Modal Mitsubishi Xpander untuk Melawan Toyota Avanza 2022

12/10/2021

Pasar mobil

5 menit

Share this post:
Kehadiran Toyota All New Avanza sudah tinggal menunggu waktu. Mitsubishi Xpander harus berbenah agar semakin kompetitif dengan sang penguasa kelas Low MPV.

Toyota Avanza menguasai pasar Low MPV selama hampir dua dekade. Hingga pada suatu hari, Mitsubishi meluncurkan Xpander dan sukses merebut hati para konsumen dengan desain yang segar dan revolusioner. Dalam beberapa kesempatan, Mitsubishi Xpander bahkan mampu menyaingi penjualan jagoan dari PT Toyota Astra Motor (TAM) tersebut.

Avanza yang nyaman di atas tahtanya pun mulai berbenah untuk menghadapi gempuran sang rival. Pada akhirnya, Toyota melakukan perubahan besar-besaran terhadap Avanza dengan desain dan konstruksi yang sepenuhnya baru. Ada beberapa hal yang dibutuhkan oleh Xpander agar tetap bisa bersaing dengan sosok baru sang rival.

Gambar DN Multisix

Toyota All New Avanza kabarnya akan menggunakan platform DN Multisix

>>> Tiga Hal Yang Kami Ketahui Tentang Toyota All New Avanza

1. Melakukan Facelift

Tak bisa dipungkiri, masyarakat Indonesia suka sesuatu yang baru. Tidak percaya? Avanza saja yang hanya berubah secara minor setiap beberapa tahun saja bisa kembali diminati meski arsitektur mobilnya sebenarnya tak berbeda jauh dari saat pertama kali diluncurkan di awal tahun 2000-an.

Karena itu, kami berharap Mitsubishi Xpander dapat hadir dengan penampilan yang lebih segar. Masyarakat sudah mulai terbiasa dengan desain Xpander yang tadinya revolusioner.

Setidaknya, Mitsubisihi bisa menghadirkan aransemen fasad baru mulai dari lampu, grill, dan bumper depan. Tampilan belakang Xpander juga bisa sedikit diperbarui dengan penggunaan desain lampu kombinasi yang berbeda.

Gambar Fascia Mitsubishi Xpander

Sepertinya, tampilan Xpander sudah butuh penyegaran yang lebih major

2. Menambah Fitur

Rumornya, Toyota All New Avanza akan ditawarkan dalam varian TSS (Toyota Safety Sense) yang berarti Low MPV ini akan jauh mengungguli semua dalam hal fitur keselamatan. Kami berharap ada penambahan fitur pada Mitsubishi Xpander yang cukup menarik untuk sedikit mengimbangi fitur Advanced Driver-Assistance System tersebut.

Tak muluk-muluk, Xpander bisa berbenah dalam hal fitur yang mendukung kenyamanan seperti penambahan armrest, headrest yang lebih baik untuk penumpang belakang, serta AC Digital atau Climate Control.

Mungkin Mitsubishi bisa menambahkan fitur seperti Adaptive Cruise Control, sensor Blind Spot, dan lampu depan adaptif untuk varian tertingginya. Karena tak hanya Avanza terbaru, Mitsubishi juga harus mengkhawatirkan kemungkinan Honda Mobilio terbaru yang nampaknya cukup jor-joran dalam hal penambahan fitur.

>>> Tanpa PPnBM 100%, Insentif Diskon Mitsubishi Xpander Tetap Ada

Gambar Adaptive Cruise Control

Akan sangat menarik jika Mitsubishi Xpander dibekali Adaptive Cruise Control seperti sang kakak, Pajero Sport

3. Mesin Dengan Tenaga Lebih Besar dan Lebih Efisien

Satu hal yang menurut kami menjadi salah satu kekurangan Xpander adalah tenaganya yang kurang impresif. Untuk sebuah MPV yang memiliki nuansa sebuah SUV, kami berharap Xpander bisa memiliki performa yang lebih tangguh di berbagai medan.

