Pandemi Belum Usai, Banyak Dealer Mobil di Australia Kehabisan Stok

25/01/2021

Pasar mobil

3 menit

Pandemi Belum Usai, Banyak Dealer Mobil di Australia Kehabisan Stok
Dealer mobil di Australia kini kekurangan stok mobil. Satu hal yang menyebabkan mandeknya stok tersebut adalah rantai pasok global tersendat karena pandemi.

Pandemi covid memang amat mengganggu industri otomotif serta logistik di dunia. Rantai pasok suplai pun ikut terganggu. Di Australia bahkan, banyak dealer mobil yang kesulitan untuk mendapatkan stok lantaran terganggunya rantai pasok tersebut. 

Walhasil, dealer membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa mengantarkan mobil ke konsumennya. Konsumen pun harus lebih bersabar menanti mobilnya itu.

>>> Dari Hobi, Dealer Mobil Bekas Freundwagen Jadi Bisnis Menguntungkan

Sulit Memenuhi Permintaan Konsumen

dealer mobil

Waktu tunggu konsumen jadi lebih lama

Salah satu dealer mobil terbesar di Negeri Kangguru, Trinity Auto Group menyebut bahwa permintaan sudah melebih batas kemampuan. Tapi sayang dealer mobil tak bisa mengakomodirnya untuk menjadi penjualan karena tak ada alokasi stok dari pabrikan. 

"Kami tahun lalu bisa menampung hingga 400 mobil secara normal. Tapi saat ini kami hanya bisa menjual yang ada. dan stok yang ada itu mungkin 40 persen lebih sedikit dari angka normal," ungkap Trinity Auto Group Principal Richard Jaska dilansir ABC, Senin (25/1/2021). 

Ia juga menyebut bahwa banyak dealer seantero Australia minus stok mobil baru untuk dipamerkan ke konsumen. Hal itu membuat sebagian konsumen beralih ke mobil bekas. Jaska mengatakan bahwa penjualan mobil bekas sempat meningkat, namun kini juga mulai kekurangan stok. Sekadar informasi, hampir semua mobil penumpang yang dijual di Australia diproduksi di luar negeri. 

>>> Ini Dealer Mobil Bekas Murah Khusus Dicicil di Jakarta Barat

Penjualan Mobil di Australia Turun Sejak 2018

Chief Executive Australian Automotive Dealer Association (AADA) Voortman menyebut permasalahan rantai pasok global memberikan dampak buruk ke industri lainnya. Dampaknya tak sama pada semua merek dan model tertentu. 

"Saya pikir faktor penentu adalah negara dimana mobil itu diproduksi. Apakah negara tersebut terdampak dari Covid-19 sehingga pabrik mobil harus ditutup untuk mengurangi angka penyebaran," jelas Voortman. 

"Saya mendengar ada satu dealer yang berada di kondisi ekstrem yang hanya bisa menyimpang stok sebanyak 20 persen dibandingkan tahun lalu," sambung Voortman.

Australia kesulitan stok mobil

Mobil yang dijual di Australia memang didatangkan dari luar negeri

Permasalahan suplai di Australia sudah terjadi mulai Juni-Juli 2020 saat pemerintah setempat memberlakukan lockdown pertama kali. Pada saat yang sama, warga Australia mulai tertarik untuk membeli mobil. 

"Tak banyak kegiatan berpergian antarnegara. Banyak dari mereka yang pergi liburan di dalam negeri menggunakan mobil. Tak sedikit juga yang menghindari transportasi umum dan akhirnya membeli mobil," kata Voortman. 

"Ini membuat frustasi, perlu diketahui industri ini tengah dalam masa kesulitan. Penjualan mobil sudah merosot mulai tahun 2018, 2019, dan 2020 menurun kian jauh," ungkapnya. 

Saat ini tak banyak yang bisa dilakukan oleh para pemain di industri otomotif Australia pada tahun 2021. Pihaknya pun hanya berharap bahwa kondisi bisa cepat pulih. 

>>> Pembebasan Pajak Mobil di Malaysia Bikin Warga Mulai Sambangi Dealer

Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top