Pabrikan Otomotif Hadap Serangan Malware

19/05/2017

Pasar mobil
Share this post:
Pabrikan Otomotif  Hadap Serangan Malware
Baru-baru ini, Malware Ransomeware Wannacry menyerang ke 99 negara di dunia. Masalahnya yalah tidak ada yang tahu tempat terjadi di mana. Apalagi, Virus tersebut bisa menyerang semua bidang termasuk pabrikan otomotif.

Di dunia, pabrikan Renault yang berasal dari Perancis sudah memutuskan untuk menghentikan segela produksinya di semua pabrikannya di Eropa pada hari Sabtu (13/5/2017). Tujuannya mencegah serangan siber global yang menimpa sistem komputernya.

Renault merupakan  perusahaan Perancis pertama yang terkena Ransomeware. Sebabnya

Serangan siber diketahui menjangkiti sistemnya. Oleh karena itu, Renault menghentikan sementara aktivitas industri di beberapa kawasan.

seorang buruh berbaju warna silver sedang merakitan mobil di pabrik Renault

Renault merupakan  perusahaan Perancis pertama yang terkena Ransomeware


Bukan hanya Renault, Nissan juga dipengaruhi serangan ini. Berikutnya,  malware Ransomware masuk ke sistemnya di pabrik yang terletak di Sunderland, Inggris.

"Seperti banyak yang lain, pabrik kami di Inggris terkena Ransomware pada Jumat sore. Tim kami sedang coba mengatasi itu," kata juru bicara Nissan. Meskipun begitu, serangan ini tidak membuat Nissan menghentikan produksi seperti kasus Renault.

Pabrik Nissan dicat dengan warna biru sama silver yang terletak di Sunderland, Inggris terlihat dari depannya.

Malware Ransomware mengaruhi sistem  di pabrik Nissan yang terletak di Sunderland, Inggris


>>> Baca juga: Apakah Nissan Indonesia Benar - Benar Bakal Berhenti Produksi Juke?

Untungnya, di Indonesia sampai saat ini masih belum ada pabrikan otomotif yang diketahui terserang malware.

Meskipun baru muncul, Malware Ransomeware Wannacry sejauh ini dilaporkan menyerang banyak organisasi dan perusahaan besar di dunia. Di antaranya, Rusia menjadi negara dengan jumlah korban terbanyak di banyak bidang, misalnya bank, kereta api, dan jaringan telepon genggam.

 >>> Klik disini untuk mengupdate berita terbaru

Share this post:
 
back to top