New York Batasi Ojol dan Tetapkan Batas Minimum Pembayaran Pengemudi

12/08/2018

Pasar mobil
Share this post:
New York Batasi Ojol dan Tetapkan Batas Minimum Pembayaran Pengemudi
New York menjadi satu-satunya kota yang telah membatasi jumlah kendaraan untuk layanan ride sharing seperti Uber dan Lyft serta yang pertama menetapkan batas minimum pembayaran pengemudi.

Ketika para driver ojol (ojek online) di Indonesia masih melakukan demonstrasi mengenai masalah pembayaran serta kemitraan, Dewan Kota New York telah menetapkan batas minimum pembayaran pengemudi bagi driver ojol yang didominasi oleh pengemudi Uber dan Lyft.

Gambar yang menunjukan pengemudi yang sedang menggunakan Uber

Uber menjelma menjadi kekuatan transportasi di daerah perkotaan New York (foto: BGR)

Selain itu, New York menjadi kota besar pertama di Amerika yang membatasi jumlah kendaraan yang membawa penumpang di jalan. Dewan Kota memutuskan untuk menangguhkan pemberian lisensi bagi pengemudi baru selama satu tahun. Artinya, tidak ada lagi pengemudi baru yang bisa mendaftar kepada Uber maupun Lyft.

>>> 5 Mobil termurah selama gelaran GIIAS 2018 berlangsung

Walikota New York, Bill de Blasio, akan menandatangani undang-undang yang menetapkan tingkat pembayaran minimum bagi pengemudi sebesar $17.22, atau setara dengan Rp250 ribu. Kebijakan ini meningkatkan pendapatan rata-rata pengemudi sebesar 22.5%, menurut penelitian yang dikutip oleh The New York Times.

Gambar yang menunjukan mobil dengan layanan ride sharing dari Lyft

Lyft juga menjadi salah satu ride sharing terkemuka di New York (Foto: The Verge)

>>> Berita pasar mobil di seluruh dunia terlengkap hanya ada di Cintamobil.com

Legislator New York menyebutkan bahwa pemerintah kota sedang berusaha untuk mengatasi kemacetan sekaligus melindungi pendapatan pengemudi. Sejak 2015, jumlah kendaraan yang dijadikan ojol tumbuh dari 63.000 menjadi 100.000 unit kendaraan yang akhirnya meningkatkan volume lalu lintas dan menghancurkan pertumbuhan taksi kota.

"Para pekerja dan pemimpin New York membuat sejarah hari ini. Tidak mudah mengalahkan raksasa Silicon Valley (Uber dan Lyft), tetapi kami terus berjuang untuk apa yang kami tahu benar dan hari ini para pekerja menang," Ryan Price, direktur eksekutif Independent Driver Guild, sebuah kelompok yang mengklaim mewakili lebih dari 65.000 pengemudi dari Uber, Lyft, Via, dan Juno di New York.

>>> Tertarik membeli mobil baru dan bekas? Klik di sini untuk informasi lebih lanjut

Gambar yang menunjukan taksi yang sedang melaju di jalanan kota New York

Driver online mengikis pendapatan sopir taksi konvensional di New York (foto: VOA News)

Baik Uber maupun Lyft akan bekerja untuk meningkatkan congestion price (ketika harga bertambah naik saat terjadi kemacetan atau permintaan meningkat). Congestion price sangat populer di Eropa, tapi gagal total di New York. Pemerintah kota New York juga menyetujui tambahan biaya untuk kendaraan dan taksi yang masuk ke Manhattan, kawasan paling padat di New York.

>>> Semua informasi terlengkap dari dunia otomotif hanya ada di Cintamobil.com

Share this post:
Penulis
Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.