Pajak Mobil Baru 0% Belum Pasti, Penjualan Jadi Ikut Mandek

01/10/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Pajak Mobil Baru 0% Belum Pasti, Penjualan Jadi Ikut Mandek
Wacana pajak mobil baru 0% sudah terlanjur beredar luas di masyarakat. Hal itu sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap mandeknya penjualan mobil di RI.

Wacana pajak mobil baru 0% telah menggaung sejak akhir September 2020. Dalam wacana tersebut dikatakan mobil baru bakal dibebaskan dari pajak demi mendongkrak daya beli masyarakat yang melemah di akibat pandemi corona. 

Sayangnya, hingga hari ini belum ada keputusan dari pemerintah asal usulan pajak mobil baru 0% dari Kementerian Perindustrian tersebut. Tapi kabar sudah terlanjur menyebar luas dan membuat masyarakat terus menanti tentang kepastian dari kebijakan itu. 

pajak mobil baru

Sudah mulai berpengaruh terhadap penjualan

>>> Berapa Pajak Mobil Lamborghini Indonesia Setiap Tahunnya? Jangan Kaget Lihat Faktanya

Konsumen Mulai Menahan Pembelian

Walhasil, penjualan mobil baru sedikit banyak juga ikut terganggu. Tak sedikit masyarakat yang menanti kebijakan itu disahkan dengan harapan harga mobil bisa lebih murah. 

"Pajak 0% hari ini sedikit banyak ada dampak yang orang menunggu apakah ini kebijakan jalan atau tidak jadi membuat agak tertahan gitu," General Manager Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Attias Asril pada kesempatan Workshop Wartawan Industri 2020 secara virtual, Kamis (1/10/2020). 

Baginya yang menaungi merek mobil komersial, bila nantinya kebijakan relaksasi pajak mobil baru berlaku tidak terlalu banyak berpengaruh bila yang turun hanyalah harganya. Naiknya penjualan khususnya di segmen kendaraan komersial akan berpengaruh bila kegiatan usaha konsumen sudah kembali lancar. 

"Jadi kalau stimulusnya untuk menggerakkan aktivitas bisnis mereka tentunya akan berdampak terhadap penjualan kendaraan komersial, tetapi kalau diberikannya untuk harga kendaraannya sementara kegiatan bisnis masih tersendat mungkin dampaknya tidak akan terlalu besar," tutur Attias. 

>>> Konsumen Tahan Bayar DP Gara-gara Wacana Pajak Mobil 0%?

Berharap pada Pajak Daerah

Sekadar informasi, relaksasi pajak pembelian mobil baru sempat digaungkan Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam. Menurutnya, industri otomotif saat ini butuh stimulus dari pemerintah agar terjadi peningkatan daya beli. 

pajak mobil baru

Masih digodok pemerintah

Setiap mobil baru di Indonesia memang dikenakan besaran pajak yang berbeda-beda. Semua bergantung pada jenis mobil, kapasitas silinder, dan juga jenis mesinnya. Hingga saat ini belum diketahui pajak mana yang akan dipangkas. Harapannya adalah pemerintah merestui pajak daerah bisa dipangkas. 

Industri otomotif sendiri memiliki multiplier effect yang luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja yang besar hingga memberdayakan pelaku usaha di sektor lainnya.

"Oleh karena itu, kami berharap relaksasi pajak tersebut bisa segera dijalankan agar bisa memacu kinerja industri otomotif di tanah air dan pemulihan ekonomi nasional," ungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita belum lama ini.

>>> Berlaku Mulai 2020, Pajak STNK Tidak Dibayar 2 Tahun Bakal Diblokir 

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top