Mobilitas Warga DKI Diklaim Turun Selama Ganjil Genap

26/08/2021

Pasar mobil

3 menit

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mengklaim mobilitas warga DKI mengalami penurunan selama diberlakukannya ganjil genap di akhir PPKM Level 4.

Beragam upaya dilakukan Pemerintah Pusat dan Daerah untuk menekan mobilitas warga selama pandemi Covid-19. Dari Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, PPKM Level 4, hingga penyekatan ruas jalan. Termasuk juga penerapan sistem ganjil genap di ibu kota yang disusul daerah-daerah lain.

Menurunkan Mobilitas

Menurut Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya langkah terakhir ini cukup efektif menekan mobilitas warga. Dari 40 ribuan kendaraan di bulan Juni 2021 menjadi 30 ribuan di akhir Agustus.

“Tetapi, kalau kita melihat angkanya bila bandingkan dengan masa PPKM mikro, bisa dilihat di bulan Juni angkanya masih diatas 40 ribu. Tapi di bulan Agustus akhir PPKM level 4 angkanya masih diatas sekitar 30 ribuan,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Sambodo Purnomo Yogo, dikutip dari NTMC Polri, (26/8/2021).

“Jadi, masih ada penurunan tujuh persen,” kata. “Artinya, kebijakan ganjil genap ini masih cukup efektif untuk menurunkan mobilitas di ruas jalan yang kita berlakukan,” imbuhnya.

>>> Ini 19 Kendaraan yang Bebas Masuk Kawasan Ganjil Genap Jakarta

Foto menunjukkan petugas melakukan penjagaan di kawasan ganjil genap

Mobillitas masyarakat terus diawasi selama PPKM masih berlangsung

Titik Ganjil Genap Dikurangi

Dengan hasil yang dicapai, ganjil genap yang dimulai 12 Agustus lalu tetap diberlakukan. Namun dalam perpanjangan terbaru mulai 26-30 Agustus 2021, areanya dikurangi. Dari sebelumnya 8 titik ruas jalan menjadi 3 titik.

“Kali ini hanya ada di tiga kawasan, yaitu Jalan Jenderal Sudirman, MH Thamrin, dan Rasuna Said,” terang Sambodo.

DKI Jakarta sendiri saat ini berlaku PPKM Level 3 sebagaimana Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 35 Tahun 2021.

Beragam aktivitas mulai dilonggarkan seperti pendidikan tatap muka 50%, kunjungan kegiatan pusat perbelanjaan maksimal 50%, kegiatan tempat ibadah maksimal 50%, fasilitas olahraga di ruang terbuka maksimal 50% dan yang lain.

Untuk layanan transportasi umum (konvensional dan online), rental/sewa kendaraan boleh beroperasi dengan kapasitas penumpang hingga 70%.

Seluruh kegiatan di atas dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dengan benar dan menjaga jarak aman.

Kartu vaksin masih menjadi syarat wajib bagi warga yang ingin melakukan perjalanan jarak jauh (250 Km+) baik menggunakan mobil pribadi, sepeda motor, maupun transportasi umum seperti bus AKAP, pesawat udara, kereta api, dan kapal laut.

>>> Syarat Perjalanan Bus DAMRI Terbaru Selama PPKM Level 3

Foto menunjukkan pengendara melakukan vaksin di layanan Drive Thru vaksinasi

Vaksinasi menjadi syarat wajib bepergian jarak jauh

>>> Cari mobil plat nomor Jakarta, dapatkan harga terbaik di sini!

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top