Mudik Jakarta – Padang Dengan Bus: Petualangan 48 Jam Part 2

01/06/2019
Untungnya mudik Jakarta – Padang dengan bus sebelum jadwal mudik adalah jalanan yang masih sepi. Meskipun ditemukan beberapa titik dimana kemacetan terjadi, itu pun berlangsung 30 menit hingga 50 menit.

Salah satu hal yang tidak mengasyikkan dari mudik Jakarta - Padang dengan bus adalah banyaknya penumpang dalam satu kali perjalanan. Hal ini membuat dalam setiap pemberhentian, kami harus menunggu hingga semua orang masuk ke dalam bus. Mulai dari ketika makan hingga berhenti ketika makan, kami harus menunggu penumpang yang membutuhkan waktu lebih lama untuk bersiap-siap.

 puluhan pemudik menggunakan mobil di kapal Ferry
Baru H-6, tetapi sudah banyak pemudik di Merak - Bakauheni

Selain itu, banyaknya penumpang membuat banyak hal yang tak terduga bisa terjadi selama perjalanan. Contohnya, tak jarang ada penumpang yang meminta agar bus menepi di spbu atau masjid terdekat karena harus buang air besar/kecil. Inilah yang membuat perjalanan menjadi lebih lama dari semestinya.

Untuk memangkas waktu perjalanan, kami terus melaju bahkan pada saat dini hari. Bus biasanya memang memiliki dua orang sopir yang bertugas berganti-gantian dan beristirahat dalam beberapa jam perjalanan. Terbukti perjalanan setidaknya berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir.

>>> Mudik Jakarta - Padang Dengan Bus: Berasa Mudik yang Benar-Benar Mudik Part 1

Namun ketika melewati salah satu jalur pintas di Bajubang, salah satu kelurahan di Jambi, mobil kami mengalami kerusakan. Dimana bemper depan bagian kanan robek karena menghantam lubang yang terlalu dalam di jalan. Memang, sepanjang jalan masih dipenuhi dengan lubang, sebagian besar berlumpur akibat hujan yang mengguyur beberapa hari sebelumnya.

bemper bus Mercedes-Benz OH 1526 L yang robek 
Bemper depan bus yang robek karena menghantam lubang di jalan

>>> Listing mobil bekas terbaik bisa Anda dapatkan disini

Pengalaman bersama Mercedes-Benz OH 1526L

Menumpang di bus Mercy tidak begitu buruk. Kursi bucket yang menopang badan cukup nyaman untuk diduduki. Ruang kaki juga cukup lapang, meskipun Anda dengan tinggi 180 cm akan menemukan ruang kaki cukup pas untuk Anda. Anda juga bisa mengatur kemiringan kursi menggunakan tombol elektrik yang ada di samping kursi.

Namun yang menjadi sedikit masalah adalah ruang bahu terkesan terlalu pas. Jadi, bagi Anda yang memiliki postur sedikit berisi akan kesulitan memposisikan tempat duduk yang nyaman dan tidak berdempet-dempetan dengan penumpang lain di sebelah Anda.

bus Mercedes-Benz OH 1526 L berwarna hitam dan kuning 
Mercedes-Benz OH 1526 L yang kami tumpangi

Sedangkan kaki-kaki dan suspensi kendaraan terasa cukup empuk dan nyaman. Meskipun kami seringkali berhadapan dengan lubang besar di jalan serta jalanan yang bergelombang. Beberapa bisa dinikmati dengan santai dan sedikit goyangan namun yang lain bisa dilalui dengan hentakan yang cukup keras. Tapi apa daya, jalannya memang begitu. "Seperti off-road, dek," kelakar pak sopir.

>>> Berita seputar mudik 2019 bisa Anda dapatkan hanya di sini

Oh ya, satu yang yang mungkin mengganggu dari berkendara bersama dengan bus adalah sedikitnya colokan yang tersedia. Totalnya, hanya ada satu colokan listrik untuk 8 penumpang. Jadi kami harus saling berbagi dan menunggu hingga penumpang yang lain selesai mengisi daya smartphone mereka. Apalagi, beberapa smartphone membutuhkan waktu lebih dari dua jam untuk sekali pengecasan.

Tentu saja hal ini menjadi masalah tersendiri, terlebih karena jalanan yang kami lewati seringkali merupakan daerah perbatasan dengan kondisi sinyal yang menguras baterai. Menggunakan sistem airplane mode ketika tidak memakai smartphone adalah salah satu cara untuk menghemat baterai. Memiliki powerbank sebagai pengisi daya patut dipertimbangkan untuk perjalanan selanjutnya.

.>> Baca juga: Mumpung Jalanan Lancar, Yuk Wisata Kuliner di Jakarta yang Legendaris

pemandangan alami pohon dan jalan di luar melalui dalam bus

Ada banyak pemandangan menarik bisa Anda lihat selama perjalanan

Secara keseluruhan, mudik menggunakan bus merupakan pengalaman tersendiri yang mengasyikan. Menikmati indahnya Ibu Pertiwi dan nantinya melenggang ke kampung halaman. Dan yang paling penting, menggunakan bus bisa dua hingga tiga kali lipat lebih hemat dibandingkan dengan pesawat. Jika Anda memiliki waktu lebih banyak untuk bepergian, menggunakan bus bukanlah pilihan buruk.

Namun seperti John Wick bilang, "Every action has consequences." Mudik Jakarta - Padang dengan bus akan membuat pantat Anda lebih keras selama beberapa waktu karena Anda akan menghabiskan 48 jam (diluar kemacetan) di jalan. Anda juga tidak bisa berhenti untuk sekedar menikmati pemandangan luar (karena itu tak banyak foto yang bisa kami lampirkan). Selamat mudik!

>>> Berita otomotif terbaru dan terlengkap ada disini

Padli Nurdin

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
2

berita lain