Nissan Akan Memperkenalkan Infiniti QX50: Mesin Bensin Belum Mati

07/12/2017

Pasar mobil
Share this post:
Nissan Akan Memperkenalkan Infiniti QX50: Mesin Bensin Belum Mati
Salah satu penggerak awal dalam kendaraan berbasis listrik, Nissan Motor Co., akan menggunakan pameran mobil Los Angeles minggu depan untuk mengirimkan pesan bahwa mesin berbahan bakar bensin belum mati.

Dilansir dari Reuters, Kepala Kelompok Proyek Mesin Bensin Nissan, Shinichi Kiga, menyatakan bajwa produsen mobil Jepang tersebut sedang berupaya untuk memperbaiki teknologi pembakaran mesin untuk memperpanjang kegunaannya dalam beberapa dekade mendatang.

mobil baru dari Nissan, Infiniti QX50 berwarna merah sedang berkendara di jalan umum

Kendaraan sport baru Nissan, Infiniti QX50

Karena itu, Nissan akan memperkenalkan kendaraan sport Infiniti QX50 baru yang akan diresmikan pada acara media 28 November hari ini. Mobil ini akan mengedepankan penggunaan sistem rasio kompresi variabel pertama yang dicetur oleh Kiga.

Mesin ini memiliki efisiensi termal masimal sekitar 40 persen, yaitu dua kali lipat lebih baik daripada mesin bertenaga bensin yang ada di industry otomotif saat ini. Rata-rata, mobil berbahan bakar bensin hanya mengasilkan 20 sampai 30 persen efisiensi termal. Efisiensi termal mengacu pada kekuatan mesin yang dihasilkan dari unit bahan bakar.

Berminat penampilan mobil Nissan Infiniti QX50 baru, klik video berikut ini

Nissan dan Infinity VC Turbo mengilustrasikan tantangan bagi pembuat kebijakan yang ingin melihat akhir dari dominasi mesin pembakaran internal. Sementara biaya baterai untuk kendaraan listrik turun, perbaikan efisiensi pembakaran pada kendaraan berbahan bakar bensin bisa mendorong kendaraan listrik untuk mencapai biaya produksi tanpa menggunakan subsidi dari pemerintah.

sebuah gambar Mesin VC Turbo Infiniti terlihat sangat canggih dan modern

Mesin VC Turbo Infiniti dengan teknologi efisiensi termal terbaru

Bahkan, perkembangan teknologi mesin pembakaran internal seakan-akan dilupakan oleh industri otomotif itu sendiri. Dengan James Chao, kepala konsultan Asia Pasifik HIS Markit Automotive menyatakan, "Kemajuan ini menimbulkan pertanyaan. Apakah kendaraan listrik merupakan solusi terbaik terhadap isu emisi gas rumah kaca pada kendaraan bermotor?” (27/11/2017)

>>> Baca juga: Nissan Juke 2018 Indonesia: SUV Berdesain Macho, Spesifikasi dan Review Lengkap

Mesin terbaru yang dinamai VC Turbo menggunakan perangkat elektronik dan perangkat lunak baru unruk memilih rasio kompresi optimal untuk pembakaran. Mesin berkapasitas 2 L empat silinder VC Turbo dengan rata-rata 30 sampai dengan 35 persen penghematan bahan bakar ini lebih bak daripada mesin V6 3,5L dengan kekuatan torsi yang sebanding.

Sinichi Kiga dan seorang pria lain sedang mendiri di samping  mesin VC Turbo Infiniti

Sinichi Kiga, (kanan) dengan mesin VC Turbo Infiniti

Kiga mengatakan bahwa tujuan perkembangan ini adalah untuk menghasilkan kendaraan Infiniti dan Nissan yang bisa mencapai efisiensi termal sebanyak 50 persen. Dengan sistem yang lebih murah ribuan dollar dibandingkan mobil hybrid bensin-listrik, meskipun Kiga mengatakan mesin hybrid VC Turbo bisa saja dikembangkan.

>>> Klik di sini untuk mengupdate berita baru tentang pasar mobil!

Para ahli memperkirakan penggunaan mesin pembakaran dalam 10 sampai 15 tahun sangat bervariasi, namun pada 2030, pangsa kendaraan listrik akan berada pada kisaran 14% dari seluruh kendaraan di dunia. Perusahaan konsultan HIS Markit memperkirakan pemasangan mesin bensin akan mengalami peningkatan 73 persen pada 2025, dengan mesin diesel mengalami pernurunan menjadi sekitar 17 persen.

Share this post:
 
back to top