Pemilik mobil listrik di Malaysia kini bisa menikmati kemudahan mengakses stasiun pengisian mobil listrik atau biasa disebut Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia. Ada 17 stasiun pengisian baru yang bisa ditemui pada gerai Starbucks yang tersebar di seluruh Malaysia.
Mulai dari Rp800 per menit
Starbucks Malaysia sebelumnya telah mengumumkan pemasangan stasiun pengisian di berbagai gerainya di Malaysia pada pertengahan Oktober lalu. Kini pengguna yang ingin mengisi daya kendaraan listrik mereka akan dikenai biaya pengisian, sebagaimana dilansir dari Paultan.
>>> Simak harga mobil baru dengan promo terbaik hanya di sini

Stasiun pengisian di Starbucks Malaysia mulai berbayar
Tarif untuk pengisi daya DC yang lebih besar mampu menghasilkan daya 60 kW adalah RM1,20 per menit, atau setara dengan Rp4.000 per menit. Pengisian daya AC yang menghasilkan 11 kW, pelanggan perlu membayar RM5 untuk setiap 20 menit pengisian, atau sekitar Rp800 per menit.
Perbedaan pengisi daya DC dan AC terdapat pada kapasitas daya yang dikeluarkan. Pelanggan disarankan untuk memiliki pengisi daya yang sesuai dengan kendaraan listrik maupun hibrida. Mengingat tingkat daya yang lebih tinggi tidak akan mempercepat pengisian jika kendaraan tidak mendukungnya.
>>> PLN Bangun SPKLU Pertama di Sulawesi Tengah
Siapkan lingkungan ramah kendaraan listrik
Starbucks Malaysia menghadirkan stasiun pengisian mobil listrik sebagai bagian dari inovasi dan mendorong meningkatkan kenyamanan dan pengalaman bagi pelanggan mereka.
"Dimasukkannya chargeEV di toko kami menandai tonggak penting dalam upaya keberlanjutan kami sebagai perusahaan, dan kami berharap ini akan memimpin industri ritel menuju masa depan tanpa karbon di Malaysia,” jelas CEO dan Managing Director Starbucks Malaysia dan brunei, Datuk Sydney Quays sebagaimana dilansir dari The Star, Rabu (2/11/2022).

SPKLU mulai banyak ditemui seiring berkembangkan kendaraan listrik
Starbucks Malaysia bertujuan untuk memiliki stasiun pengisian di 76 outlet mereka. Termasuk menghadirkan jaringan stasiun pengisian di semua toko dalam jarak sekitar 150 kilometer di sepanjang jalan tol untuk menciptakan lingkungan ramah kendaraan listrik.
Sementara di Indonesia, PLN saat ini telah mengoperasikan 150 unit SPKLU di seluruh Indonesia. Perusahaan listrik milik negara ini juga mengajak pihak swasta untuk mendirikan SPKLU melalui berbagai syarat, misalnya ketersediaan lahan hingga investasi mulai dari Rp342 juta.
>>> Dibuka untuk Swasta, Intip Syarat Bangun Waralaba SPKLU dari PLN