Nekat Balap Liar Saat Ramadan, Motor Bakal Ditahan sampai Lebaran

20/04/2021

Pasar mobil

3 menit

Nekat Balap Liar Saat Ramadan, Motor Bakal Ditahan sampai Lebaran
Sanksi tegas diberikan Satlantas Polres Bontang kepada pelaku balap liar saat Ramadan, selain denda tilang motor bakal ditahan hingga lebaran Idul Fitri selesai

Balap liar saat Ramadan jadi tradisi di sejumlah daerah dan sangat meresahkan. Termasuk di Bontang, Kalimantan Timur, kegiatan balap liar membuat kepolisian geregetan. Satlantas Polres Bontang mengancam para pelaku bakal ditindak tegas.

Motor ditahan

Dalam keterangan resminya Kasatlantas Polres Bontang, AKP Imam Syafii mengatakan pelaku balap liar di wilayahnya bakal dikenakan sanksi tambahan. Selain dikenakan sanksi denda tilang, sepeda motor yang terlibat bakal ditahan sampai lebaran usai.

“Bakal kami tindak tegas. Terlebih selama Ramadhan. Motornya kami tahan sampai selesai Idul Fitri,” kata AKP Imam, dikutip dari Korlantas Polri, Senin (19/4/2021).

>>> Tidak Boleh Ada Kegiatan Sahur On The Road Saat Ramadan

Foto Kasatlantas Polres Bontang AKP Imam S

Satlantas Polres Bontang bakal tahan sepeda motor balap liar hingga lebaran

Sebagai langkah antisipasi, Kasatlantas menugaskan sebanyak 12 personil kepolisian untuk melakukan patroli rutin di sejumlah lokasi rawan balapan liar. Titik lokasinya tidak akan ditentukan dan akan disambangi petugas secara random. Tempat-tempat rawan balapan liar misalnya di Jalan Ahmad Yani, sekitar Bandara Badak LNG dan Jalan Jenderal Soedirman, Tanjung Laut.

Ada pun jadwal patroli dilakukan pada sore dan subuh. Untuk jadwal sore, pukul 17.00-18.00 WITA, Subuh pukul 04.30-06.00 WITA. Diharapkan warga turut berpartisipasi memberantas aksi membahayakan ini dengan memberikan informasi kepada petugas.

“Tidak kami tentukan, kami patroli keliling. Kalau aksi balap liar laporkan saja. Kami akan datang,” lanjut AKP Imam.

Secara sanksi penahanan motor pelaku balap liar bakal membuat pemilik motor ‘menderita’. Namun tetap akan dilakukan tanpa toleransi untuk menimbulkan efek jera. Jika tidak, dikhawatirkan motor bakal digunakan lagi buat balapan liar di tengah fokus warga menjalankan ibadah puasa.

“Nanti kalau mau ambil motor, wajib buat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi,” pungkasnya.

>>> 45 Supercar Ditilang Setelah Diduga Melakukan Balapan Liar

Foto Petugas Polres Bontang sedang berjaga di titik rawan balapan liar

Polisi melakukan penjagaan di titik-titik rawan balapan liar

Balap liar melanggar hukum

Aksi balap liar baik itu mobil maupun sepeda motor selalu sarat pelanggaran hukum. Mengutip penjelasan pakar hukum pidana dari Hukum Online, Bernadetha Aurelia Oktavira, S.H., diantara pelanggaran yang dilakukan pelaku balap liar yaitu gangguan fungsi jalan (Pasal 12 UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan) dan melanggar batas kecepatan (Pasal 115 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan).

Masing-masing diancam hukuman berupa penjara paling lama 18 bulan atau denda paling banyak Rp 300 juta, dan penjara paling lama 12 bulan atau denda paling banyak Rp 3 juta.

>>> Penting untuk Anda Ketahui, Aturan Batas Kecepatan di Jalan

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top