Nissan Akui Sempat Salah Strategi, Sisakan Terlalu Banyak Model

30/12/2020

Pasar mobil

4 menit

Share this post:
Nissan Akui Sempat Salah Strategi, Sisakan Terlalu Banyak Model
Nissan mengakui sempat salah strategi dengan menyiapkan banyak model guna mengantisipasi perkembangan di industri otomotif global yang justru tak terjadi.

2020 mungkin bukan tahun yang baik buat banyak pihak. Apalagi kalau bicara industri otomotif, yang amat terpukul dengan adanya pandemi corona. Begitu pula dengan pabrikan asal Jepang, Nissan

Nissan yang masih dalam tahap pemulihan usai kasus yang menimpa sang mantan bos Carlos Ghosn harus juga dihadapkan dengan pandemi corona. Kini Nissan membutuhkan solusi yang cepat agar kondisi keuangannya bisa kembali seperti sedia kala. 

>>> Dijual Tahun Depan, Nissan Note e-Power AWD Meluncur di Jepang

Punya Terlalu Banyak Model

Chief Operating Officer Nissan Ashwani Gupta pun mengakui bahwa pihaknya sempat salah menyusun strategi saat berada di bawah kepemimpinan Ghosn. Produsen otomotif terbesar ketiga di Jepang itu menargetkan bisa mendapat 8% pangsa pasar global dan 8% margin keuntungan saat masih berada di bawah kepemimpinan Ghosn.

Mobil baru Nissan

Ashwani Gupta (kiri) saat peluncuran Ariya

Nyatanya, pasar terus menurun dan Nissan hanya berhasil meraup pangsa pasar sebesar 5,8%, kehilangan biaya operasional 40 juta yen, serta merugi 671 juta yen pada tahun fiskal terakhirnya. 

"Kami terlalu cepat berekspansi di dunia guna mengantisipasi pertumbuhan di pasar otomotif global dan performa penjualan kami bisa. Tapi itu semua tak terjadi," ungkap Gupta dalam wawancara dengan Car Magazine seperti dikutip Paultan, Rabu (30/12/2020). 

"Walhasil, kami memiliki banyak mobil tua dan terlalu banyak model yang sulit kami kelola. Ini kembali soal prinsip bisnis, kalau kamu tidak mendapatkan keuntungan, maka tak akan ada mobil baru. Maka dari itu sesuai prinsip Nissan saat ini kami akan lebih rasional," sambung Gupta. 

Hasilnya Nissan telah merilis sejumlah strategi di bawah Nissan Next. Gupta pun menjadi salah satu bagian yang menyusun strategi tersebut. Dalam strategi baru tersebut terlihat bahwa perusahaan sangat agresif melakukan pemangkasan biaya dengan menutup sejumlah pabrik di Spanyol dan Indonesia. 

>>> Nissan Tutup Pabrik di Indonesia

Eropa Bukan Target Utama

Merek Datsun juga ditutup dan kini lebih mendekatkan diri dengan sang partner Renault. Tak cuma itu, pabrikan asal Negeri Sakura tersebut juga amat bergantung pada pasar dimana merek itu punya peminat yang banyak. Yang jelas Eropa bukan salah satunya. 

Nissan-Renault

Kini lebih mendekatkan diri ke Renault

"Amerika, China, dan Jepang merupakan pasar terbesar kami. Di AS, pangsa pasar kami lebih dari 7 persen, di Jepang dan China lebih dari 10 persen. Keuntungan? Ya, di China, Jepang, dan AS kami berpotensi untuk melakukannya," jelas Gupta. 

"Total volume industri (Eropa) mencapai 15 juta unit. Bukan angka yang kecil, tapi pangsa pasar kami di sana hanya 2,5%. Kami tak bisa berbuat banyak jadi lebih baik fokus di tempat yang kami kuat. Di Eropa itu kami ada Qashqai, Juke, X-Trail. Kemudian dari sisi teknologi kami menawarkan elektrifikasi, otonom, dan kendaraan terhubung," kata Gupta.

>>> Nissan Siap Hadirkan 12 Model Baru Dalam 18 Bulan ke Depan

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020

Berita lain

Nissan Luncurkan Layanan Pembelian Mobil Online

22/12/2020

Pasar mobil

3 menit

Program Nissan @Home memungkinkan pembeli dan dealer yang berpartisipasi dapat melakukan seluruh kesepakatan pembelian mobil online di pasar AS.

Lihat juga

Dijual Tahun Depan, Nissan Note e-Power AWD Meluncur di Jepang

24/12/2020

Mobil baru

2 menit

Mengikuti pengenalan generasi terbaru Nissan Note, Nissan memperkenalkan edisi penggerak semua roda Nissan Note e-Power AWD yang dijual di Jepang tahun depan.

Lihat juga

Review Nissan Magnite Premium CVT 2020: Datsun Naik Kelas?

Rp 238.800.000

23/12/2020

Editor rate:

Nissan Magnite resmi meluncur di penghujung tahun 2020i di tengah pandemic covid19, mobil yang digadang-gadang sebagai Datsun naik kelas ini siap gempur pasar

Lihat juga

Review Nissan Elgrand Highway Star 2.5L 2014: Pilihan Mobil Bekas Selain Alphard

Rp 365.000.000

29/11/2020

Editor rate:

Dengan harga yang terjangkau, Nissan Elgrand Highway Star 2.5L 2014 membawa kenyamanan dan kepraktisan yang tak kalah dibanding pesaingnya, Toyota Alphard.

Lihat juga

Review Nissan Magnite 2021: SUV Kompak Terjangkau untuk Pasar Berkembang

TBA

31/10/2020

Editor rate:

Mencoba meluaskan pasarnya, Nissan Magnite 2021 dipersiapkan untuk pasar negara berkembang berbekal dengan membawa desain berani dan teknologi anyar Nissan.

Lihat juga
 
back to top