Pabrik Baterai Mobil Listrik Pertama di Asia Segera Dibangun di Karawang

30/05/2021

Pasar mobil

2 menit

Share this post:
Pembangunan pabrik baterai mobil listrik akan segera direalisasikan di Karawang. Tak hanya menjadi yang pertama di Indonesia, tapi jadi pembangunan pertama di Asia.

Pemerintah harus mengupayakan kendaraan listrik di Indonesia, termasuk salah satunya adalah dengan membangun industri baterai listrik terintegrasi dan berorientasi ekspor.

\Kementerian Investasi mengatakan jika pembangunan pabrik baterai mobil listrik akan segera direalisasikan di Karawang yang merupakan hasil kerja sama PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan Konsorsium LG asal Korea Selatan di Kota Deltamas. Rencananya, pemasangan tiang pancang (groundbreaking) pada pabrik tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

Menyerap 1.000 Tenaga Kerja Indoneia

Karyawan mengoperasikan mesin

Pembangunan pabrik bisa menyerap banyak tenaga kerja

Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan jika pembangunan hilirisasi industri pertambangan logam tersebut membutuhkan waktu yang panjang dan melibatkan berbagai stakeholder.

Groundbreaking ini merupakan tindak lanjutan penandatanganan Head of Agreements (HoA) antara PT Industri Baterai Indonesia dengan Konsorsium LG pada bulan lalu di mana total investasi baterai listrik pertama di Indonesia itu mencapai US$ 9,8 miliar atau Rp 140 triliun. Rencananya, pabrik tersebut bisa menyerap 1.000 tenaga kerja Indonesia. Tak hanya membuka lapangan kerja, proyek ini diharapkan bisa menjadikan Indonesia naik kelas dari produsen dan eksportir bahan mentah menjadi pemain tinggi penting pada rantai pasok dunia untuk industri kendaraan listrik. 

>>> Naik Mobil Listrik untuk Perjalanan Jauh? Begini Cara Menghemat Dayanya

Fakta-Fakta Proyek Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

Pabrik baterai mobil listrik

Proyek ini kerja sama antara IBC dengan Konsorisum LG Korsel

Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana proyek pabrik baterai kendaraan listrik ini, berikut fakta-faktanya.

  • Pabrik merupakan kerja sama antara PT Industri Bateri Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan Konsorsium LG asal Korea Selatan.
  • IBC terdiri dibentuk oleh empat BUMN, yakni Mining and Industry Indonesia (Mind Id), PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
  • Proyek dimulai tahun 2019, saat Presiden Joko Widodo dan Presiden Korsel Moon Jae In bertemu di Korea Selatan.
  • MoU diteken pada Desember 2020 di Seoul antara Menteri Investasi/Kepala BKPM dan CEO LG Energy Solution.
  • Tindak lanjut dari Head of Agreement (HoA) pembangunan pabrik di Kota Deltamas, Bekasi, Jawa Barat.
  • Tahap pertama kapasitas produksi baterai mencapai 10 gigaWatt hour (GWh) yang digunakan pertama untuk mobil listrik Hyundai.
  • Investasi strategis di industri baterai kendaraan listrik menjadi yang pertama bagi sejarah Republik Indonesia.
  • Terintegrasi dengan fasilitas penambangan, peleburan (smelter), pemurnian (refining) serta industri prekursor dan katoda, fasilitas produksi baterai listrik ini akan menjadi yang pertama di Asia dan bahkan di dunia.
  • Nilai investasi keseluruhan diperkirakan mencapai 9,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 140 triliun.
  • Khusus pembangunan pabrik baterai sel, akan ada join venture dengan Hyundai.
  • Pembangunan pabrik baterai tersebut estimasinya mencapai 1,2 miliar dolar AS.
  • Pabrik baterai mobil listrik akan menempati lahan seluas 33 hektar dan menyerap 1.000 tenaga kerja Indonesia.

>>> Baca berita seputar otomotif terbaru di sini

Lulus dari jurusan jurnalistik, wanita kelahiran Tangerang ini mengawali kariernya sebagai content writer tujuh tahun lalu. Memiliki hobi nonton dan berselancar di media sosial, saat ini aktif sebagai penulis lepas di Cintamobil.com.
 
back to top