Mulai Tahun Depan, Semua Truk Hino Pakai Mesin Berstandar Emisi Euro 4

29/04/2021

Pasar mobil

5 menit

Share this post:
Mulai tahun depan, semua truk Hino dan bus Hino akan menggunakan mesin berteknologi common rail yang diharapkan bisa menghasilkan emisi gas buang standar Euro 4.

Pemerintah Indonesia sudah menetapkan mulai April 2022 seluruh kendaraan harus memiliki standar emisi gas buang Euro 4. Tak terkecuali bagi kendaraan-kendaraan komersial seperti truk dan bus. Menanggapi kebijakan ini, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) sudah menyiapkan lini produk truk Hino yang sesuai kebijakan tersebut.

Bahkan menurut Masato Uchida, President Director HMSI, Hino merupakan produsen kendaraan komersial pertama di dunia yang telah mengembangkan mesin berteknologi common rail pada tahun 1995. Di Indonesia sendiri Hino memperkenalkan teknologi mesin common rail sejak tahun 2012. dan saat ini sudah ada beberapa model truk dan bus Hino yang bermesin common rail. Seperti Hino Ranger FM 285 JD untuk dump, Ranger FL 245 JN dan FM 350 TH untuk cargo dan Hino bus RN 285.

"Berbagai pengembangan kendaraan telah kami lakukan sebagai pemain utama bus dan truk di Indonesia. Hal ini untuk memastikan kesiapan implementasi standar emisi Euro4 tahun depan," jelas Uchida melalui video conference, Rabu (28/04/2021).

>>> TRATON dan HINO Patungan untuk Proyek Kendaraan Listrik

Keunggulan Teknologi Common Rail Truk Hino

Mesin common rail Hino

Hino sudah kembangkan mesin common rail sejak 1995

Lebih lanjut Irwan Supriyono After Sales Director HMSI menjelaskan apa saja kelebihan meisn common rail truk Hino. Menurut dia, inti dari teknologi common rail pada mesin truk Hino ada di tiga komponen utama, yaitu supply pump, common rail, dan injector.

"Dengan teknologi ini mesin akan mendapatkan tekanan 10 kali lebih besar daripada sistem injector biasa sehingga pembakaran di ruang mesin jadi lebih efektif. Kemudian torsi juga lebih tinggi, bahan bakar bisa hemat 3-5 persen, dan emisi gas buang juga lebih baik lagi," kata Irwan.

Namun ia menegaskan, pada mesin common rail truk Hino, menggunakan tiga saringan berbeda, yaitu pre filter, dan 2 main filter. Pre filter berfungsi sebagai saringan pertama sebelum menuju main filter yang kemampuannya bahkan bisa memisahkan kandungan air yang mungkin ada di bahan bakar. Selain itu, Hino juga pakai Diamond Like Carbon (DLC) injector. Ini adalah material terbaik untuk sistem injector pada sistem common rail untuk mengatasi tekanan yang sangat besar di ruang mesin.

>>> Kerja Injektor Mesin Diesel Common-Rail

Tahun Depan Semua Truk Hino dan Bus Hino Pakai Mesin Common Rail

Hino truck

Nantinya semua mobil Hino akan bermesin common rail

>>> Review Hino FL 235 JW 2015

Demi kesiapan Hino menghadapi regulasi emisi gas buang Euro 4 di Indonesia, maka Santiko Wardoyo Chief Operating Officer (COO) - Director HMSI menekankan jika nantinya semua truk Hino beserta bus akan menggunakan unit bermesin common rail.

"Tahun depan mulai April 2022, otomatis model yang bermesin konvensional kita ganti semua dengan common rail. Jadi nantinya sudah tidak ada lagi yang bermesin injection pump biasa," kata dia.

Namun ia yakin, truk Hino maupun seri bus yang menggunakan mesin common rail akan diterima dengan baik bagi para konsumennya.

"Sudah kami lakukan serangkaian test, termasuk untuk Hino bus. Hasilnya di rute Transjawa, mesin berada pada temperatur yang normal dan tidak ada kendala sama sekali. Begitu pun dengan temperatur oli yang dalam kondisi normal. Tentunya ini salah satu keunggulan kami, dengan volume oli yang lebih sedikit 12.7 liter," ucap dia.

Kini kata Santiko, harapannya tinggal dari pihak pemerintah untuk menyediakan bahan bakar yang berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan mesin common rail demi menciptakan emisi gas buang Euro 4. Karena jangan sampai akibat bahan bakar yang kotor malah jadi merusak sistem filter atau bahkan hingga merusak injector.

Sudah menulis di media online sejak 2009, Pras sangat berpengalaman di bidang otomotif. Pria penggemar mobil modifikasi ini sudah mencicipi berbagai jenis mobil, mulai LCGC hingga Hypercar. Pras menjadi anggota tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top