaru Kerja Sama Kembangkan Kendaraan Listrik

Menurut Brand Director Jaguar Land Rover Indonesia, Jentri Izhar, salah satu alasan pasti mengapa tetap impor adalah belum terpenuhinya volume pasar jika harus dirakit lokal. Permintaan pasar di Indonesia masih tergolong minim dan jika dipaksakan produksi lokal, potensi kerugiannya lebih besar ketimbang keuntungannya. So, impor tetap jadi pilihan utama saat ini.

"Saya belum bisa komen kalau itu, yang pasti untuk membuat pabrik dibutuhkan volume yang sangat tinggi dan melihat harga kami pun juga kami bukan di segmen massal. Bahkan di segmen premium pun kami sudah termasuk luxury sebenarnya. Jadi apakah masuk akal membangun pabrik di Indonesia?" tutur Jentri di sela peluncuran New Range Rover Evoque di Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta Selatan, (2/8/2019).

Senada dengan yang disampaikan Jentri Izhar, Brand Director Jaguar Land Rover Asia Pacific, Amey Tingare juga mengatakan demikian. Amey menuturkan kemungkinan untuk merakit lokal tetap terbuka jika kondisi sudah sangat mendukung. "Pada dasarnya rakitan lokal belum terpikirkan sampai sana. tapi kami terus mengevaluasi keadaan kalau memang ada kesempatan itu dan baik bagi kami dan konsumen tentunya akan kami pertimbangkan lagi," kata Amey.

Jadi, ditunggu saja karena akan sangat menarik jika Land Rover Jaguar memiliki produk yang dirakit di Indonesia bisa dipastikan harga jualnya bakal lebih kompetitif dan konsumen punya lebih banyak pilihan.

>>> Review New Range Rover Evoque SE 2019: Viva La Velar-ism!

>>> Klik di sini untuk berita terkini dunia otomotif lainnya

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top