Mulai 8 Februari 2021 Kawasan Kota Tua Jakarta Tutup 24 Jam

05/02/2021

Pasar mobil

3 menit

Kawasan Kota Tua Jakarta tutup untuk kendaraan pribadi mulai Senin, 8 Februari 2021 selama 24 jam. Mobilitas warga bakal dilayani feeder Transjakarta.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan kembali menerapkan kebijakan Low Emission Zone (LEZ) di Kawasan Kota Tua Jakarta. Kawasan wisata tersebut bakal ditutup mulai Senin, 8 Februari 2021 selama 24 jam penuh. Dalam unggahannya di IG @dkijakarta, Pemprov menyebut hanya pengguna jalan tertentu yang diperbolehkan melintas, seperti pejalan kaki, pesepeda, angkutan umum [Transjakarta], mobil listrik dan kendaraan berstiker khusus.

“Jadi, area ini hanya diperbolehkan bagi pejalan kaki, pesepeda, angkutan umum [Transjakarta], dan kendaraan berstiker khusus. Harapannya, LEZ dapat mengurangi emisi gas buang di area cagar budaya Kota Tua dan membuat udara di sekitar kawasan lebih bersih.” tulis @dkijakarta, (4/2/2021).

>>> Selain Wajib, Ini Alasan Uji Emisi Kendaraan Pribadi Harus Dilakukan

Rekayasa Lalu Lintas

Foto menunjukkan salah satu bangunan di Kota Tua Jakarta

Kawasan Kota Tua Jakarta berlaku kebijakan Low Emission Zone (LEZ)

Berbeda dengan penerapan Low Emission Zone (LEZ) pada pertengahan Desember 2020 lalu yang bersifat uji coba, LEZ kali ini bersifat resmi. Meski demikian area penerapannya tetap sama, diantaranya Jalan Pintu Besar Utara-Jalan Kalibesar Barat sisi Selatan-Jalan Kunir sisi Selatan-Jalan Kemukus-Jalan Ketumbar dan Jalan Lada. Rekayasa lalu lintas yang direncanakan juga sama dengan LEZ bulan Desember 2020, yakni sebagai berikut:

  • Arus Lalu Lintas U-S dari Jalan Gedong Panjang diarahkan melalui Jalan Pejagalan Raya-Jalan Pasar Pagi Lama-Jalan Perniagaan Baru-Jalan Petak Baru (Asemka)- Jalan Pintu Besar Selatan ke arah selatan
  • Arus Lalu Lintas U-S dari Jalan Tongkol diarahkan melalui Jalan Cengkeh-Jalan Kunir Sisi Utara-melalui Jalan Kampung Bandan-Jalan Lodan Raya-Jalan Gunung Sahari ke arah selatan
  • Arus Lalu Lintas U-B dari Jalan Gedong Panjang diarahkan melalui Jalan Bandengan Selatan ke arah Barat
  • Arus Lalu Lintas U-B dari Jalan Tongkol diarahkan melalui Jalan Pakin-Jalan Gedong Panjang-Jalan Bandengan Selatan ke arah Barat
  • Arus Lalu Lintas U-T dari Jalan Gedong Panjang diarahkan melalui Jalan Kopi-Jalan Roa Malaka Utara-Jalan Tiang Bendera-Jalan Nelayan Timur-Jalan Cengkeh-Jalan Kunir Sisi Utara-Jalan Kampung Bandan-Jalan Lodan Raya ke arah Timur
  • Arus Lalu Lintas U-T dari Jalan Tongkol diarahkan melalui Jalan Cengkeh-Jalan Kunir Sisi Utara-Jalan Kampung Bandan-Jalan Lodan Raya ke arah Timur
  • Arus Lalu Lintas T-U dari Jalan R.E. Martadinata diarahkan melalui Jalan Lodan Raya- Jalan Pakin-Jalan Gedong Panjang ke arah Utara
  • Arus Lalu Lintas T-B dari Jalan R.E. Martadinata diarahkan melalui Jalan Lodan Raya- Jalan Pakin-Jalan Gedong Panjang-Jalan Bandengan Selatan ke arah Barat
  • Arus Lalu Lintas T-S diarahkan melalui Jalan Gunung Sahari ke arah selatan
  • Arus Lalu Lintas S-U dari Jalan Pintu Besar Selatan/Jalan Pancoran diarahkan melalui Jalan Pintu Kecil-Jalan Malaka-Jalan Malaka II-Jalan Kopi-Jalan Bandengan Selatan- Jalan Bandengan Utara Raya-Jalan Gedong Panjang ke arah Utara
  • Arus Lalu Lintas S-T dari Jalan Pintu Besar Selatan diarahkan melalui Jalan Jembatan Batu-Jalan Mangga Dua Raya ke arah Timur
  • Arus Lalu Lintas S-B dari Jalan Pintu Besar Selatan diarahkan melalui Fly Over Pasar Pagi ke arah Barat
  • Arus Lalu Lintas S-B dari Jalan Pancoran diarahkan melalui Jalan Pintu Kecil-Jalan Malaka-Jalan Malaka II-Jalan Kopi-Jalan Bandengan Selatan ke arah Barat
  • Arus Lalu Lintas B-U dari Jalan Bandengan Selatan diarahkan melalui Jalan Gedong Panjang ke arah Utara
  • Arus Lalu Lintas B-T dari Jalan Bandengan Selatan diarahkan melalui Jalan Kopi-Jalan Roa Malaka Utara-Jalan Tiang Bendera-Jalan Nelayan Timur-Jalan Cengkeh-Jalan Kunir Sisi Utara-Jalan Kampung Bandan-Jalan Lodan Raya ke arah Timur
  • Arus Lalu Lintas B-S dari Jalan Bandengan Selatan diarahkan melalui Jalan Gedong Panjang berputar ke selatan-Jalan Pejagalan Raya-Jalan Pasar Pagi Lama-Jalan Perniagaan Baru-Jalan Petak Baru (Asemka)-Jalan Pintu Besar Selatan ke arah selatan.

>>> Kendaraan Tak Lulus Uji Emisi Kini Tidak Boleh Parkir di Jakarta

Low Emission Zone

Foto rambu-rambu Lalu Lintas di Kawasan Kota Tua Jakarta

Kawasan Kota Tua Jakarta ditutup, Transjakarta tetap beroperasi

Low Emission Zone (LEZ) menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI memperbaiki kualitas udara di ibu kota. Uji coba pertama dilakukan di Kawasan Kota Tua pada 18-23 Desember 2020. Pemilihan lokasi ini seiring dengan rencana besar Pemprov menata ulang kawasan wisata tersebut menjadi lebih baik karena demand pariwisata yang sangat tinggi.

Tidak hanya kualitas udara yang menjadi perhatian, penataan Kota Tua Jakarta juga meliputi penataan fasilitas pedestrian, penataan pedagang kaki lima, penataan kawasan stasiun Jakarta Kota, dan pembangunan jalur MRT CP 203 dan stasiun MRT Kota.

Dengan ditutupnya Kawasan Kota Tua para pekerja di kawasan tersebut maupun para wisatawan disediakan naik angkutan umum yang tersedia, seperti kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek, bus transjakarta, bus feeder, atau sepeda. Dihimbau pula kepada para pengguna kendaraan pribadi untuk tidak melalui kawasan itu dan tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas maupun arahan petugas di lapangan.

>>> Berita aktual lainnya terkait otomotif ada disini!

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.

 
back to top