Mobil Listrik Tesla di China Dikomplain Konsumen, Kenapa Ya?

10/02/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Pejabat pemerintah China telah bertemu dengan perwakilan dari produsen mobil listrik AS Tesla Inc atas laporan dari konsumen tentang kebakaran baterai.

Konsumen Tesla di China mengajukan keberatannya atas pengalaman tidak mengenakannya selama menggunakan mobil listrik dari produsen asal AS itu. Pejabat pemerintah setempat telah mengundang perwakilan Tesla untuk menanggapi keluhan konsumennya itu.

>>> Penjualan Mobil di ASEAN Tahun Lalu Turun 29 Persen

Gambar menunjukan Tesla Model 3

Tampilan Tesla Model 3

Kualitas Produksi Mobil Tesla di China Tuai Tanda Tanya

Diberitakan Reuters, pejabat pemerintah China telah bertemu dengan perwakilan dari produsen mobil listrik AS Tesla atas laporan dari konsumen tentang kebakaran baterai, akselerasi yang tak terduga dan kegagalan dalam pembaruan perangkat lunak.  Administrasi Negara China untuk Peraturan Pasar mengatakan dalam sebuah posting media sosial para pejabatnya, bersama dengan orang-orang dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, Kementerian Manajemen Darurat, Administrasi Ruang Siber, dan Kementerian Perhubungan, telah bertemu Tesla

Para pejabat setempat mendesak Tesla untuk beroperasi sesuai dengan hukum China dan melindungi hak pelanggan. Sebagai tanggapan, Tesla mengatakan akan menyelidiki secara menyeluruh masalah yang dilaporkan oleh konsumen dan meningkatkan inspeksi.

"Kami akan secara ketat mematuhi hukum dan peraturan China dan selalu menghormati hak konsumen," kata seorang perwakilan Tesla.

>>> Pentingnya Menggunakan Oli Mobil yang Sesuai dengan Tipe Mesin

Gambar menunjukan Pabrik Tesla di China

Pabrik Tesla di China

Bisakah Tesla Kembali Mendominasi di China Tahun Ini?

Selain kualitas mobil yang mulai tuai tanda tanya penjualan mobil listrik Tesla di China tahun ini diperkirakan tidak sesuai dengan tahun lalu. Hal ini dikarenakan semakin berkembangnya produsen mobil listrik lokal.

Asosiasi Mobil Penumpang China memperkirakan total penjualan mobill ramah lingkungan mencapai 1,7 juta di tahun 2021 ini. Itu berarti jutaan pasar mobil  listrik akan tetap diperebutkan. Perusahaan lokal seperti Nio, Xpeng, dan Li berada dalam posisi yang sangat baik untuk memanfaatkan pertumbuhan penjualan mobil  listrik ini.

Bukan hanya produsen mobil lokal yang perlu dikhawatirkan Tesla. Produsen mobil global seperti Volkswagen dan Mercedes-Benz secara agresif berekspansi ke pasar mobil mobil listrik. Menarik untuk bisa melihat seberapa banyak tahun ini Tesla dapat menjual mobil di pasar China.

"Sejak Juni tahun lalu, Anda telah melihat peningkatan penjualan yang stabil oleh Nio, Xpeng, dan Li," kata kepala eksekutif perusahaan penasihat Automobility Ltd, Bill Russo. “Bisakah Anda tetap kompetitif dengan perusahaan yang bergerak cepat, didukung internet, dan berkantong tebal ini?” tutupnya.

>>> Pabrik Porsche Pertama di Luar Jerman Siap Dibangun di Malaysia

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top