Nunggak Pajak Dua Tahun, Kendaraan Jadi Bodong dan Dihancurkan?

09/03/2020

Pasar mobil

3 menit

Nunggak Pajak Dua Tahun, Kendaraan Jadi Bodong dan Dihancurkan?
Kendaraan bermotor dipastikan jadi bodong jika pajak dua tahun berturut-turut usai STNK expired tidak dibayarkan. Tapi benar bakal dihancurkan?

Rencana penghapusan kendaraan bermotor yang mati pajak dua tahun berturut-turut dari daftar registrasi terus disosialisasikan Kepolisian. Rencana besar yang mulai disuarakan kembali tahun 2019 ini bakal menjadi implementasi nyata Undang-undang Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 dan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 terkait penghapusan identifikasi dan registrasi kendaraan bermotor.

Masih Sosialisasi

Hingga saat ini rencana belum masuk tahap action dengan alasan memberi tenggang kepada para penunggak pajak untuk memenuhi kewajibannya.

"Penghapusan STNK penunggak pajak ini lanjutan tahun lalu, tahapanya sampai sekarang itu masih sama, masih berupa sosialisasi dulu, belum ke action," tutur Kasie STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Arif Fazlurrahman, seperti dikutip dari Kompas, (8/3/2020).

Gambar plang Razia Pajak Kendaraan Bermotor

Tanpa STNK yang masih berlaku, kendaraan bermotor ilegal dipakai di jalan raya

>>> STNK Tak Diperpanjang, Kendaraan Bermotor Bisa Dianggap Ilegal Tak Berizin

Secara mekanisme, penghapusan dihitung dan bisa dilakukan dua tahun sejak Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) expired ditambah dua tahun pajak tahunan tak dibayar. Namun kapan waktunya rencana ini diberlakukan secara resmi tidak dijelaskan. Hanya dipastikan kalau rencana ini terealisasi kendaraan mati pajak dua tahun benar-benar jadi bodong dan tidak bisa didaftarkan kembali.

"Logikanya kalau sudah dihapus ya kendaraan yang nunggak pajak itu sudah tidak sah lagi, karena jadi kendaran illegal tidak punya surat-surat," kata Kompol Arif.

Lantas bagaimana nasibnya setelah itu, apa jadi dihancurkan seperti pernah diberitakan sebelumnya?

Menurutnya, saat ini rencana serius baru sampai ke tahap penghapusan registrasi, belum sampai ke penghancuran atau scrapping. "Tidak seperti itu, yang ada itu cuma penghapusan regident saja," kata Arif tegas.

Sebelumnya diberitakan ada rencana scrapping buat kendaraan bermotor bodong. Hanya saja diakui masih ada kendala sehingga belum masuk dalam rencana dekat.

"Kita sudah menerapkan aturan untuk penghapusan identifikasi dan registrasi kendaraan bermotor itu, tapi memang saat ini masih ada kendala. Kita belum punya alat penghancur atau daur ulang besi-besi tua," tutur Direktur Registrasi dan Identifikasi (Regident) Korlantas Polri Brigjen Pol Halim Pagarra, seperti dikutip dari Kompas, (15/1/2020). "Sehingga kita perlu alat itu. Saat ini kita sedang menyarankan ke pusat untuk melakukan pengadaan." tambahnya.

Jadi, meski belum akan dihancurkan, Anda yang memiliki kendaraan bermotor sebaiknya tidak mengabaikan kewajiban membayar pajak.

>>> Kendaraan Terblokir Tidak Bayar Pajak Berpotensi Dihancurkan

Foto mobil ilegal dihancurkan di Filipina

Di Filipina tak ada ampun, mobil ilegal dihancurkan dengan alat berat

>>> Berita otomotif terbaru dan terlengkap ada di Cintamobil.com

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top