Saat ini, Xpander dengan mesin 1,5 liter MIVEC-nya hanya mampu menghasilkan tenaga 103,5 HP dengan torsi 141 Nm, tak berbeda jauh dibanding Avanza yang bermesin 1,5 liter. Padahal, Avanza memiliki keunggulan dalam hal performa sebagai mobil berpenggerak roda belakang (yang kita tahu akan berganti FWD).

Gambar Mesin Mitsubishi Xpander

Mesin ini butuh mo powa baby!

Pun dengan efisiensi bahan bakarnya. Secara logika, Xpander dengan penggerak roda depan (FWD) harusnya bisa mengalahkan Avanza dalam hal keiritan. Kenyataannya, Avanza masih unggul meski dengan sistem penggerak dengan power loss yang lebih besar.

Apalagi jika dibandingkan dengan Mobilio, Xpander tertinggal cukup jauh dalam hal tenaga dan efisiensi bahan bakar. Kami berharap Mitsubishi dapat melakukan peningkatan di sektor dapur pacu agar mobil ini menjadi semakin menarik untuk dipilih.

Mungkin Mitsubishi bisa mempertimbangkan untuk menggunakan transmisi CVT yang terkenal lebih halus dalam mentransfer tenaga dan juga lebih efisien. Meskipun, transmisi tersebut justru bisa menjadi kekurangan bila tenaga mesin MIVEC Mitsubishi Xpander tidak ditingkatkan.

4. Harga Lebih Merakyat

Hari ini, Mitsubishi Xpander varian tertinggi memiliki harga sekitar Rp 50 juta lebih mahal ketimbang Toyota Avanza Veloz tipe tertinggi. Untuk menahan gempuran All New Avanza, kami berharap versi facelift dari Xpander tipe tertinggi harganya bisa sekompetitif pesaingnya.

>>> Tertarik untuk membeli Mitsubishi Xpander bekas? Temukan mobil yang Anda cari di sini

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Lulus di tahun 2017, ia langsung mengejar passion dan ketertarikannya sebagai seorang jurnalis otomotif.

Tak butuh waktu lama, Taufan diterima bekerja di GridOto.com. GridOto.com merupakan kanal berita yang mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan otomotif, dari mulai review dan test, berita dalam dan luar negeri, serta tips & trick sebagai panduan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Selama dua tahun bekerja di GridOto.com, Taufan diplot untuk menjadi jurnalis yang serba bisa. Dari mulai mengisi artikel news, tips & trick, test drive & review, menjadi host untuk kanal YouTube GridOto.com, hingga menjadi editor pengganti.

Mengunjungi berbagai pameran otomotif nasional dan internasional, menemui narasumber ATPM, dealer mobil bekas, hingga ke bengkel-bengkel spesialis sudah pernah ia jabani. Taufan pun kerap dipercaya menghadiri ajang media test drive untuk mencoba mobil-mobil baru. Dari LCGC seperti Datsun Go, hingga ke Supercar seperti McLaren 720S.

Di sela-sela pekerjaannya, Taufan adalah petrolhead tulen yang gemar mengoleksi mobil (baik dalam bentuk die cast atau mobil asli) dan mengikuti dunia motorsport roda empat. Hobi membacanya juga membuat Taufan memiliki pengetahuan yang cukup dalam terhadap sejarah dan perkembangan mobil di dunia.

Setelah dua tahun berkarya di GridOto.com, Taufan pun memutuskan untuk rehat di tahun 2019. Selama vakum menjadi jurnalis, ia sempat membuka bisnis detailing dan cuci mobil bersama dengan sahabatnya. Selama berbisnis, ia pun memperdalam pengetahuannya terhadap perawatan mobil.

Di tahun 2021, ia memutuskan untuk kembali ke industri yang ia cintai dengan bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer. Anda akan banyak menemukan tulisan Taufan mengenai berita otomotif dalam dan luar negeri, tips & trick, ulasan teknis mengenai mobil, serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia motorsport di website ini.

 
back to top