Ngecas Kendaraan Listrik di SPLU, Pemerintah Belum Putuskan Tarif Resminya

11/10/2019

Pasar mobil

3 menit

Ngecas Kendaraan Listrik di SPLU, Pemerintah Belum Putuskan Tarif Resminya
Beberapa stasiun pengisian listri umum (SPLU) sudah berdiri dan bisa digunakan untuk mengisi daya kendaraan listrik. Namun jadi pertanyaan, berapa sebenarnya tarif resmi ngecas di SPLU ini mengingat sampai saat ini belum kompak. Sebagian SPLU masih digratiskan dan yang lain sudah berbayar.

Hingar bingar kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat pasca disahkan Perpres No. 55 Tahun 2019 tentang kendaraan listrik pada awal Agustus lalu. Mulai dari produsen yang gencar memperkenalkan produk terbaiknya, lembaga yang berhubungan dengan regulasi, hingga penyedia sarana pengisian listrik umum (SPLU). Untuk yang terakhir penyediaan stasiun pengisian umum (SPLU) bisa dilakukan oleh siapapun dengan PLN tetap sebagai instalatornya.

Foto salah satu Stasiun Pengisian Listrik Umum yang disediakan PLN

Pemerintah mempersilahkan para pelaku usaha bermain di bisnis SPLU

>>> Siap Debut, Mobil Listrik Volvo XC40 Dibekali Sistem Infotainment Android

Namun ada satu yang hingga kini belum ditetapkan secara resmi yaitu tarif pengisian daya di SPLU. Menurut Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik) Kementerian ESDM Rida Mulyana, untuk sementara tarif ngecas masih menggunakan tarif lama sebab tarif baru belum ditentukan.

"Untuk saat ini belum, jadi sekarang ini kita tetap masih yang ada, yaitu Rp 1650 per kWh. Nanti apakah akan naik atau tidak akan dilihat lagi nanti," tutur Rida (9/10/2019).

Disebutkan pula, masalah penentuan tarif sebenarnya tidak terlalu sulit sebab bisa menyesuikan dengan skala ekonomi yang ada. Jika pertumbuhan kendaraan listrik semakin besar dan populasinya semakin banyak, tarif bakal lebih murah. Tinggal sekarang bagaimana memancing pertumbuhan kendaraan listrik ini.

Terutama soal harga, jika masih mahal dipastikan pertumbuhannya tidak akan secepat mobil konvensional sebab hanya bisa dijangkau kalangan tertentu menengah ke atas. "Menurut saya kalau tarif itu tinggal tergantung dari economic of scale, kalalu makin banyak pastinya makin murah, masalahnya apakan mobil listiknya itu nanti akan makin terjangkau atau tidak. Bila masih mahal, ibaratnya di atas Rp 1 miliar kan berat," kata Rida.

>>> Review BMW i3s 2019: Pionir Mobil Urban Berjiwa Energik dan Ramah Lingkungan

Foto BMW i3s 2019 mobil listrik pertama yang dipasarkan di Indonesia, harga 1,5 miliaran

Mobil listrik masih mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia

Sampai saat ini mobil listrik masih menjadi barang 'wah' dan mahal karena faktor-faktor yang mempengaruhi seperti pajak impor dan barang mewah yang tinggi. Memang sudah ada wacana dari Kementerian Perindustrian perhitungan pajak didasarkan pada emisi gas buang. Tapi sampai saat ini belum benar-benar terealisasi.

>>> Ini Lokasi-Lokasi Pengisian Listrik Umum Untuk Kendaraan Listrik

>>> Berita otomotif paling update lainnya ada disini

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top