Pakai Nama Kapal Selam, Ternyata Nanggala Juga Model Mobil Nasional

23/04/2021

Pasar mobil

5 menit

Pakai Nama Kapal Selam, Ternyata Nanggala Juga Model Mobil Nasional
Turut prihatin dengan kasus hilangnya kapal selam KRI Nanggala 402, tapi tahukah Anda jika 'Nenggala' sebenarnya adalah salah satu model mobil merek Indonesia?

Sebelumnya kami turut prihatin atas kasus hilang kontaknya kapal selam KRI Nanggala 402 sejak beberapa hari lalu. Semoga kapal selam kebanggaan Indonesia tersebut segera ditemukan dan seluruh personilnya dalam keadaan sehat wal afiat. Namun, tahukah Anda jika sebenarnya nama 'Nanggala' merupakan salah satu model mobil dengan merek Indonesia? Berikut ini tim Cintamobil.com bahas seputar mobil 'Nanggala'.

Gambar KRI Nanggala (402) - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Nanggala Bukan Hanya Jadi Nama Kapal Selam

Yes Anda tak salah baca, Nanggala merupakan salah satu model mobil nasional lansiran brand Bimantara. Seperti yang diketahui sebelumnya, pada era 90an Indonesia memiliki dua merek mobil nasional yang cukup besar dan dijagokan baik secara produk maupun penjualan, yakni Timor dan Bimantara. Pada era 90an ini pula, Indonesia akhirnya bisa memiliki mobil nasional yang lahir berkat bantuan pabrikan otomotif asal Korea Selatan.

Gambar logo Bimantara dan Timor

Maklum saja Korea Selatan termasuk salah satu negara maju yang punya persaingan sengit dengan Jepang. Baik itu urusan teknologi, ekonomi, hingga urusan otomotif selalu ada persaingan yang ketat di antara kedua negara tersebut. Persaingan ini pula yang akhirnya dimanfaatkan oleh brand mobil Korea Selatan untuk menggoyang dominasi brand mobil Jepang.

Bimantara Nanggala

Caranya adalah melalui pengenalan model mobil sedan asal Korea Selatan, yang di-naturalisasi menggunakan nama dan nama tipe berbahasa Indonesia (termasuk diproduksi dalam negeri) sebagai mobil nasional. Salah satu ikon perdana Hyundai saat pertama kali masuk ke Indonesia ialah sedan Hyundai Elantra, yang uniknya justru debut pertama kali di tahun 1995 dengan nama Bimantara Nanggala karena diproyeksikan sebagai salah satu mobil nasional di Indonesia pada saat itu.

Gambar Bimantara Nenggala

Bimantara Nanggala pakai basis Hyundai Elantra

Hal itu membuat Hyundai menjadi brand pionir Korea Selatan yang hadir di Indonesia dengan PT Citra Mobil Nasional sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek. Selain Bimantara Nanggala, ada juga Bimantara Cakra yang dipasarkan sebagai re-badge dari Hyundai Accent yang debut satu tahun kemudian. Baik Bimantara Nanggala dan Bimantara Cakra dibangun melalui proses perakitan di pabrik perakitan dalam negeri, yang dilakukan di Pondok Ungu, Bekasi Barat.

Gambar Hyundai Elentra atau Bimantara Nenggala

Bimantara Nanggala satu tingkat lebih tinggi dari Bimantara Cakra

Pattern yang dilakukan Hyundai dengan Bimantara juga dilakukan oleh brand mobil Kia, yang di-rebranding menjadi Timor yang memiliki akronim Teknologi Industri Mobil Rakyat saat masuk ke Indonesia. Kehadiran Timor juga sama menariknya dengan Bimantara, karena pada tahun 1997 PT Timor Putra Nasional melakukan rebadge pada Kia Sephia, dan kemudian diperkenalkan sebagai Timor S515 dan S516.

Gambar brosur mobil Timor S515i

Timor S515i jadi rival langsung Bimantara Nanggala

Bedanya dengan Bimantara, Timor pada saat debut di Indonesia masih merupakan mobil produksi impor yang didatangkan dari Korea Selatan dengan kuota impor sekitar 45 ribu unit, tanpa adanya bebas pajak impor komponen dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM). Hal ini disebabkan ‘mulusnya’ gerak Timor berkat dua peraturan di era Orde Baru, yakni Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 1996 tentang Pembangunan Industri Mobil Nasional  dan Keputusan Presiden Nomor 42 tahun 1996 tentang Fasilitas Pembebasan Bea Masuk Impor Komponen.

>>> Sejarah Mobil Nasional: 7 Kandidat Terbengkalai dan Tinggal Nama

Nanggala 'Dijegal' Secara Internasional

Soal harga, baik Bimantara maupun Timor pada masanya menjadi ‘kuda hitam’ karena lebih ekonomis dari brand mobil Jepang. Sekedar informasi, pada debut awal Bimantara Nanggala dibanderol dengan harga Rp 59,5 juta, sedangkan Bimantara Cakra dibanderol dengan harga Rp 39,9 juta. Timor bisa lebih terjangkau lagi karena banderol S515 dijual Rp 37 juta on the road.

Gambar tampilan belakang Hyundai Cakra atau Bimantara Nenggala

Nanggala akhirnya harus 'pasrah' disuntik mati

Harga yang bisa dibilang terpaut sekitar 50% dari brand mobil Jepang pada saat itu membuat Jepang melaporkan hal ini ke World Trade Organization (WTO) karena melanggar  General Agreements on Tariff and Trade (GATT). Alhasil pada 22 April 1998, Dispute Settlement Body WTO memutuskan bahwa program mobnas Indonesia melanggar asas perdagangan bebas.

Gambar pameran Timor

Demikian juga dengan Timor

Sejak saat itu, resmi sudah berakhir kisah Bimantara dan Timor sebagai mobil nasional di Indonesia. Bimantara pun akhirnya diperkenalkan sebagai Hyundai semenjak mobil produksi 1999 hingga saat ini. Sedangkan Timor pun akhirnya kembali menggunakan brand aslinya, yakni Kia Motors, sejak debut ke Indonesia di tahun 1999 hingga saat ini. Kepemilikan Hyundai pun saat ini sudah berada di PT Hyundai Motor Indonesia, sedangkan Kia dipegang oleh PT Kia Mobil Indonesia.

>>> Mau beli mobil bekas merek Hyundai yang jadi basis Bimantara Nanggala? Cari beragam pilihannya di sini

Penulis
Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, Kini ia menjadi Managing Editor Cintamobil.com
 
back to top