Pahami Teknik Aerodinamika, Bisa Jadi Biang Boros Bahan Bakar

07/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Aerodinamika batu bata menjadi salah satu faktor signifikan pada desain bodi keseluruhan yang menyebabkan pemborosan konsumsi bahan bakar bus dan truk

Selama ini, kendaraan berat seperti bus dan truk sudah terkenal dengan aerodinamika batu bata serupa tembok sehingga menjadi salah satu faktor yang berperan besar memboroskan konsumsi bahan bakar.

Honda Brio Satya

Honda Brio Satya jadi mobil Low Cost Green Car yang punya aerodinamika terbaik di kelasnya

Makanya biasa saja kalau bus atau truk “meminum” seliter solar untuk setiap kilometer (1 km/liter) atau malah lebih boros lagi. Sejujurnya, konsumsi bahan bakar yang boros jelas berdampak sangat buruk untuk aspek ekonomi (biaya operasional mahal) dan aspek lingkungan (polusi tinggi). So, yuk kenal lebih dekat dengan teknik aerodinamika bersama tim Cintamobil.com.

>>> Mengenal Lebih Dekat Kabin Truk, Tempat Pengemudi 'Ngantor'

Analisis Aerodinamika

Menjawab kondisi tersebut yang nyatanya juga berlaku secara global, sejumlah engineer dari Lawrence Livermore National Laboratory (LLNL) yang bermarkas di negara bagian California, Amerika Serikat, mengusulkan desain baru yang lebih aerodinamis untuk bus dan truk.

gambar truk

Desain mirip tembok menyebabkan boros bahan bakar

Diharapkan, desain baru tersebut dapat mengurangi hambatan udara sehingga dapat membantu meningkatkan fuel efficiency dan kemudian menekan emisi gas buang. Bicara aspek aerodinamika, coefficient of drag untuk bus dan truk memang tinggi berkisar  0,8-1.0 (bandingkan dengan 0,3 untuk sedan atau  0,4 pada SUV).

gambar truk

Add-on-device untuk meningkatkan aspek aerodinamika truk

Untuk mengurangi hambatan udara, beberapa pabrikan truk menambahkan “add-on device” pada bodi seperti  boat tail plate, trailer skirt, tractor side, dan  roof extender. Sayangnya, sumbangsih mereka belum optimal karena masalah utamanya memang pada desain secara keseluruhan.  

Kereta Peluru

Terkait aspek aerodinamika, solusi yang ditawarkan oleh Lawrence Livermore National Laboratory (LLNL) adalah desain bodi yang lebih aerodinamis. Melalui uji terowongan angin dan simulasi komputer, desain yang aerodinamis untuk bus dan truk secara umum tampil mirip dengan kereta peluru (bullet train) semisal Shinkansen (Jepang), TGV (Prancis).   

gambar kereta

Shinkansen, kereta peluru legendaris Jepang

Menurut Lawrence Livermore National Laboratory (LLNL), desain model kereta peluru memberikan dampak positif yang signifikan bagi aerodinamika batu bata pada bus dan truk. Berdasarkan hasil penelitian Lawrence Livermore National Laboratory (LLNL) pada tahun 2017, sektor truk angkutan barang di Amerika Serikat menghabiskan lebih dari 30 miliar liter bahan bakar solar.

gambar truk

Desain yang aerodinamis membantu efisiensi bahan bakar

Mereduksi hambatan udara sebanyak 1% setara dengan menghemat 0,45% konsumsi bahan bakar. Jadi bisa diprediksi penghematan konsumsi bahan bakar yang bisa dicapai melalui desain bodi untuk bus dan truk yang lebih aerodinamis.   

>>> Desain Truk Jadi Acuan Unsur Fungsional Hingga Karakter

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

 
back to top