Pajak Barang Mewah Tidak Lagi Lihat Desain, Tapi Emisi Buang

10/08/2018

Pasar mobil
Share this post:
Pajak Barang Mewah Tidak Lagi Lihat Desain, Tapi Emisi Buang
Kementerian Perindustrian akan menerapkan peraturan baru mengenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), atau pajak barang mewah, tidak lagi berdasarkan desain, tapi kadar emisi gas buang.

Sebelumnya, PPnBM memberatkan pajak barang mewah berdasarkan desainnya atau segmennya, tapi berdasarkan kadar emisi buang kendaraan. Kementerian Perindustrian menyebutkan bahwa harmonisasi PPnBM disebut telah final dan hanya tinggal menunggu tingkat pengesahan oleh para menteri.

Dijelaskan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin, Harjanto, membeberkan konsep baru PPnBM dalam Forum Group Discussion pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2018, Selasa (7/8) lalu.

Gambar yang menunjukan mobil baru dan mewah dari Lexus pada GIIAS 2018

Lexus yang disebut barang mewah bisa mendapatkan pajak yang lebih ringan dalam peraturan ini (foto: Metodius)

Dalam penjelasannya, dijelaskan bahwa PPnBM tidak hanya akan mengatur kendaraan konvensional, seperti kendaraan niaga atau penumpang, tapi juga mencakup kendaraan berteknologi alternative listrik dan Fuel Cell. Perubahan ini ditujukan untuk merangkul program Low Cost Green Car (LCGC), Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) serta Flexy dan Compressed Natural Gas (CNG) di Indonesia.

>>> Toyota akan kembangkan model berbasis Maruti Baleno

Harjanto juga mengungkapkan bahwa Badan Kebijakan Fiskal (BKF) level eselon 1 Kementerian Keuangan juga telah menyetujui serta menganggap konsep baru harmonisasi PPnBM akan memperbaiki tingkat pemasukan negara dibandingkan aturan lama.

Gambar yang menunjukan mobil i-evolution concept dari Mitsubishi

Dengan peraturan ini, mobil listrik, plug in, hingga hibrida akan mendapatkan pajak yang lebih ringan (foto: Franky Pratama)

"BKF pada dasarnya tidak bermasalah, tinggal masalah prosedural. Kemarin disampaikan kalau mereka bilang harus ada prosedural tertentu yang harus diikuti, jadi kami ikut aja. Nanti tingkat menteri yang memutuskan." jelasnya.

>>> Ingin membeli mobil baru dan bekas? Dapatkan informasi lebih lanjut di sini

Disahkan tahun ini

Rencana perubahan PPnBM disebutkan akan disahkan dalam tahun ini, untuk mempermudah pengambilan pajak kendaraan bertenaga hibrida dan listrik yang akan memasuki Indonesia pada tahun-tahun mendatang.

“Jadi tahun ini goal ya, dalam waktu dekat. Presiden Joko Widodo juga sudah disampaikan, begitu juga pihak Gaikindo. Presiden juga mengatakan akan memberikan insentif yang lebih baik terhadap industri otomotif,” ujar Harjanto.

>>> Dapatkan berita pasar mobil dalam dan luar negeri hanya di sini

Gambar yang menunjukan konsep harmonisasi pajak barang mewah dari Kementerian Perindustrian

Konsep baru pajak barang mewah (foto: dok. Kementerian Perindustrian)

Pemerintah dalam hal ini juga mempermudah pengusaha untuk memperoleh intensif guna meningkatkan ekspor dan investasi produk impor untuk menjaga stabilitas rupiah. Pengesahan konsep baru PPnBM akan menandai isu mengenai pungutan berupa cukui untuk menggantikan skema PPnBM yang telah bergulir beberapa waktu lalu.

Berdasarkan perhitungan BKF Kementerian Keuangan, konsep PPnBM dianggap lebih positif untuk mendatangkan pemasukan negara dibandingkan cukai. Dengan peraturan baru ini, diharapkan produsen bisa lebih nyaman dalam menghadirkan kendaraan ramah lingkungan untuk mengurangi emisi karbon yang sering diperbincangkan.

>>> Klik sini untuk update berita otomotif menarik yang hanya di Cintamobil.com

Share this post:
Penulis
Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.
 
back to top