Satu lagi produsen mobil yang disebut-sebut bakal meramaikan pasar otomotif Indonesia. Adalah mobil nasional Vietnam, VinFast yang terlihat mendaftarkan mobil listriknya di laman Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM.
Dalam laman itu mobil listrik VinFast berstatus 'Disetujui Direktur Putusan Subtantif Diberi'. Tertulis juga nama pendesain VinFast bertenaga listrik itu yakni Dimitri Vicedomini, Giovanni Guglielmo Cartia, Nazzareno Epifani dan didaftarkan oleh Vinfast Trading and Production Limited Liability Company.
Ini wujud mobil listrik VinFast VF31
>>> Jadi Pesaing Merek Jepang-Korea, VinFast Siap Rugi
Mobil Nasional Vietnam Siap Adang Produsen Jepang?
VinFast memang memiliki rencana untuk melebarkan sayapnya di pasar global. Sebelumnya disebutkan tujuan utamanya adalah Amerika Utara dan sejumlah negara di Eropa. Pendaftaran VinFast ini tentu menjadi sinyal bahwa mobil asal Vietnam itu bersiap untuk menghadapi sederet pabrikan ternama asal Jepang di Indonesia.
Jika nantinya jadi diluncurkan, kehadiran mobil listrik VinFast tentu sejalan dengan rencana pemerintah dalam pengembangan kendaraan tanpa asap di Tanah Air. VinFast sendiri telah memiliki tiga mobil listrik dan keseluruhan berjenis SUV yakni VF31, VF32, dan VF33.
VF31 merupakan SUV ukuran menengah (Segmen C) dan hanya tersedia satu versi, yaitu listrik, VF32 adalah SUV ukuran sedang (Segmen D), dan VF33 adalah SUV ukuran besar (Segmen E). VF32 dan VF33 masing-masing memiliki 2 versi listrik dan bensin.
Dijelaskan secara detail ketiga mobil listrik Vinfast tersebut dibekali fitur otonom level 2-3, dengan 30 fitur pintar yang dibagi menjadi 7 kelompok. Di dalamnya meliputi Intelligent Driver Assistance System, Adaptive Lane Control System, Cruise Control System Active, Multi-point Collision Warning System, Comprehensive Collision Mitigation System, Intelligent Automatic Parking System, And Driver Monitoring System.
Lux SA2 berhasil mendongkrak penjualan VinFast di Vietnam
Adapun fitur-fiturnya antara lain sistem sensor performa tinggi untuk versi high-end dari VF31, VF32 dan VF33, termasuk sensor LiDAR. Mobil juga dilengkapi 14 kamera mampu mendeteksi objek hingga jarak 687m, 19 sensor 360 derajat memungkinkan peringatan dan penanganan pada kecepatan tinggi di atas 100 km / jam.
Lalu untuk sistem self-driving yang dikendalikan oleh chip Orin-X dapat memproses hingga 200 GB data per detik. Chip ini memungkinkan kontrol dan navigasi hingga delapan kali lebih cepat daripada generasi saat ini.
>>> Indonesia Bisa Belajar dari Mobil Nasional Vietnam
VinFast Punya Tempat Riset Sendiri
Ketiga SUV listrik tersebut juga bakal diekspor ke AS, Kanada, dan Eropa dengan open booking dimulai pada November 2021 dan penyerahan Juni 2022.
Selain mobil listrik, VinFast juga memiliki sederet kendaraan bermesin konvensional yang sudah lebih dulu dijual di Vietnam berbentuk sedan, hatchback, dan SUV. Tak tanggung-tanggung, peluncuran mobil nasional Vietnam bermesin konvensional itu dilakukan di ajang Paris Motor Show dengan menampilkan David Beckham. Meski demikian belum dapat dipastikan model apa yang nantinya dijual di Indonesia.
Hatchback VinFast Fadil
VinFast juga diketahui membangun fasilitas riset dan pengembangannya sendiri. Hal ini dipercaya bisa membuat VinFast lebih cepat berkembang dan lebih siap memasuki banyak negara.
"Mereka tidak main-main setelah kuasai pasar Vietnam mereka masuk ke Eropa dan Amerika, bahkan Australia. Visinya ini global bukan lokal ataupun regional. Selain mengandalkan teknologi untuk bersaing dengan merek unggul mereka harus merangkul teknologi maju untuk memproduksi mereka berbiaya tinggi di dalam bisnis plan mereka proyeksikan akan rugi," ungkap Dubes RI untuk Vietnam H.E.Denny Abdi belum lama ini.


