Modal Produsen Mobil Supaya Panjang Umur di Industri Otomotif Indonesia

30/10/2020

Pasar mobil

4 menit

Share this post:
Modal Produsen Mobil Supaya Panjang Umur di Industri Otomotif Indonesia
Tak semua produsen mobil sanggup bertahan di Industri Otomotif Indonesia. Setidaknya ada beberapa modal yang harus disiapkan oleh para pabrikan tersebut.

58 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Daihatsu mengisi pasar otomotif Indonesia. Jenama asal Jepang itu memang diketahui merambah industri otomotif Indonesia sejak 1962. 

58 tahun berjalan, Daihatsu hingga saat ini masih sanggup bersaing di tengah ketatnya pasar otomotif Indonesia dan juga para pendatang baru. Seperti diketahui, tak semua merek mobil yang berkecimpung di industri otomotif Indonesia bisa bertahan lama. 

Daihatsu Sigra

Sigra menjadi salah satu model terlaris Daihatsu saat ini di Indonesia

>>> Daihatsu Kini Bisa Bikin 3 Mobil Baru Hanya dalam Waktu 2 Tahun

Bukan Cuma karena Faktor Jualan

Beberapa merek hanya seumur jagung, tak sedikit juga yang harus hengkang meski sudah bertahun-tahun bermain di pasar otomotif Indonesia. Penjualan yang merosot menjadi biang keladinya.

Namun Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra menyebut penjualan menurun bukan menjadi alasan utama di balik hengkangnya sebuah merek. 

"Industri otomotif bukan pelari sprint tapi marathon, butuh stamina, banyak persiapan supaya bisa survive," ungkap Amelia dalam konferensi pers virtual belum lama ini. 

Salah satu persiapannya adalah produk. Pemilihan produk sebelum dijual di Indonesia tak bisa sembarangan melainkan harus cocok dan sesuai dengan masyarakatnya. Kunci itulah yang dipegang Daihatsu sehingga harus melakukan riset mendalam sebelum akhirnya meluncurkan produk baru. 

"Daihatsu punya produk yang disesuaikan dengan kondisi Indonesia, makanya kita punya pusat RnD (Research and Development) di Indonesia. Misalnya kalau suatu mobil itu tidak bisa lewati kondisi jalanan Indonesia customer nggak mau beli lagi," kata Amelia. 

"Jadi kami pastikan sebelum meluncurkan sebuah produk mobil, Daihatsu harus bisa dipakai di kondisi Indonesia bukan hanya panas, hujan tapi banjir sekalipun," tambah Amelia. 

>>> Daihatsu Tekankan Pentingnya Defensive Driving

Layanan Purna Jual Ikut Berperan

Bila produknya sudah dinilai sesuai, pabrikan harus lebih gencar hingga membuat masyarakat mengenali produk tersebut. Dijelaskan Amelia, untuk Daihatsu misalnya brand awareness dilakukan secara konsisten dan tak berfokus pada penjualan.

Daihatsu Tanto

Bila produk dinilai tak cocok untuk pasar Indonesia, maka tak akan dijual di sini seperti Tanto

Hal itu dinilai bisa memperkuat kepercayaan masyarakat akan keberlangsungan suatu merek di industri otomotif Indonesia. 

Tak ketinggalan layanan purna jual pun harus disediakan. Ini juga cukup penting bagi orang Indonesia. Rata-rata merek yang mampu bertahan di Tanah Air memiliki layanan purna jual yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. 

"Kita siapkan outlet di indonesia kita siapkan standar pelayanan sama dimanapun. Beli daiahtsu di jakarta dilayani, di makassar seperti di restoran cepat saji ada standarnya berapa menit. Berdasarkan survei orang beli Daihatsu mudah didapatnya, bisa beli dimana saja, jadi strategi bukan sekadar jualan tapi juga pondasi pilarnya supaya bisa sustainable," pungkas Amelia. 

>>> Imbas Covid, Pabrik Daihatsu Tak Bisa Lahirkan 1 Mobil dalam 1,5 Menit 

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top